Beritabatavia.com -
Peramal kondang Mama Lauren adalah sosok yang baik dan luar biasa di mata suami, keluarga, kerabat, dan tetangga. Sekalipun ada perselisihan, selalu ada yang mengalah dari kam. di mana salah satu dari kami menghindar dulu sejenak, kata Hendrik Pasaribu, suami almarhumah Mama Lauren, Selasa (18/5).
Hendrik mengungkapkan, sebelum meninggal dunia Mama Lauren pernah mengatakan kepadanya bahwa tahun ini keadaan tidak bagus meliputi dirinya karena ada chiong. Chiong, Hendrik melanjutkan, adalah bintang yang menaungi Mama Lauren dan shionya tidak cocok sehingga perempuan kelahiran Eindhoven, Belanda, 23 Januari 1932 itu, didera sakit tahun ini.
Dia menjelaskan, Mama Lauren pernah terserang stroke selama delapan bulan, tetapi sembuh hingga 95 persen. Sejak itu Hendrik kerap mendampingi istrinya itu kemana pun sambil tidak pernah lepas memeganginya agar tidak jatuh.
Sementara Krishna Mantra, putra Mama Lauren, menguraikan kesaksikan saat-saat terakhir Mama Lauren akan menghembus nafas terakhirnya. Pada Jumat minggu lalu, semangat Mama Lauren tampak bagus di mana dia bisa makan seperti biasanya. Namun, saat itu Mama Lauren tidak bisa tidur. Kami mencoba menghibur dan menemani Mama. Itu hal biasa dalam beberapa bulan ini, kata Krishna.
Keluarga, Krishna melanjutkan, sudah mengikhlaskan kepergiannya karena memang menganggap Mama Lauren sudah waktunya menghadap sang khalik. Kami memohon pada semua pihak yang mengenal Mama untuk ihklas dan meminta maaf jika Mama dan keluarga ada kesalahan, ujar Krishna.
Krishna juga mengutarakan pesan terakhir almarhum, dengan meminta keluarga jangan terjerumus kepada hal-hal salah, seraya terus membantu sesama.
Sementara itu Buang, tetangga Mama Lauren di Cipinang Indah sejak 1990-an, menilai almarhum sebagai pribadi berjiwa sosial tinggi dan kerap membantu sesamanya. Dia sering mengundang anak-anak yatim ke rumahnya. Saya kehilangan dia, kata lelaki tua itu.
O ant/mean