Beritabatavia.com -
Maestro Keroncong Gesang Martohartono sempat berada dalam kondisi kritis dua kali sebelum menghembuskan napas terakhir. Gesang kritis pada pukul 14.00 dan 17.30. Masa kritis disebabkan sesak napas dan infeksi paru-paru memburuk, kata ketua tim dokter yang menangani Gesang, Suryo Aribowo Taruno.
Selama masa kritis dokter melakukan sejumlah tindakan medis dan memberikan stimulasi obat. Namun, fisik Gesang yang sudah sangat renta, menginjak usia 92 tahun, membuatnya sulit bertahan. Saat masuk rumah sakit Gesang mengalami komplikasi jantung. Sakitnya juga berkaitan dengan faktor usia yang sudah tua, kata dokter Suryo.
Kondisi fisik Gesang menurun sejak Minggu(16/5) sore, hingga harus menjalani perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU). Pada Selasa dan Rabu, kondisinya mulai stabil. Gesang bahkan sudah mulai dapat berkomunikasi kembali dengan lirih. O tvo/mean (Foto
Vivanews)