Selasa, 13 April 2010 19:02:07

Polri Baik Tapi Bisa Disuap

Polri Baik Tapi Bisa Disuap

Beritabatavia.com - Berita tentang Polri Baik Tapi Bisa Disuap

JAKARTA. “ Jangan dekat-dekat dengan polisi, mereka tidak baik, kalau kamu salah langsung ditangkap,” larangan itu dilontarkan ibu Marya ...

Polri Baik Tapi Bisa Disuap Ist.
Beritabatavia.com - JAKARTA. Jangan dekat-dekat dengan polisi, mereka tidak baik, kalau kamu salah langsung ditangkap, larangan itu dilontarkan ibu Marya secara spontan saat melihat kami mendekat dengan seorang polisi yang mengendarai sepeda motor besar saat akan berhenti disekitar kawasan menara Efel di Paris, Francis beberapa waktu lalu. Perempuan berusia 55 tahun, warga Francis yang pernah bertugas selama delapan tahun di Jakarta, saat itu menjadi  tour guide rombongan kami yang sedang berlibur ke sejumlah Negara di Eropa selama 14 hari.
Ibu Marya seakan mengerti, kalau kami akan memintanya untuk menjelaskan lebih lanjut, terkait larangannya agar tidak mendekat dengan polisi tadi.  Lalu, setelah bus yang kami tumpangi bergerak meninggalkan kawasan menara Efel,  barulah Ibu Marya memberikan penjelasan. Polisi di Francis tidak dekat dengan rakyat. Mereka galak dan tegas, kalau anda salah langsung ditangkap, ujarnya dengan bahasa Indonesia terputus-putus yang harus lebih dulu berfikir memilih  kalimat sebelum mengucapkannya.
Polisi disini tidak baik. Lain dengan polisi Indonesia yang selalu baik dan dekat sama rakyat, bisa bercanda dengan rakyat. Tetapi, Cuma ada satu yang tidak bagus dengan polisi Indonesia.  Polisi Indonesia mau disuap, ujar Ibu Marya sambil tersenyum.
Sesaat penjelasan itu tak berarti apa-apa , apalagi praktik suap dan sogok atau yang biasa disebut dengan ucapan ‘86’ atau ‘cincai’ dikalangan aparat penegak hukum di Indonesia sudah menjadi rahasia umum. Bahkan istilah ‘lapor kambing hilang sapi’ atau permainan pat gulipat oknum polisi, kejaksaan dan hakim dengan para makelar kasus (Markus), sudah bukan cerita baru lagi dalam praktik  hukum di Indonesia. Sehingga proses hukum sering diungkapkan dengan pribahasa ‘ Habis Besi Arang Binasa’ artinya seorang yang menempuh upaya  atau minta perlindungan hukum, baik pelapor atau terlapor bakal menyesal dan tidak mendapatkan apa-apa.
Sebagai bangsa Indonesia, bangga ketika petinju Chris Jhon beberapa kali berhasil mempertahankan gelar juara dunianya. Meskipun pertandingan digelar bukan di Indonesia. Tetapi, melalui prestasi Chris Jhon, seluruh dunia bisa menyaksikan bendera merah putih berkibar di negeri Paman Sam, Amerika Serikat. Sungguh sangat berbeda dengan Polri, seperti yang dituturkan Ibu Marya  perempuan Francis. Bayangkan, Ibu Marya yang hanya tinggal selama delapan tahun di Jakarta sudah mengerti praktik suap dan 86 serta cincai yang biasa terjadi di lingkungan aparat penegak hukum di Indonesia. Ibu Marya menyesalkan, hubungan baik dan kedekatan Polri dengan rakyat kenapa dikotori dengan perbuatan tercela seperti suap dan sogok serta cincai.
Ungkapan Ibu Marya beberapa tahun lalu disampaikannya kepada sejumlah warga Indonesia di negerinya, se akan mengingatkan agar Polri melakukan perubahan sehingga tidak lagi menyakiti hati rakyat dan menerima suap apalagi menggunakan kewenangannya untuk kepentingan pribadinya. Sehingga tidak perlua terjadi seperti peristiwa yang saat ini memanas di Mabes Polri. O Edison Siahaan  

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Selasa, 23 Juni 2020
Senin, 15 Juni 2020
Selasa, 09 Juni 2020
Kamis, 04 Juni 2020
Kamis, 28 Mei 2020
Selasa, 26 Mei 2020
Sabtu, 23 Mei 2020
Rabu, 20 Mei 2020
Kamis, 14 Mei 2020
Senin, 04 Mei 2020
Senin, 27 April 2020
Sabtu, 25 April 2020