Beritabatavia.com -
Mantan peneliti terorisme dari International Crisis Group, Solahuddin mengatakan, para pelajar sekolah yang terlibat kegiatan ekstra kurikuler Kerohanian Islam atau Rois rawan direkrut kelompok Islam radikal dan NII. Terutama pelajar yang juga diizinkan mengikuti pengajian di luar sekolah.
Menurut Solahuddin, sejumlah anggota Kerohanian Islam telah beberapa kali terlibat dalam aksi teror. Solahudin mencontohkan kasus terorisme yang melibatkan siswa SMK di Klaten, Jawa Tengah bahkan telah membentuk kelompok teror sendiri.
Yang terjadi, ruang ini memang banyak dimanfaatkan kelompok seperti itu. Anggota-anggota Rois dari sebuah SMK di Klaten, direkrut kelompok Jihad, sampai mereka terinspirasi membentuk sel Jihad sendiri. Dan bukan hanya membentuk kelompok, mereka juga meneror, membom gereja dan dua buah masjid, ujarnya ketika dihubungi, Rabu (25/5).
Sekitar tujuh pelajar dan alumni SMK di Klaten ditangkap beberapa waktu lalu. Mereka diduga terlibat delapan aksi teror bom di wilayah Klaten, Sleman dan Yogyakarta. Ketujuh remaja ini ditangkap dengan barang bukti bahan-bahan pembuatan bom rakitan, seperti detonator, jam weker, belerang, paku dan martil. O brn