Sabtu, 11 Mei 2013 12:42:28

Pajak Rakyat

Pajak Rakyat

Beritabatavia.com - Berita tentang Pajak Rakyat

Kecewa, saat melihat seorang wajib pajak yang dianggap hanya angin lalu oleh petugas pajak. “Letakin aja disitu,” kata seorang petugas ...

Pajak Rakyat Ist.
Beritabatavia.com - Kecewa, saat melihat seorang wajib pajak yang dianggap hanya angin lalu oleh petugas pajak. Letakin aja disitu, kata seorang petugas pajak yang tampak malas-malasan,  seraya menunjuk timbunan amplop coklat yang berantakan.

Rasa kecewa kian menumpuk, saat mendengar berita yang dilontarkan Direktur Jenderal Pajak Fuad Rachmany, bahwa penerimaan pajak tidak memenuhi target.  
Makanya, Fuad bilang tahun ini Ditjen Pajak akan melakukan upaya ekstra untuk mengejar target penerimaan. Menurutnya, di sektor pajak harus terus dilakukan ekstensifikasi baik dari wajib pajaknya maupun dari sektor fiskus.

Dipicu rasa kecewa itulah, kemudian menuai pertanyaan masyarakat. Setelah memenuhi kewajiban dalam hal ini membayar pajak, apakah yang sudah dilakukan negara untuk kita? Masyarakat menilai ungkapan klasik, jangan tanya apa yang sudah dilakukan negara buat kamu sudah usang dan tidak lagi relevan.

Sebab saat ini sudah berada pada era  ekonomi menjadi salah satu pertimbangan pokok  dalam memutuskan segala sesuatu.
Sehingga, sangat tidak masuk akal, ketika masyarakat sudah melakukan kewajibannya seperti membayar pajak. Tetapi  masyarakat tidak boleh bertanya, apakah yang sudah diberikan negara kepada rakyatnya ?

Apalagi saat ini, agak sulit menjelaskan tentang hal yang bagus-bagus dan baik yang sudah dilakukan negara untuk rakyatnya. Sebab, rakyat hanya berfikir, kapan kasus skandal Bank Century yang menghabiskan triliunan rupiah, tuntas.

Kekecewaan kian menyesakkan, karena merasa ditipu dengan sebutan bahwa uang yang digulirkan ke Bank Century itu disebut-sebut uang negara. Ucapan itu jelas bentuk penipuan dengan modus pemilihan kata.

Sejatinya, uang yang digunakan itu adalah uang rakyat ! Sebagian berasal dari pajak yang dibayarkan oleh rakyat. Sebagian lainnya hasil penjualan kekayaan alam negeri ini yang nota bene adalah milik seluruh bangsa Indonesia.

Seharusnya, uang itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan rakyat, seperti menyediakan sarana pendidikan dan  kesehatan gratis serta fasilitas umum maupun sarana transportasi. Serta membiayai kegiatan yang membuat rakyat aman, nyaman, damai dan tentram saat melakukan aktivitas.
 
Bukan untuk dinikmati sekelompok orang dengan modus menyelamatkan Bank Century yang sudah bobrok itu. Atau hanya untuk dikuasai oleh sekelompok orang dengan cara merampok atau di korupsi. 
   
Rakyat akan marah, apabila uang hasil dari kerja kerasnya diberikan untuk negara, kemudian disia-siakan atau di korupsi oleh dan digunakan untuk memperkaya diri sendiri. Atau uang hasil keringat rakyat digunakan hanya untuk membiayai gaji dan ongkos perjalanan dinas para pegawai negeri yang malas-malasan.

Jangan sampai, alasan rakyat taat membayar pajak hanya untuk bisa marah-marah dan memaki-maki negara kalau aparatnya tidak becus bekerja.Lalu menolak membayar pajak, karena rakyat sudah tidak lagi mau marah dan memaki-maki negara. O Edison Siahaan


Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Kamis, 04 Juni 2020
Kamis, 28 Mei 2020
Selasa, 26 Mei 2020
Sabtu, 23 Mei 2020
Rabu, 20 Mei 2020
Kamis, 14 Mei 2020
Senin, 04 Mei 2020
Senin, 27 April 2020
Sabtu, 25 April 2020
Sabtu, 18 April 2020
Rabu, 15 April 2020
Jumat, 10 April 2020