Kamis, 11 April 2019

Mus Mulyadi, Penyanyi Keroncong Berpulang

Mus Mulyadi, Penyanyi Keroncong Berpulang

Beritabatavia.com - Berita tentang Mus Mulyadi, Penyanyi Keroncong Berpulang


Penyanyi legendaris Mus Mulyadi yang sangat lekat dengan musik keroncong Indonesia, meninggal dunia Kamis (11/4), pada pukul 09.08 WIB, di rumah ...

Ist.
Beritabatavia.com -
Penyanyi legendaris Mus Mulyadi yang sangat lekat dengan musik keroncong Indonesia, meninggal dunia Kamis (11/4), pada pukul 09.08 WIB, di rumah sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan setelah sarapan pagi.

Pelantun Rek Ayo Rek, sebelumnya dilarikan ke rumah sakit setelah kadar gula dalam darahnya tinggi. Selama ini, Mus diketahui menderita pentakit diabetes. Sebelum meninggal, pelantun "Jembatan Merah" itu sempat mengatakan bahwa kondisinya sudah mulai pulih.

"Apa ya tadi, bilangnya sudah enakan padahal tadinya gulanya sudah turun, habis makan beliau bilang makanannya enak," kata Erick Haryadi, putra Mus Mulyadi.

Tak lama setelah sarapan, Mus Mulyadi menghembuskan napas terakhir. "Sudah habis itu hilang, ke rumahnya, ke rumah Bapa di Surga," jelasnya.

Mus Mulyadi dilahirkan di Surabaya, Jawa Timur, pada 14 Agustus 1945. Pelantun "Kota Solo" itu meninggalkan satu istri dan dua orang anak. Masa remajanya, Mus Mulyadi sempat menjadi pendiri grup musik khusus perempuan di Surabaya bernama Irama Puspita.

Namun grup musik ini lantas bubar setelah tiga personelnya yakni, adalah Titiek AR, Lies AR dan Sugien alias Susy Nander memilih hengkang dan pindah ke Jakarta. Diketahui ketiganya lantas bergabung denga band Dara Puspita.

Tahun 1994, Mus bergabung dengan band Arista Birawa. Bersama dengan Jeffry Zaenal (drum), M Yusri (gitar), Oedin Syachpada (gitar) dan Sonata Tanjung, Mus yang memegang alat musik bas lantas menelurkan album Jaka Tarub. Tak lama Mus memutuskan pergi ke Singapura atas ajakan rekannya yakni Jerry Souisa.

Mus juga turut mengajak rekannya di band Arista Birawa, yakni Jeffry Zaenal dan seorang rekannya Arkan. Berangkat dengan perahu kayu, Mus dan rekannya tiba di Singapura. Dua tahun tinggal menumpang di rumah orang Melayu, Mus dan tekan-rekannya tak kunjung mendapatkan tawaran show. Mereka bahkan dempat menjadi gelandangan. Pada masa itu, Mus terus menulis dan membuat lagu.

Bersama rekannya itu Mus lantas membentuk grup band The Exotic dengan personel Jerry Souisa (gitar), Arkan (gitar), Jeffry Zaenal (drum) dan Mus Mulyadi pada bas sekaligus vokalis dan menelurkan dua album Pop dan Keroncong dalam bentuk vinyl. Di album inilah Mus Mulyadi menambahkan nama "Mus" dalam namanya.

Setelah mengantongi 2.800 dollar Singapura, Mus Mulyadi memutuskan untuk pulang ke Tanah Air. Di Indonesia pria kelahiran Surabaya, 14 Agustus 1945 itu mendapat tawaran untuk bergabung di grup Empat Nada band berutan A Riyanto. Bergabungnya Mus membuat band ini mengubah namanya menjadi Favourites Group.

A Riyanto alias Kelik (keyboard/vokal), Nana Sumarna (bas), Eddy Syam (gitar) , M.Sani (drum), Mus Mulyadi (rhythm/vokal), grup band Favourites Group menelurkan karya antara lain, "Cari Kawan Lain", "Angin Malam", "Seuntai Bunga Tanda Cinta", "Nada Indah" dan masih banyak lagi.

Di tengah berkarir bersama Favourites Group, Mus mendapat tawaran menyanyi solo. Mus lantas menyanyikan lagu ciptaan Is Haryanto yang berjudul "Rek Ayo Rek". Lagu ini begitu populer, bahkan hingga saat ini sudah menjadi ikon untuk kota Surabaya.

Kemudian, Mus mencoba membuat album keroncong pop pertamanya juga laris di pasaran. Lagu-lagunya seperti "Kr Dewi Murni", "Kota Solo", "Jembatan Merah", "Dinda Bestari", "Sapu Tangan" menjadikan Mus Mulyadi mendapatkan julukan "King of Keroncong". 0 KMC






Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Sabtu, 20 Juli 2019
Selasa, 16 Juli 2019
Minggu, 14 Juli 2019
Selasa, 09 Juli 2019
Senin, 08 Juli 2019
Minggu, 07 Juli 2019
Kamis, 04 Juli 2019
Selasa, 02 Juli 2019
Senin, 01 Juli 2019
Minggu, 30 Juni 2019
Sabtu, 29 Juni 2019
Rabu, 26 Juni 2019