Rabu, 09 Januari 2019

Antasari Azhar: Astagfirullah, Teror ke KPK Kok Masih Ada

Antasari Azhar: Astagfirullah, Teror ke KPK Kok Masih Ada

Beritabatavia.com - Berita tentang Antasari Azhar: Astagfirullah, Teror ke KPK Kok Masih Ada


 Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar angkat suara mengenai teror bom di rumah Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil ...

Ist.
Beritabatavia.com -
 Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar angkat suara mengenai teror bom di rumah Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif hari ini.

"Astagfirullah. KPK kok masih diserang terus sih? Saya pikir dengan memenjarakan saya selesai. Rupanya masih ada juga ya mudah-mudahan selamat lah," kata Antasari di Gedung Bina Graha, Rabu (9/1).

Antasari menyatakan kejadian seperti ini memang kerap diterima jajaran KPK sedari dulu. Teror seperti itu akan terus terjadi kepada lembaga antirasuah ini. Sehingga, ia meminta KPK tetap jalan terus tanpa takut terhadap teror.

"Kalau saya masuk hari ini, korupsi tak akan berhenti. Jalan terus kan, makanya tidak akan bisa kita teror, KPK tidak akan bisa diteror, percayalah," tutur Bapak dua anak kelahiran kota Pangkalpinang 18 Maret 1953.

Kendati demikian ia tak mau berspekulasi mengenai penyebab atau tujuan dari teror terhadap pimpinan KPK hari ini. "Mungkin ada yang ingin dibuat KPK, tahu mereka melakukan tindakan korupsi sehingga KPK tidak bergerak," ucap Antasari.

Jebloan Universitas Sriwijaya dan Universitas New South Wales meminta agar KPK tetap meneruskan pekerjaan pemberantasan korupsi dan tidak takut terhadap teror pasca peristiwa pelemparan bom ke rumah dua pimpinan KPK.
  
"Dulu waktu saya masuk KPK, saya katakan walau saya tidak masuk hari ini, berantas korupsi jangan berhenti. Jalan terus kan, makanya tidak bisa diteror, KPK tidak akan bisa diteror, lho kini kok malah ada teror," lontarnya.
  
Antasasri diberhentikan secara tetap dari jabatannya sebagai ketua KPK pada tanggal 11 Oktober 2009 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, setelah diberhentikan sementara pada tanggal 6 Mei 2009.

Pada 11 Februari 2010 Antasari divonis hukuman penjara selama 18 tahun karena terbukti bersalah turut serta melakukan pembujukan untuk membunuh Nasrudin Zulkarnaen, namun kasus ini menjadi kontroversi karena masyarakat Indonesia meyakini adanya kriminalisasi KPK, dimana Antasari sangat gigih berjuang untuk membersihkan Indonesia dari praktik KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) melalui KPK. 0 RIO
Berita Terpopuler
Rabu, 20 Maret 2019
Berita Lainnya
Rabu, 13 Februari 2019
Selasa, 12 Februari 2019
Kamis, 07 Februari 2019
Senin, 04 Februari 2019
Sabtu, 02 Februari 2019
Jumat, 01 Februari 2019
Rabu, 30 Januari 2019
Selasa, 29 Januari 2019
Rabu, 23 Januari 2019
Rabu, 16 Januari 2019
Selasa, 15 Januari 2019
Senin, 14 Januari 2019