Kamis, 02 Mei 2019

Ekspresi Kegembiraan di Pagar Istana

Ekspresi Kegembiraan di Pagar Istana

Beritabatavia.com - Berita tentang Ekspresi Kegembiraan di Pagar Istana

Kebebasan berekspresi dan menyampaikan aspirasi hingga menghormati perbedaan adalah roh yang dapat memastikan kehidupan demokrasi. Tetapi  ...

Ist.
Beritabatavia.com -
Kebebasan berekspresi dan menyampaikan aspirasi hingga menghormati perbedaan adalah roh yang dapat memastikan kehidupan demokrasi. Tetapi  kebebasan itu bukan tidak terbatas. Ekspresi dan aspirasi hendaknya memiliki muatan edukasi agar memberikan pencerahan.

Menyampaikan aspirasi  atau ekspresi tentu hak semua warga negara yang diatur dalam konstitusi. Karena kebebasan adalah roh kehidupan demokrasi. Tetapi kebebasan menggunakan hak juga  harus bermuatan edukasi dan pencerahan. Kebebasan tidak boleh mengabaikan prosedur dan ketentuan apalagi potensi mengganggu ketertiban, kenyamanan bahkan rasa adil. Seperti ratusan papan karangan bunga yang bersandar di pagar Istana Negara hingga Monas.

Istana negara bukan taman wisata atau rumah milik umum yang dapat dipergunakan sebebas- bebasnya untuk menyampaikan aspirasi maupun ekspresi. Istana negara bukanpula tempat wisata publik atau rumah rakyat yang bisa digunakan sebagai tempat menyampaikan aspirasi tanpa prosedur. Karena, istana negara tempat Presiden/kepala negara bekerja  menyusun dan merancang strategi untuk mewujudkan kesejahteraan dan keadilan seluruh rakyat Indonesia. Serta tempat yang digunakan untuk menerima kunjungan tamu dari negara-negara sahabat. Untuk itu, istana negara tentu harus juga diisi oleh putra-putri terbaik yang bisa menyebarkan rasa adil bagi seluruh rakyat Indonesia.

Istana negara adalah laboratorium untuk mencari,menguji dan kemudian memutuskan kebijakan yang mencerdaskan kehidupan seluruh rakyatnya. Istana negara harus steril dari orang atau kelompok yang hanya berupaya mempertahankan kekuasaan. Istana negara harus menjadi cermin kesejahteraan dan keadilan bagi segenap bangsa.

Istana negara harus menjadi contoh adanya penegakan hukum yang memberikan rasa keadilan masyarakat.   Istana negara menjadi pelopor sekaligus memastikan terwujudnya rasa aman, nyaman, bersih dan keteraturan. Bukan membiarkan ratusan karangan bunga memenuhi pagar istana negara hingga ke pagar Monas.

Apalagi papan karangan bunga yang berasal dari berbagai kalangan pendukung Paslon 01 berisi ucapan selamat atas kemenangan pasangan Jokowi- Maruf dalam Pileg 2019. Padahal proses penghitungan hasil suara masih berlangsung di KPU. Sehingga, secara resmi belum ada pasangan calon yang dinyatakan menang pada pemilu 2019.

Ratusan papan karangan bunga yang menutupi sekeliling pagar sudah berdatangan sejak Minggu 21 April 2019. Namun, hingga Kamis 2 Mei 2019 masih tetap terpajang, kendati sebagian bunga sudah ada yang rusak.

Kemungkinan, tulisan pada papan bunga terdiri dari kata-kata unik hingga lucu membuat orang-orang istana ikut terkesima dan membiarkan papan karangan bunga terus terpajang. Seyogianya, istana negara bukan tempat pesta luapan kegembiraan atas kemenangan yang belum pasti. Apalagi potensi menimbulkan rasa ketidak adilan, dan menggerus kewibawaan serta  kebersihan maupun keindahan istana negara. Istana negara milik seluruh bangsa Indonesia, bukan jadi ajang pesta kelompok tertentu. Pagar istana negara, tidak boleh jadi tempat bersandar ekspresi ketidakadilan. O Edison Siahaan  

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Senin, 18 Februari 2019
Jumat, 15 Februari 2019
Kamis, 14 Februari 2019
Sabtu, 09 Februari 2019
Selasa, 22 Januari 2019
Jumat, 18 Januari 2019
Jumat, 18 Januari 2019
Selasa, 15 Januari 2019
Jumat, 04 Januari 2019
Selasa, 01 Januari 2019
Jumat, 28 Desember 2018
Selasa, 25 Desember 2018