Beritabatavia.com -
INDONESIA kembali berduka. Gesang Martohartono, maestro keroncong bangsa ini, meninggal dunia di RSU PKU Muhammadiyah Solo, Kamis (20/5) pukul 18.10. Pencipta lagu keroncong legendaris
Bengawan Solo ini menutup mata dalam usia 92 tahun.
Sejatinya kondisi kesehatan sang maestro yang pada 1 Oktober 2010 nanti genap berusia 93 ini sempat membaik setelah sejak Minggu (16/5), mengalami penurunan kesehatan secara drastis dan harus dirawat di ruang ICU RSU PKU Muhammadiyah Solo. Tim dokter bahkan sempat berencana memindahkan Gesang ke bangsal perawatan reguler. Untuk proses pemulihan kesehatannya, kata dr Suryo Aribowo, Ketua Tim Dokter RSU PKU Muhammadiyah Solo yang merawat Gesang, kemarin.
Keputusan pemindahan dari ruang ICU ke bangsal perawatan masih menunggu sidang tim dokter. Tim dokter terdiri atas ahli penyakit dalam dr Surya Aribowo (ketua), Prof dr Suradi (ahli paru), dr Suharto (ahli urologi), dr Anik Rusnani (ahli syaraf), dan dr Trisula (ahli jantung). Mereka akan menyampaikan analisa masing-masing sebagai dasar mengambil keputusan.
Dari hasil diagnosis tim dokter, Suryo melanjutkan, diketahui kalau penurunan kondisi kesehatan Gesang secara drastis dipengaruhi tiga faktor, yakni kurangnya asupan makanan, riwayat komplikasi penyakit yang diderita sejak lama, dan faktor usia yang sudah lanjut. Pada Rabu (19/5), kondisi Gesang sempat memperlihatkan perkembangan menggembirakan. Meski dalam porsi kecil, Gesang sudah mau makan dan minum serta mampu berkomunikasi walau hanya satu dua patah kata. Tekanan darah yang sempat drop, telah normal kembali.
Sebelum masuk RSU PKU Muhmmadiyah pada Rabu (12/5) lalu, Prof dr Suradi yang juga Wakil Direktur RSU PKU Muhammadiyah menjelaskan, Gesang memang memiliki problem kesehatan utama. Di antaranya gangguan kelenjar prostat dan lemah jantung. Belakangan Gesang juga mengalami infeksi saluran kemih serta pernafasan. Gesang juga enggan makan, sesekali diikuti rasa mual dan muntah, hingga kondisi kesehatannya menurun drastis.
O ant/mean (Foto istimewa)