Beritabatavia.com -
Suasana lengang di Jakarta hanya bisa dirasakan saat menjelang Hari Raya Idul Fitri, ketika jutaan warga Jakarta mudik ke kampung halaman. Namun, pasca Hari Raya Idul Fitri, kehidupan warga ibukota Jakarta kembali diwarnai suasana riuh, semraut dan kemacetan. Hingga kini, Pemprov DKI belum mampu mengurai kemacetan yang sudah menjadi permasalahan klasik di Jakarta.
Berbagai upaya yang dilakukan Pemprov DKI, tak juga mampu membuat Jakarta bebas macet. Sejumlah kendala,ikut memicu terjadinya kemacetan, seperti rendahnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. Kemudian, buruknya kualitas transportasi angkutan umum, sehingga warga Jakarta enggan menggunakan angkutan umum untuk melakukan aktivitas. Ditambah lagi, tidak seimbangnya pertumbuhan jumlah kendaraan baik roda dua maupun roda empat dengan pertambahan ruas jalan.
Ditengah kondisi warga Jakarta yang stres akibat suasana di jalan raya yang layaknya seperti hutan rimba kendaraan tanpa ada aturan. Mantan Kapolda Metro Jaya Komisaris Jenderal (Komjen) Purnawirawan H Drs Noegroho Djajoesman yang juga mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2012 mendatang mengatakan, kemacetan Jakarta pasti bisa diatasi.
Menurut Noegroho, dirinya memahami kondisi warga Jakarta yang setiap hari tak pernah luput dari kemacetan, sehingga stres. Namun, Noegroho yang biasa disapa Bang Nug, optimis permasalahan Jakarta khususnya kemacetan dapat diatasi. Jika, semua pihak bersama melakukan upaya dan meningkatkan kesadaran serta displin dalam berlalu lintas. Dengan kesadaran dan displin serta efisiensi setiap pribadi dalam penggunaan kendaraan untuk beraktifitas, macet pasti bisa diatasi. Dari kita oleh kita, dan baik buruknya juga untuk kita, tegas Noegroho.0 son