Beritabatavia.com -
Berikan Kesempatan pada Presiden terpilih. Sampaikan kritik, tetapi jangan sampai mengganggu kinerja pemerintah. Meskipun sistem ekonomi yang berjalan, tidak sesuai dengan cita-cita pendiri bangsa.PELAKSANAAN pemilihan Presiden (Pilpres) baru akan berlangsung 2014. Namun, eskalasi politik sudah mulai melakukan pemanasan. Tidak hanya di kalangan elit politik, tetapi masyarakat luas juga sudah mengelus-elus sosok pemimpin Indonesia masa depan.
Beragam kriteria yang diinginkan masyarakat harus dimiliki calon pemimpin Indonesia. Diantaranya, masyarakat mewajibkan agar pemimpin ke depan harus berkarakter dan memiliki keberanian, ketegasan dan berpihak pada rakyat.
Dalam banyak pertemuan banyak terdengar, bagaimana seorang Prabowo Subianto disebut sosok yang punya cita-cita membuat rakyat Indonesia ‘cukup makan 3 kali sehari, cukup sandang, punya perumahan yang layak, terciptanya rasa aman dan nyaman’. Bahkan disebut juga Prabowo tidak menyukai kader-kader yang berwatak pragmatis.
Dalam sebuah tulisan bertajuk Prabowo Lahir Untuk Jadi Pemimpin yang ditulis Hamzah Palalloi yang saat ini menekuni pendidikan Magister Ilmu Komunikasi, jurusan Media dan Komunikasi Politik, menyebutkan Prabowo sangat dekat dihati publiknya. Inilah yang banyak disebut orang sebagai sosok yang memiliki ‘pendukung fanatik’.
Hamzah juga membayangkan dan menerawang jauh ke masa silam dengan pertanyaan-pertanyaan. Bagaimana masa-masa ketika Prabowo dilahirkan di muka bumi ini oleh ibunya? Apakah ada tanda-tanda ‘kemukjizatan’ yang sejak awal terlihat? Bagaimana masa muda Prabowo? Bagaimana ia bisa menikahi putri Soeharto yang saat itu begitu kuat dan berkuasa?
Pemimpin Yang Dilahirkan
Mencermati fenemona yang menyelimuti diri Prabowo, Hamzah lalu menyimpulkan bahwa seorang pemimpin itu ternyata dilahirkan, tidak diciptakan,. Alasannya sederhana, belakangan ini banyak figur-figur publik ketika menginginkan ‘sesuatu’, maka yang dilakukannya adalah ‘menggenjot’ pencitraan agar bisa diterima khalayak. Termasuk menggelontorkan milyaran rupiah hanya untuk merebut sebuah ‘daya terima’ publik.
Makanya tak heran, media-media dan televisi nasional begitu banyak menerima orderan ‘pariwara’ dari tokoh hanya untuk menaikkan popularitasnya. Boleh jadi, ini juga yang menyebabkan, mengapa Prabowo belakangan ini jarang tampil di media.
Mungkin, Prabowo ingin mengukur daya terimanya di publik, tanpa melakukan sosialisasi yang ‘jor-joran’. Bahkan mungkin boleh jadi, Prabowo berpikir bahwa menggelontorkan dana yang tak sedikit melalui ‘pariwara media’ adalah cara-cara yang kerap dipakai kaum kapitalis.
Tentu jika ini alasannya, maka Prabowo cenderung memakai caranya sendiri, yakni lebih baik dana itu dijadikan ambulance lalu dibagikan ke daerah-daerah. Lebih baik dana itu untuk diberikan bantuan bagi pedagang atau kaum petani. Ya, sebuah konsistensi akan mencapaian visi ekonomi kerakyatannya.
Menurut Hamzah, kerja-kerja politik ala Prabowo, adalah tipe kerja politik dari seseorang yang ‘dilahirkan’ untuk menjadi pemimpin. Sementara tipe kerja politik dari seseorang yang ‘diciptakan’ biasanya cenderung menggunakan cara-cara ‘instan’.
Mungkin keduanya punya sisi keunggulan dalam merebut simpati rakyat, namun magnet dan ekspektasi daya terima rakyat amat berbeda. Orang yang dilahirkan sebagai pemimpin, bisanya memiliki daya kharismatik tinggi, tidak dipertanyakan dari mana ia berasal, jabatan apa yang pernah ia sandang dan lain sebagainya.
Satria Piningit
Dalam kajian fenomenologi, seseorang yang lahir sebagai pemimpin, ketika tampil di depan publik, maka aura kepemimpinannya begitu memancar, sehingga apapun yang ia gunakan pasti menjadi perbincangan.
Sebut saja ketika Prabowo menggunakan peci, kemeja batik, dan tersenyum kepada publiknya, maka yang ada di benak publik, bahwa Prabowo adalah sosok yang Indonesianis, sederhana, berbudaya, dan kharismatik. Dukungan dan empati begitu mudah diraihnya.
Menariknya, publik akan melakukan respon atas apa yang dinilainya menjadi kekurangan seorang Prabowo Subianto. Seperti, siapa yang akan menjadi ‘ibu negara’, pasca berpisah dengan Titik Soeharto. Mengapa pula Prabowo sering menggunakan kemeja khas ala Soekarno, apakah bajunya yang dimilikinya hanya itu?
Kemudian, benarkah Prabowo seorang pelanggar HAM, dan lain sebagainya. Ini semua terjadi, karena publik menginginkan tokoh yang perfect (sempurna) di tengah ‘suasana’ dan ‘aroma’ kemunduran yang dirasakan Bangsa Indonesia saat ini.
Tidak semua rakyat Indonesia mengetahui apa makna dibalik pengistilahan dan sinkritisme Jawa yakni ‘Satria Piningit’. Tapi, Prabowo seolah memberikan arti bahwa Satria Piningit itu telah dilahirkan untuk menjadi seorang pemimpin. Bukan diciptakan oleh hasil survey, hasil pengiklanan dan kampanye media massa.
Berikan Kesempatan Presiden Terpilih
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto menunjukan sikap satria, jujur dan komitmen terhadap pembangunan bangsa Indonesia.
Prabowo mempersilahkan kepada presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk bekerja sesuai dengan mandat yang diberikan oleh rakyat.
Tahun 2009 kemarin bangsa kita telah memutuskan si A yang menang, suka tidak suka, boleh kita mengatakan kecurangan, namun berilah kesempatan orang mau kerja, kata Prabowo di Kantor DPP Gerindra, Jakarta, Minggu lalu.
Prabowo mengatakan, dirinya memberi kesempatan selama lima tahun agar presiden terpilih bekerja. Nantinya, masyarakat yang akan menilai apakah SBY mendapatkan rapor merah atau tidak. Jangan kita ganggu dengan banyak ngoceh. Kritik boleh tapi nanti bisa dianggap sakit hati, katanya.
Meskipun, Prabowo tetap berkeyakinan bahwa hingga kini Indonesia masih menganut sistem ekonomi yang menyimpang dari cita-cita para pendiri bangsa, yakni sistem neo-liberalisme. Karena kita punya keyakinan ideologis, kita faham sistem neoliberalisme, pasar bebas, tidak mungkin membawa kesejahteraan bagi orang miskin, ujarnya.
Prabowo meyakini rakyat Indonesia akan sejahtera dan makmur, apabila sistem ekonomi dikembalikan kepada Pasal 33 UUD 45.Sampai saat ini kekayaan nasional Indonesia masih terus mengalir ke luar negeri, dan tidak memberikan kesejahteraan bagi rakyat, tegasnya.0 son