Jumat, 15 Juli 2016 09:00:49

Reward & Punishment Tingkatkan Kualitas Musim Mudik

Reward & Punishment Tingkatkan Kualitas Musim Mudik

Beritabatavia.com - Berita tentang Reward & Punishment Tingkatkan Kualitas Musim Mudik

Reward and Punishment menjadi bagian penting dalam sebuah organisasi termasuk pemerintahan. Reward and Punishment merupakan rangkaian dari  ...

Reward & Punishment Tingkatkan Kualitas Musim Mudik Ist.
Beritabatavia.com - Reward and Punishment menjadi bagian penting dalam sebuah organisasi termasuk pemerintahan. Reward and Punishment merupakan rangkaian dari  proses yang diawali dengan perencanaan,pelaksanaan dan pengawasan, serta evaluasi.

Karena Reward dapat menjadi motivasi untuk tetap meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Sedangkan Punishment menimbulkan efek jera bagi pihak yang tidak melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik.

Keamanan,keselamatan, ketertiban, kelancaran (Kamseltibcar) lalu lintas merupakan tujuan yang harus dicapai negara sebagai penangggungjawab. Undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, adalah landasan hukum untuk mewujudkan Kamseltibcar. Dalam undang-undang itulah ditegaskan bahwa pemerintah berperan sebagai pembina dan penyelenggara lalu lintas dan angkutan jalan.

Lebih rinci disebut, ada lima  lembaga pemerintahan yang bertanggungjawab sesuai dengan bidang urusan masing-masing. Seperti  urusan pemerintahan dibidang jalan, lalu urusan bidang sarana dan prasarana lalu lintas dan angkutan jalan, bidang pengembangan industri lalu lintas dan angkutan jalan. Ada lagi pemerintahan yang mengurusi bidang pengembangan teknologi lalu lintas. Serta pemerintahan yang mengurusi bidang registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor dan pengemudi, penegakan hukum, dan  operasional manajemen dan rekayasa lalu lintas serta pendidikan berlalu lintas yang diberikan kewenangan kepada Polri. Untuk mencapai tujuan yaitu Kamseltibcar, lembaga pemerintah itu harus bersinergi sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi).

Dapat diartikan, lalu lintas dan angkutan jalan adalah buah dari proses perencanaan,pelaksanaan dan pengawasan. Lalu lintas bukan lahir dan tumbuh sendiri dan tanpa perlu perawatan. Sehingga hasilnya akan terlihat dan dapat diukur dari seberapa efektif upaya yang dilakukan.

Sehingga dapat dipastikan, kondisi lalu lintas dan angkutan jalan yang memberikan Kamseltibcar, adalah hasil dari upaya pihak-pihak yang bekerja profesional. Sebaliknya, lalu lintas yang masih dilanda beragam masalah bahkan amburadul, adalah akibat ketidak mampuan pengelolanya.

Penyelenggaraan mudik yang sudah menjadi tradisi tahunan saat memasuki perayaan hari raya Idul Fitri, adalah bagian khusus dari upaya mewujudkan Kamseltibcar.

Beragam catatan yang dihasilkan setiap penyelenggaraan mudik tahunan. Sayangnya, Reward and Punishment belum diterapkan, sehingga sulit untuk mengukur hasil kinerja dari pihak-pihak yang terlibat sesuai dengan tupoksinya.

Seperti penurunan angka kecelakaan untuk moda transportasi darat pada musim mudik 2016, adalah merupakan hasil kerja keras yang dilakukan Kemenhub.

Berdasarkan catatan Direktorat  Jenderal Perhubungan Darat, jumlah kecelakaan musim mudik 2016 menurun sebanyak 12,29 persen. Disebutkan sejak awal arus mudik yakni tanggal 1 Juli hingga H+6 jumlah kecelakaan sebanyak 4.239.043. Sedangkan pada periode yang sama kecelakaan pada 2015 mencapai 4.832.879.

Begitu juga kecelakaan yang menimpa angkutan umum menurun hingga 54,58 persen dibanding dengan kecelakaan musim mudik 2015 mencapai 240 sedangkan musim mudik 2016 tercatat 109.

Hasil yang dicapai Kemenhub, adalah hasil kerja keras yang sejak awal sudah melakukan ramp check secara keseluruhan yang mencapai hingga 80 persen.Bahkan Dirjenhubdar Kemenhub Puji Hartanto, memastikan, untuk menekan kasus kecelakaan, pihaknya sudah sejak awal dan konsisten pada pelaksanaan uji kelayakan kendaraan.Upaya itu merupakan tupoksi Kemenhub dalam rangka tercapainya Kamseltibcar.

Sejatinya, jika semua lembaga melaksanakan tupoksinya dan koordinasi dengan baik, peristiwa  kemacetan di pintu keluar tol Brebes yang popular dengan sebutan Brexit, tidak perlu terjadi. Kemacetan hebat yang menimbulkan korban jiwa belasan orang itu, bukan peristiwa yang muncul mendadak. Tetapi melalui proses panjang akibat dari ketidak siapan sarana pendukung dan  ketidakmampuan Korps Lalu Lintas Polri mengendalikan lalu lintas. Akibatnya, peristiwa macet  Brexit yang menelan korban jiwa menjadi horor menakutkan bahkan menimbulkan trauma.
 
Peristiwa Brexit menjadi pelajaran pada kegiatan berikutnya. Tetapi tidak harus membiarkan kasus itu berlalu dan sirna tanpa ada Punishment.

Penyelidikan harus dilakukan,sebab tidak menutup kemungkinan peristiwa dipicu adanya unsur kelalaian dari pihak yang memiliki tupoksi untuk menanganinya.

Korps Lalu Lintas Polri sebagai penyelenggara urusan Kamseltibcar adalah pihak yang bertanggung jawab.  Apalagi, ada hak diskresi yang bisa digunakan untuk melakukan tindakan berdasarkan penilaiannya. Sesuai dengan bunyi Pasal 18 ayat 1 undang-undang Nomor 2 tahun 2002 tentang Polri:

Untuk kepentingan umum pejabat Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya dapat bertindak menurut penilaiannya sendiri,

Tentu menjadi penting publik mengetahui, apakah upaya petugas dilapangan sudah melaksanakan tugas secara maksimal. Agar tudingan bahwa Polantas tidak melakukan upaya seperti rekayasa lalu lintas, sehingga kemacetan mencapai 30 kilometer, terjawab.

Publik juga menunggu penjelasan, terkait sulitnya mendapatkan informasi tentang kondisi lalu lintas di Tol Brebes Timur (Brexit) dan Tol Pejagan.Sehingga pengguna jalan tol terjebak kemacetan hingga puluhan kilometer.

Reward and Punishmet adalah metoda yang tepat untuk menjelaskan siapa pihak yang layak untuk menyandang predikat berhasil, gagal dan lalai dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab.
 
Reward and Punishment, sistem yang tepat untuk  memotivasi pihak-pihak yang terkait dalam penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan. Sehingga masing-masing pihak berupaya maksimal untuk meningkatkan kualitas kinerjanya sesuai dengan tupoksi. O Edison Siahaan

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Kamis, 04 Juni 2020
Kamis, 28 Mei 2020
Selasa, 26 Mei 2020
Sabtu, 23 Mei 2020
Rabu, 20 Mei 2020
Kamis, 14 Mei 2020
Senin, 04 Mei 2020
Senin, 27 April 2020
Sabtu, 25 April 2020
Sabtu, 18 April 2020
Rabu, 15 April 2020
Jumat, 10 April 2020