Selasa, 01 Januari 2019

Kekuasaan Rakyat 2019

Kekuasaan Rakyat 2019

Beritabatavia.com - Berita tentang Kekuasaan Rakyat 2019

Kapal bermuatan 250 juta orang tanpa haluan berlayar di tengah lautan berombak dan penuh tantangan. Kapal bukan hanya sarat muatan, tetapi ...

Ist.
Beritabatavia.com -
Kapal bermuatan 250 juta orang tanpa haluan berlayar di tengah lautan berombak dan penuh tantangan. Kapal bukan hanya sarat muatan, tetapi juga  tidak dilengkapi kompas  sebagai petunjuk arah. Kondisi kapal dan penumpangnya merupakan potret negara dan bangsa Indonesia, pasca reformasi atau 20 tahun terakhir. Penuh hiruk pikuk, suara gaduh, hingga saling sikut,pelanggaran hukum dan beragam permasalahan lainnya.

Kapal besar bernama Indonesia memilih pemimpin, tetapi  tidak disertai tugas-tugas pokok dari  rakyat yang berdaulat. Indonesia juga tidak lagi memiliki lembaga yang  menyusun dan menyiapkan konsep  tentang apa saja yang harus dilaksanakan Presiden dalam menjalankan pemerintahannya. Sebagai negara demokrasi, kedaulatan rakyat Indonesia bukan lagi dijalankan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Kekuasaan rakyat untuk menentukan arah perjalanan bangsa diambil alih oleh sekelompok orang bersama Presiden.

Pasca reformasi, tujuan negara hanya ditentukan oleh visi-misi Presiden beserta tim yang dibentuknya. Presiden bukan lagi mandataris MPR sebagai representasi rakyat. Tujuan Negara yang dilaksanakan Pemerintah hanya berdasarkan konsep yang tertuang dalam visi-misi Presiden terpilih. Bukan merupakan keinginan seluruh bangsa Indonesia yang disusun oleh MPR.

Kondisi seperti ini akan semakin memprihatinkan, apabila pemimpin terpilih kurang memiliki integritas,kompentensi,kekuatan politik serta memahami kebutuhan seluruh rakyat Indonesia. Kondisi seperti ini potensi mencuatnya konflik antar golongan dalam kehidupan yang sarat keragaman dan perbedaan.  Potensi konflik semakin tajam dalam setiap kompetisi, seperti Pilkada, Pileg,Pilgub,Pilbub dan beragam kompetisi lainnya.

Tak dapat dipungkiri, pasca reformasi perhelatan politik di Indonesia selalu diwarnai proses yang potensi memicu konflik. Apalagi, bila para politisi kurang  menggunakan akal sehat yang sesuai dengan nilai-nilai budaya Bangsa Indonesia. Sehingga setiap perhelatan politik ruang publik selalu diwarnai praktik tuding menuding beraroma fitnah, hujat,bully.  Sebuah kompetisi tidak lagi menjadi arena adu gagasan, ide dan upaya yang menularkan kebaikan. Tetapi cenderung berupaya menjadikan perbedaan pandangan atau pilihan sebagai amunisi perpecahaan hingga ke tingkat keluarga.

Secara kasat mata, rakyat Indonesia terbelah menjadi dua kelompok besar. Sementara pemerintah enjoy dengan kesibukannya melaksanakan visi-misi yang dibuatnya. Dengan melaksanakan pembangunan sesuai dengan keinginannya, bukan berdasarkan kebutuhan rakyat. Sehingga pembangunan tidak memberikan efek langsung  yang dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat. Bahkan tidak jarang pembangunan justru membuat kehidupan masyarakat semakin sulit.

Memasuki awal 2019, hendaknya potret nyata kehidupan bangsa dan negara Indonesia saat ini, jangan lagi  terjadi. Rakyat kembali menggunakan kekuasaannya untuk memilih Presiden sebagai mandataris yang harus dan hanya menjalankan amanat yang digariskan rakyat Indonesia sebagai pemegang kedaulatan.

Penyelenggara negara berkewajiban mencerdaskan kehidupan dan meningkatkan taraf kehidupan seluruh rakyat Indonesia. Serta memastikan perhelatan politik berlangsung  dengan penuh kedamaian. Pemerintah harus menjadi contoh dan motivator bagi seluruh anak bangsa   agar tetap bergandengan tangan  mengayunkan langkah dalam derap yang sama. Pemerintah harus memastikan proses arah dan tujuan sudah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Serta melakukan pembangunan hanya demi kebutuhan masyarakat dan sesuai dengan kemampuan.

Pemerintah harus mampu memanfaatkan kekayaan sumber daya alam (SDA) hanya semata-mata untuk mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia. Serta meyakini perbedaan dan keberagaman adalah kekuatan untuk membangun Indonesia. Sejarah akan mencatat  kesuksesan pemerintah, apabila seluruh rakyat Indonesia sudah merasakan keadilan dan kehidupan yang sejahtera dan makmur. O Edison Siahaan

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Kamis, 21 Maret 2019
Sabtu, 09 Maret 2019
Jumat, 01 Maret 2019
Senin, 18 Februari 2019
Jumat, 15 Februari 2019
Kamis, 14 Februari 2019
Sabtu, 09 Februari 2019
Selasa, 22 Januari 2019
Jumat, 18 Januari 2019
Jumat, 18 Januari 2019
Selasa, 15 Januari 2019
Jumat, 04 Januari 2019