Beritabatavia.com -
Sampah kiriman yang terjadi belakangan ini di Pulau Pari, Pulau Seribu, DKI Jakarta mulai meluas hingga ke wilayah perbatasan antara Kepulauan Seribu Selatan dengan Utara. Tak ayal, berbagai jenis sampah yang tercampur dengan limbah menjadi ancaman serius kelangsungan usaha nelayan rumput laut di Pulau Pari.
Sepekan terakhir ini sampah mulai mengotori tanaman, akibatnya banyak rumput laut yang mati, sesal Khaerudin (36) seorang nelayan rumput laut di Pulau Pari, Senin (30/5).
Dia mengatakan, dirinya bersama puluhan nelayan rumput laut lainnya tidak dapat berbuat banyak dan hanya bisa pasrah tahun ini mengalami gagal panen. Sampah yang datang juga bercambur limbah, sehingga menyebabkan rumput laut yang terkena langsung puso dan tidak lama kemudian mati, jelasnya.
Sanim (32) warga lainnya menambahkan, tahun ini menjadi tahun sial bagi nelayan rumput laut. Pasalnya, bila tahun-tahun sebelumnya meski juga diserang sampah, rumpuh laut yang mati hanya sebagian dan masih dapat dipanen. Meski sedikit, hasilnya masih dapat menyambung hidup. Tapi saat ini kami bingung mau bagaimana, katanya. O brn