Beritabatavia.com -
Forum komunikasi antar warga di wilayah konflik di Jakarta perlu dibentuk. Dalam forum itu, nantinya warga yang bertikai akan disatukan untuk saling menjaga lingkungan dan warganya agar tidak lagi terlibat bentrok. Disarankan agar pemuda yang punya hati nurani atau karang taruna setempat juga dilibatkan dalam forum tersebut.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto mengungkapkan, hal itu pernah dilakukan sewaktu dirinya menjabat Danrem Jakarta Timur. Waktu itu, dikatakan Prijanto, tawuran antara warga Berlan dan Palmeriam, Jakarta Timur sangat sering terjadi.
Begitu forum dibentuk, tawuran tidak lagi terjadi di kawasan itu. Hal itu juga yang akan dilakukan untuk mengatasi kasus tawuran yang terjadi antaran warga Menteng Tenggulun dengan warga Pasarmanggis, dan juga warga di wilayah Joharbaru, kata Prijanto di Jakarta, Rabu (6/7),
Dijelaskan Prijanto, forum yang nantinya dibentuk itu harus melibatkan dan dipimpin oleh para pemuda di wilayah tersebut. Hal ini perlu dilakukan, mengingat yang sering terlibat tawuran adalah kaum muda. Namun, para orangtua dan para tokoh masyarakat serta tokoh agama juga harus dilibatkan agar forum yang nantinya dibentuk bisa seimbang dan terpelihara dengan baik.
Ada ProvokatorDari laporan yang kami terima, ada pihak luar yang sengaja memprovokasi agar terjadi tawuran. Contohnya, ada pengendara motor yang lewat dari salah satu wilayah yang bertikai, kemudian dilempari batu oleh orang tak dikenal. Kemudian setelah si pengendara motor terjatuh dan terjadi bentrok, orang yang melakukan pelemparan itu menghilang, paparnya.
Dikatakan Prijanto, seandainya upaya provokasi itu memang benar-benar terjadi, ia meminta agar oknum yang tidak bertanggunjawab itu tidak lagi melakukannya. Karena, hal itu tidak hanya berdampak sosial, namun juga bisa berdampak luas pada ekonomi.
Prijanto juga menilai, tawuran yang terjadi merupakan bencana bagi ibu kota. Karena dapat merusak pembangunan yang saat ini sedang berjalan. Bencana itu terdiri dari tiga hal. Pertama bencana alam, kedua bencana non alam dan ketiga bencana sosial. Tawuran itu merupakan bagian dari bencana sosial, ujarnya.
Kepada para tokoh formal dan informal, ia juga berharap agar ikut saling membantu memperbaiki dan menjaga kondisi Jakarta dan wilayahnya masing-masing agar tetap aman dan nyaman. O brn