Sabtu, 14 Agustus 2010 17:08:49

Jangan Jadi Kapolri " Boneka "

Jangan Jadi Kapolri " Boneka "

Beritabatavia.com - Berita tentang Jangan Jadi Kapolri " Boneka "

Pernyataan sejumlah pihak ihwal keberadaan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD) sepanjang Jumat (13/8), hingga ditundanya acara serah ...

Jangan Jadi Kapolri Ist.
Beritabatavia.com - Pernyataan sejumlah pihak ihwal keberadaan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD) sepanjang Jumat (13/8), hingga ditundanya acara serah terima jabatan (sertijab) sejumlah perwira tinggi Pati) dilingkungan Mabes Polri, menuai kecurigaan. Ada apa dengan Kapolri ?
Tertundanya acara sertijab yang sudah dihadiri para undangan dan puluhan wartawan memaksa Wakadiv Humas Mabes Polri Kombes I Ketut Untung Yoga Ana memberikan penjelasan, bahwa Jenderal BHD mendadak dipanggil Presiden SBY ke rumah kediaman di kawasan Cikeas, Bogor.
Namun, juru bicara kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, membantah ada agenda khusus antara presiden dengan kapolri. Bahkan, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto juga memperkuat keterangan Julian Aldrin Pasha. Saya sejak pagi mendampingi Presiden di Istana. Tidak ada agenda khusus Presiden dengan Kapolri, kata Julian.

Lalu Kastorius Sinaga penasihat Kapolri angkat bicara memberikan alasan, bahwa ketidak hadiran Jenderal BHD akibat Kapolri Jenderal BHD sedang sakit, sehingga tidak bisa menghadiri acara sertijab yang telah diagendakan tersebut.Beliau kurang enak badan, mungkin karena kelelahan, sehingga perlu istirahat di rumah dinas, kata Kastorius.

Semula penjelasan Kastorius Sinaga sudah dapat dipahami. Tetapi, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Edward Aritonang kembali membantahnya. Irjen Edward Aritonang yang ditemui Sabtu (14/8) mengatakan, bahwa Jumat kemarin, Kapolri tidak sakit dan ada di Jakarta, tetapi sedang menjalankan tugas profesi di luar. Menurut Edward, ada tugas internal Polri, kerjaan profesi yang tak bisa ditinggalkan Kapolri. Saya sudah cek, Kapolri tidak sakit, tetapi ada tugas khusus. Kalau ada yang bilang kapolri sakit, silakan tanya kepada orang yang menyebutkan beliau sakit, kata Edward.

Orang-orang yang memberikan pernyataan itu merupakan orang dekat Kapolri Jenderal BHD. Seharusnya tidak ada perbedaan informasi ihwal keberadaan maupun alasan Kapolri untuk tidak menghadiri acara sertijab tersebut. Sehingga tidak menimbulkan dugaan-dugaan yang lain, atas ketidak jelasan keberadaan Kapolri.

Kondisi seperti ini bisa menimbulkan penafsiran yang berbeda-beda pula. Diantaranya, ada penafsiran Kapolri ingin menyampaikan pesan bahwa dirinya sedang bergumul dengan permasalahan yang sangat pelik. Sehingga memutuskan untuk menunda atau membatalkan pelantikan sejumlah perwira tinggi Polri, hingga waktu yang belum dipastikan. Kemudian ada penafsiran lain, yaitu Kapolri mendapat tekanan atas mutasi yang dilakukanya terhadap sejumlah Jenderal termasuk Kapolda Jawa Tengah Irjen Alex Bambang Rihatmodjo.

Diperkirakan, awalnya Kapolri akan melawan tekanan tersebut, sehingga tidak perlu menunda atau merubah jadwal acara pelaksanaan pelantikan. Tetapi, mendekati waktu pelaksanaan, kemungkinan Jenderal BHD menerima tekanan dasyat, sehingga tidak berdaya untuk melaksanakan acara pelantikan tersebut.

Jika ini yang terjadi, maka Kapolri boleh dikatakan adalah pimpinan yang ingin selamat dengan mengorbankan anak buahnya. Apabila Kapolri benar mendapat tekanan karena mencopot Kapolda Jawa Tengah Irjen Alex Bambang, lalu bersikap seperti ini. Maka, Jenderal BHD adalah Kapolri 'boneka' yang tidak berani menuntaskan keputusan yang telah diambilnya. Dan ini sangat berbahaya terhadap proses penegakan hukum. Mudah-mudahan alasan Kapolri menunda pelantikan, adalah untuk kepentingan bangsa dan negara yang lebih besar, bukan karena hanya ingin selamat lalu mengorbankan anak buah dan institusi Polri. O edison siahaan.





Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Kamis, 04 Juni 2020
Kamis, 28 Mei 2020
Selasa, 26 Mei 2020
Sabtu, 23 Mei 2020
Rabu, 20 Mei 2020
Kamis, 14 Mei 2020
Senin, 04 Mei 2020
Senin, 27 April 2020
Sabtu, 25 April 2020
Sabtu, 18 April 2020
Rabu, 15 April 2020
Jumat, 10 April 2020