Beritabatavia.com -
Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo mengunjungi lokasi atap sekolah SDN Kwitang 02, Senen, Jakarta Pusat yang roboh serta melihat kondisi ketiga murid dan satu penjaga kantin yang menderita luka-luka akibat tertimpa kayu dan balok.
Tak hanya itu, pria yang akrab disapa Foke itu juga menginstruksikan Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk menggratiskan biaya pengobatan bagi para korban, Setya Puji (7), Anggi (7), Indri (7), serta Khumaeroh (45).
Dari hasil tinjauannya pada Rabu (25/5), Fauzi menduga, ada kesalahan dalam pelaksanaan konstruksi bangunan sekolah tersebut. Untuk itu, ia meminta agar garis polisi yang terpasang di lokasi kejadian tetap di pasang agar tidak dilalui para siswa serta untuk mencegah kembali terjadinya korban reruntuhan kanopi.
Kesimpulan sementara saya, kanopi yang roboh ini bukan kesalahan bestek atau perencanaan konstruksi. Sebab, saya melihat gambar desainnya sudah baik. Hanya saja saya menduga pengerjaan konstruksinya tidak benar, kata Foke.
Untuk mengetahui secara pasti penyebab runtuhnya kanopi itu, sambung Foke, pihaknya telah memerintahkan Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan serta Dinas Pendidikan melakukan penilaian menyeluruh terhadap konstruksi bangunan gedung, termasuk kanopi. Bahkan, bila perlu, kedua dinas itu membongkar kanopi untuk melihat konstruksi besi apakah sudah terpasang sesuai dengan bestek dan standar yang telah ditetapkan.
Saya minta hasil penilaian menyeluruh sudah dilaporkan pekan depan disertai saran apa yang harus dilakukan. Jika terbukti kesalahan terletak pada konstruksi, maka saya tidak akan segan-segan menuntut kontraktor yang membangun gedung sekolah ini, pungkasnya. O brn