Selasa, 09 Juni 2015 09:40:11

Gaya Katak Berenang di Birokrasi

Gaya Katak Berenang di Birokrasi

Beritabatavia.com - Berita tentang Gaya Katak Berenang di Birokrasi

Melihat gaya katak dalam sebuah perlombaan olah raga renang memang indah, namun memuakan dan merusak apabila gaya katak berenang dipraktikkan dalam ...

Gaya Katak Berenang di Birokrasi Ist.
Beritabatavia.com - Melihat gaya katak dalam sebuah perlombaan olah raga renang memang indah, namun memuakan dan merusak apabila gaya katak berenang dipraktikkan dalam perilaku organisasi. Gaya katak berenang menyembah ke atas, menyepak ke samping, menginjak ke bawah. Loyalitas demi kepentingan memperoleh jabatan akan dilakukan sembah sungkem. Tak luput juga kepada atasan yang bisa memberikan, melindungi, dan melanggengkan jabatan basah.

Buluh bekti glondong pangareng areng akan dipersembahkan sebagai tanda bhaktinya. Tiada kata tidak dalam kamusnya, segala sesuatunya siap sedia dilaksanakan apapun perintahnya. Ia tak lagi malu untuk menjilat dan menjatuhkan siapa saja yang dianggapnya sebagai rival. Ia pun mampu menyepak ke samping demi kepentingannya.

Tak peduli teman dan sahabat siapapun dianggap menghambat akan disingkirkannya. Untuk meyepak ke samping, sungkem ke atas memerlukan energi. Kemana ia akan menemukanya? Energi ia peroleh dengan menginjak ke bawah, siapapun bawahanya atau yang lemah di matanya akan dieksploitasinya dan dijadikan sumber daya. Bahkan bisa dijadikan sapi perahan.

Kebanggaanya adalah tatkala dilabel sebagai tanaman keras, tak lagi malu walau dengan cara-cara tak wajar dan menyusahkan banyak orang. Tak lagi peduli apalagi empati, semua dilibasnya dan yang penting bisa happy dan selalu menang.

Para pecandu gaya katak ini tatkala menjadi pimpinan akan meminta diperlakukan yang sama bahkan bisa jadi melebihi. Mengherankan bagi yang waras, membanggakan bagi yang lali jiwo. Kebanggaan danĀ  kesukaannya akan terus merajalela di semua lini yang terus dihembus-hembuskan sebagai produk hutang budi yang melilit dan menarik ke dalam lingkaran setan KKN.

Sumberdaya manusia yang dibanggakan dengan pendekatan-pendekatan personal akan sangat merugikan dan merusak mental bahkan merusak organisasi. Ironisnya, gaya katak sudah dianggap wajar dan tak lagi dikritisi, semua permisif, hopeless dan bosan mengingatkan. Tatkala sistem-sistem mulai dibangun dan birokrasi mulai tercerahkan maka pelaku-pelaku gaya katak ini perlahan tapi pasti mati. O Kombes DR CDL

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Kamis, 04 Juni 2020
Kamis, 28 Mei 2020
Selasa, 26 Mei 2020
Sabtu, 23 Mei 2020
Rabu, 20 Mei 2020
Kamis, 14 Mei 2020
Senin, 04 Mei 2020
Senin, 27 April 2020
Sabtu, 25 April 2020
Sabtu, 18 April 2020
Rabu, 15 April 2020
Jumat, 10 April 2020