Senin, 17 Desember 2018

Cak Imin: Orang Bodoh Ingin Balik ke Orba

Cak Imin: Orang Bodoh Ingin Balik ke Orba

Beritabatavia.com - Berita tentang Cak Imin: Orang Bodoh Ingin Balik ke Orba

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyebut kembali ke Orde Baru adalah keinginan yang bodoh. Padahal, banyak ...

Ist.
Beritabatavia.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyebut kembali ke Orde Baru adalah keinginan yang bodoh. Padahal, banyak manfaat yang diperoleh khususnya di bidang politik pascareformasi.

"Bodoh rasanya kalau ada yang masih ingin kembali ke Orde Baru," ucap Cak Imin yang disambut tepuk tangan oleh ratusan kadernya dalam acara pembekalan caleg PKB sekaligus Haul Gusdur di Balai Sarbini, Jakarta, Senin (17/12).

Cak Imin lantas mengungkit riwayat Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri. Di masa Orde Baru, sambung dia, tidak ada yang bisa membayangkan Hanif bisa menjadi menteri seperti saat ini.

Begitu pula ketika dia mengungkit Imam Nachrawi dan Eko Putro Sandjojo. Cak Imin menyebut berkat reformasi Imam dapat menduduki posisi Menteri Pemuda dan Olahraga serta Eko menjabat sebagai Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Cak Imin juga menyinggung Menteri Riset dan Teknologi Mohammad Nasir serta Ida Fauziyah. Dia mengatakan Nasir belum tentu jadi menteri jika tidak ada momen reformasi pada 1999. Ida Fauziyah, katanya, juga belum tentu bisa menjadi anggota DPR selama 4 periode berturut-turut.

"Inilah berkah Reformasi yang patut kita syukuri. Kalau ingin kembali ke Orde Baru, sama saja tidak ingin jadi menteri lagi," ucap Cak Imin disambut gelak tawa kader PKB.

Cak Imin kemudian mengatakan saat ini kaum santri menjadi rebutan para kontestan Pemilu 2019. Khususnya pilpres. Dia menganggap santri kini menjadi idola. Alasannya, karena capres-cawapres berebut meraih simpati kalangan santri demi kalangan elektoral. "Bahkan sampai ada yang diakui sebagai santri milenial. Itu semua berkat reformasi yang harus disyukuri," kata Cak Imin.

Dilanjutkan, pada Pilpres 2019, PKB bertekad menyumbang minimum 25 juta suara bagi pasangan capres-cawapres RI Jokowi-Maruf Amin. Sebab, kemenangan pasangan nomor satu akan melanjutkan perjuangan dan cita-cita Gus Dur. "Kami akan melakukan konsolidasi internal keluarga besar NU, PKB, ahlus sunnah, dan pesantren. Langkah ini untuk menyatukan dan menambah perolehan suara hingga tiga kali lipat," lontarnya.

Saat Pilpres 2014, sambung dia, pemilih Jokowi dari kalangan NU, PKB, ahlus sunnah dan pesantren mencapai 11 juta.  "Sekarang, kami tambah tiga kali lipat. Kenapa tiga kali lipat? Karena dulu 2014, anak saya dua orang belum punya hak coblos, kali ini sudah bisa dua-duanya," kata Cak Imin.

Acara Konsolidasi Caleg PKB dan Haul kesembilan Gus Dur dihadiri Presiden RI Joko Widodo, ratusan caleg PKB, pengurus DPP PKB serta sejumlah kader PKB yang menjabat menteri di Kabinet Kerja. (R3)





Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Selasa, 18 Desember 2018
Senin, 17 Desember 2018
Jumat, 14 Desember 2018
Selasa, 11 Desember 2018
Senin, 10 Desember 2018
Selasa, 04 Desember 2018
Minggu, 02 Desember 2018
Senin, 26 November 2018
Kamis, 22 November 2018
Senin, 19 November 2018
Selasa, 06 November 2018
Rabu, 31 Oktober 2018