Minggu, 11 Desember 2011 17:59:47

Dinas PU DKI Selidiki Kasus Robohnya Jembatan Marunda

Dinas PU DKI Selidiki Kasus Robohnya Jembatan Marunda

Beritabatavia.com - Berita tentang Dinas PU DKI Selidiki Kasus Robohnya Jembatan Marunda

Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta untuk menyelidiki penyebab robohnya jembatan Marunda di Jalan ...

Dinas PU DKI Selidiki Kasus Robohnya Jembatan Marunda Ist.
Beritabatavia.com - Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta untuk menyelidiki penyebab robohnya jembatan Marunda di Jalan Arteri Marunda, Jakarta Utara pada Minggu (11/12) dinihari.

Selain itu, dia memerintahkan Dinas PU DKI menjatuhkan sanksi bagi kontraktor Jembatan Marunda, agar kontraktor secepatnya memperbaiki jembatan dan menyelesaikan pembangunannya sesuai dengan jadwal semula yakni, 14 Maret 2012.

Jembatan ini roboh saat masih dalam pengerjaan. Karenanya, hal ini masih menjadi tanggungjawab kontraktor dan kontraktor harus tanggungjawab memperbaikinya tentunya dengan kualitas yang sama dan selesai tepat waktu sesuai jadwal semula, ujar Fauzi Bowo saat meninjau lokasi robohnya Jembatan Marunda, Minggu (11/12).

Dikatakan Fauzi, setelah balok tersebut jadi, oleh PT Bunga Tanjung Raya, selaku kontraktor pembangunan jembatan, dibawa ke lokasi untuk dipasang. Namun, dalam pemasangan dinihari tadi, terjadilah insiden yang tidak diinginkan dimana lima dari enam balok podasi jembatan itu roboh.

Terhadap satu balok yang masih tersisa, dikatakan Fauzi, saat ini masih dalam penyelidikan Dinas PU DKI Jakarta. Penyelidikan dilakukan untuk mengetahui apakah balok itu layak atau tidak. Jika, kondisinya tidak memungkinkan, maka balok itu harus diganti baru dengan kualitas terjamin tentunya. Fauzi juga meminta, pihak kontraktor agar semaksimal mungkin dalam memperbaiki dan menyelesaikan pembangunan jembatan tersebut.

Manajer Lapangan PT Bunga Tanjung Raya, Onasis Chelerides mengatakan, saat ini kondisi eksisting Jembatan Marunda, rangka bajanya diperbaiki oleh pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PU. Sedangkan untuk pelebaran jembatan, dikerjakan oleh Dinas PU DKI Jakarta dengan nilai proyek sebesar Rp 17,7 miliar dari APBD DKI 2011.

Volume proyek atau panjang jembatan yang dikerjakan sepanjang 620 meter. Namun untuk pemasangan balok, atau pondasi jalannya hanya sepanjang 120 meter yang terbagi dalam lima segmen. Masing-masing segmen panjangnya berbeda-beda. Yakni segmen pertama sepanjang 10 meter seluruhnya sudah terpasang.

Lalu, segmen kedua panjang bentang balok 30,8 meter yang saat ini roboh. Di segmen kedua ini terdapat enam balok namun lima lainnya ambruk dan hancur berkeping-keping. Segmen ketiga panjang balok mencapai 40,8 meter dan saat ini belum terpasang. Lalu, segmen empat sepanjang 30,8 meter sudah terpasang dan segmen kelima sepanjang 10 meter juga sudah terpasang.

Setiap balok yang ambruk itu bobotnya mencapai 54 ton. Akibat kejadian ini kami mengalami kerugian materi sebesar Rp 550 juta, kata Onasis Chelerides.

Ia menduga, ambruknya balok itu karena saat dipasang salah satunya dalam posisi miring. Kemudian balok yang miring itu roboh dan menimpa empat balok gerder lainnya yang dipasang sejajar. Dalam wkatu kurang lebih 30 menit, kelima balok itu akhirnya ambruk ke kali Cakung Drain.

Adapun jarak antara balok satu dengan lainnya mencapai 80 sentimeter dan seluruhnya belum dicor. Padahal, rencananya jika tidak roboh, siang ini keenam balok itu akan dicor dan dipasangi besi plat untuk landasan jembatan. O bjc
Berita Lainnya
Kamis, 21 September 2023
Rabu, 13 September 2023
Selasa, 29 Agustus 2023
Kamis, 17 Agustus 2023
Senin, 12 Juni 2023
Minggu, 19 Maret 2023
Jumat, 17 Februari 2023
Sabtu, 11 Februari 2023
Rabu, 14 Desember 2022
Sabtu, 19 November 2022
Jumat, 17 Juni 2022
Selasa, 19 April 2022