Senin, 10 Mei 2010 16:32:32

In Memoriam Abah Us Us: Komedian Pintar dan Berwawasan Luas

In Memoriam Abah Us Us: Komedian Pintar dan Berwawasan Luas

Beritabatavia.com - Berita tentang In Memoriam Abah Us Us: Komedian Pintar dan Berwawasan Luas

PANGGUNG komedi Indonesia kembali kehilangan salah seorang putra terbaiknya. Sabtu (8/5) lalu, komedian ...

In Memoriam Abah Us Us: Komedian Pintar dan Berwawasan Luas Ist.
Beritabatavia.com - PANGGUNG komedi Indonesia kembali kehilangan salah seorang putra terbaiknya. Sabtu (8/5) lalu, komedian senior Abah Us Us berpulang dalam usia 69 lantaran penyakit jantung setelah sempat dirawat selama sehari di RS Mohammad Husni Thamrin. Kepergian Abah Us Us tak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, melainkan juga rakyat Indonesia, mengingat sudah 51 tahun Abah Us Us membuat rakyat Indonesia terpingkal-pingkal dengan berbagai banyolannya lewat grup lawak D’Bodor yang diawakinya bersama Yan Asmi atau Kang Uyan dan Kang Engkus.

Banyak kejadian yang telah dialami seniman Sunda ini. Mulai dari mengadu nasib ke Jakarta pada 1959 hingga peniti kesayangannya. Tak heran jika Abah Us Us dikenal sebagai salah seorang Bapak Lawak asal Tanah Pasundan. Abah Us Us sempat mengungkap cerita di balik peniti yang jadi trade mark-nya. Menurut dia, peniti tersebut dipakai secara tak sengaja. Kala itu, kancing bajunya terlepas. Lantaran harus cepat-cepat manggung, dia terpaksa memakai peniti di bajunya. Sejak saat itu penggemarnya selalu menanyakan benda tersebut jika tak dipakai dalam penampilannya. Akhirnya, sudah saja saya pake, katanya pada suatu kesempatan.

Sama halnya dengan peniti, karir pemilik nama asli Ahmad Yusuf Wardapranata ini cukup menarik. Berawal dari kesukaannya terhadap pelawak dunia Jerry Lewis, dia mulai meniti karir sebagai komedian dari nol. Setelah berkiprah di tanah kelahirannya, Abah Us Us memutuskan hijrah ke Jakarta.

Berkeliling dari satu panggung ke panggung lainnya, Abah Us Us akhirnya menjejakkan kaki ke layar lebar. Belasan film pernah dibintanginya, seperti  Darah Tinggi (1960), Benyamin Biang Kerok (1972), Bing Slamet Koboi Cengeng (1974), Permata Bunda (1974), Ali Baba (1974), Keluarga Sinting (1975), Maju Kena Mundur Kena (1983), Pokoknya Beres (1983), Tahu Diri Dong (1984), dan Jual Tampang (1990).

Lantaran itu pula komedian sekaligus presenter senior Aom Kusman menilai Abah Us Us sebagai sosok yang fenomenal. Aom mengenal Abah Us Us saat masih duduk di bangku SD.
Di tahun 1960-an, jarang anak muda yang bisa masuk film karena susah. Tapi, Abah Us Us bisa mudah bermain film, katanya kepada wartawan, Sabtu (8/5).

Aom pun menyebut Abah Us Us sebagai komedian yang pintar dan berwawasan luas. Tak heran kalau dia sampai terinspirasi Abah Us Us. Pengetahuan komedinya sangat luas dan pintar. Kita harus bangga memiliki tokoh komedi seperti Abah Us Us. Dia Jerry Lewis-nya Indonesia, ujarnya.

Di tengah kepopulerannya, Abah Us Us memutuskan kembali ke Bandung untuk kuliah. Dia merasa mulai jenuh main film. Kepulangan Abah Us Us ke kampung halamannya justru membawa berkah. Di masa inilah dia menemukan pendamping hidupnya. Beberapa tahun terakhir, ayah empat anak kelahiran Bandung, 13 Juni 1940 ini, lebih banyak menghabiskan waktu menjaga cucu.

Pada malam anugerah Festival Film Bandung di Hotel Horison, Bandung, 23 April 2010 lalu, Abah Us Us menerima penghargaan Life Achievement bersama aktris senior Nani Wijaya. O mean
Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Senin, 15 Mei 2023
Selasa, 02 Mei 2023
Jumat, 18 Maret 2022
Jumat, 10 Desember 2021
Rabu, 13 Oktober 2021
Kamis, 23 September 2021
Jumat, 03 September 2021
Senin, 19 Juli 2021
Jumat, 23 Oktober 2020
Kamis, 03 September 2020
Jumat, 17 Juli 2020
Senin, 13 Juli 2020