Selasa, 15 Juni 2021 16:42:17

Masih Tinggi Penyalahgunaan Narkotika, Kapolri Perintahkan Bentuk Kampung Tangguh Narkoba

Masih Tinggi Penyalahgunaan Narkotika, Kapolri Perintahkan Bentuk Kampung Tangguh Narkoba

Beritabatavia.com - Berita tentang Masih Tinggi Penyalahgunaan Narkotika, Kapolri Perintahkan Bentuk Kampung Tangguh Narkoba

Semanggi - Di saat pemerintah khususnya aparat penegak hukum disibukkan dengan tugas-tugas penanganan pandemi covid serta pemulihan ekonomi ...

Masih Tinggi Penyalahgunaan Narkotika, Kapolri Perintahkan Bentuk Kampung Tangguh Narkoba Ist.
Beritabatavia.com -

Semanggi - Di saat pemerintah khususnya aparat penegak hukum disibukkan dengan tugas-tugas penanganan pandemi covid serta pemulihan ekonomi nasional, timbul fenomena maraknya penyelundupan narkoba khususnya dari sindikat internasional yang memanfaatkan situasi pandemi ini. Untuk itu Kapolri memerintahkan anak buahnya untuk mendirikan Kampung Tangguh Narkoba, dengan tujuan memberantas peredaran hingga penggunaan narkoba. "Kalau waktu yang dulu kita telah menciptakan kampung-kampung tangguh dalam rangka pemberantasan laju perkembangan Covid, maka kali ini saya minta Kampung Tangguh Narkoba diciptakan di seluruh Indonesia," ujar Sigit saat jumpa pers pengungkapan 1,129 ton sabu oleh Satgas Pengungkapan Kasus Narkoba, di Mapolda Metro, Jakarta, Senin Senin (14/6/2021). Sigit menjelaskan, dalam pelaksanaannya Polri akan melibatkan unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat hingga agama dalam mendirikan Kampung Tangguh Narkoba. "Harapannya dapat terbentuk daya cegah atau tangkal terhadap peredaran narkoba. Kemudian terhadap peredaran yang ada segera bisa diinformasikan, sehingga kemudian kita bisa tangkap," katanya. Saat yang sama Sigit juga menyampaikan keberhasilan Satgas Pengungkapan Kasus Narkoba Polda Metro Jaya berhasil menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu jaringan internasional asal Iran - Indonesia dengan total 1,129 ton sabu. Sigit mengungkapkan Satgas tersebut merupakan bentukan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M. Fadil Imran. "Kasatgas Direktur Resnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Mukti Juharsa sebagai, serta Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Hengki Haryadi sebagai Wakasatgas, yang dalam pelaksanaannya bekerjasama dengan Dirjen PAS Kemenkum Ham," jelasnya. Awalnya, tutur Sigit, tim Polres Metro Jakarta Pusat mengamankan lima Warga Negera Indonesia inisial MR, AH, HS, NB dan EK dari Gunung Sindur, Bogor, pada pada bulan Mei 2021, dengan barang bukti sabu seberat 393 Kg. Selanjutnya dilakukan pengembangan oleh Satgas Pengungkapan Kasus Narkoba Polda Metro Jaya, ke Ruko Pasar Modern Bekasi Town Square, dan diamankan dua Warga Negara asal Nigeria CSN dan OJN, dengan barang bukti sabu seberat 511 Kg, kemudian di Apartemen Basura Jakarta Timur dengan barang bukti 50 Kg sabu, serta di Apartemen Grand Pramuka dengan 175 Kg sabu. "Apabila ini (sabu) berhasil diedarkan, maka nilai barang bukti yang saat ini kita amankan kurang lebih Rp1,694 triliun. Artinya kalau dihitung dengan jumlah jiwa maka 5,6 juta jiwa masyarakat yang bisa kita selamatkan dari potensi penyalahgunaan narkotika," lanjut Sigit. "Oleh karena itu, sekali lagi dalam kesempatan ini tentunya saya terus menyerukan kepada seluruh anggota untuk terus berperang dan tuntaskan penanganan masalah narkoba ini mulai dari hulu sampai dengan hilir," pungkasnya. 0 fer

Berita Terpopuler
Selasa, 30 November 2021
Berita Lainnya
Senin, 25 Oktober 2021
Minggu, 24 Oktober 2021
Jumat, 22 Oktober 2021
Selasa, 19 Oktober 2021
Senin, 18 Oktober 2021
Kamis, 14 Oktober 2021
Kamis, 14 Oktober 2021
Jumat, 08 Oktober 2021
Senin, 04 Oktober 2021
Senin, 04 Oktober 2021
Selasa, 28 September 2021
Selasa, 21 September 2021