Senin, 29 Juni 2020 09:27:57

Polri Kumpulan Orang-Orang Baik

Polri Kumpulan Orang-Orang Baik

Beritabatavia.com - Berita tentang Polri Kumpulan Orang-Orang Baik

Pada tahun 2016 jumlah anggota Polri terbesar ke dua di dunia setelah China. Pada 2020 jumlah total personil Polri tercatat sebanyak 470.391 ...

 Polri Kumpulan Orang-Orang Baik Ist.
Beritabatavia.com -

Pada tahun 2016 jumlah anggota Polri terbesar ke dua di dunia setelah China. Pada 2020 jumlah total personil Polri tercatat sebanyak 470.391 orang. Selain itu pada tahun anggaran 2020, Polri mendapat penambahan anggaran hingga jumlahnya sebesar Rp 104,7 triliun. Penambahan anggaran sebesar Rp 10 triliun itu untuk membiayai beberapa program Polri seperti pemenuhan alat material khusus (Almatsus) 33.046 unit, rumah dinas, asrama dan mess seluas 94 ribu meter persegi dan pembangunan SKCK online.

Semua tahu, polisi adalah aparat penegak hukum. Tetapi setelah undang-undang Nomor 2 tahun 2002 tentang Polri terbit pasca reformasi peran dan fungsi Polri memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Disebut juga sebagai institusi yang melindungi, melayani dan mengayomi masyarakat. Oleh karena itu, Polisi merupakan profesi yang memerlukan kemampuan dan keahlian khusus yang tentu diperoleh dari pendidikan khusus atau sekolah-sekolah kepolisian. Kemudian diberikan kewenangan dari mulai pengawasan, pelarangan, pemanggilan, pemeriksaan hingga upaya paksa atau penahanan. Kekhususan dan wewenang yang besar itu dimplementasikan melalui sistem manajerial dan operasional serta pengawasan yang ketat. Sejatinya, dengan jumlah personil dan dukungan anggaran serta kewenangan yang besar, Polri hendaknya dapat lebih maksimal mengantisipasi semua potensi gangguan Kamtibmas. Sekaligus menjawab beragam pertanyaan dari masyarakat yang masih menggantung.

Sebab, publik masih menunggu jawaban-jawaban atas pertanyaan beragam itu hingga HUT Bhayangkara ke 74 tepatnya pada 1 Juli 2020. Seperti pertanyaan yang tertera dalam cover buku Chrysnanda Dwilaksana "Kenapa Mereka Takut dan Enggan Berurusan dengan Polisi?". Begitu juga pertanyaan yang selalu terdengar dalam kehidupan sehari-hari, apakah segera bisa didapat apabila butuh bantuan polisi ? Bagaimana caranya dan berapa biayanya ? Pada HUT Bhayangkara ke 74 ini,  Publik juga ingin memastikan apakah Polri masih menjadi tempat kumpulan orang-orang baik ? Apakah Polri dipercaya sebagai penjaga kehidupan? Apakah Polri tetap konsisten memelihara Kamtibmas serta melayani, melindungi dan mengayomi ? Kemudian bagaimana tentang perilaku dan sikap serta tindakan oknum personil Polri yang terkadang melukai hati rakyat ? Bagaimana pengawasan dan kontrol terhadap personil Polri yang memiliki kewenangan yang besar ? Meskipun tidak dapat disangkal, banyak polisi yang baik, jujur dan berhati nurani serta tulus menjalankan tugas dan tanggungjawabnya.

patipolri

foto:barisan perwira polri

Undang-undang no 2 tahun 2002, menjadi tiket yang membawa Polri resmi tidak lagi bagian dari ABRI sekarang TNI. Sejak itulah Polri dituntut profesional, modren, terpercaya, cerdas, tegas dan humanis untuk menjaga kehidupan masyarakat yang demokratis. Kemudian Polri mensosialisasikan tiga perubahan mendasar yaitu bidang instrumental, bidang struktural dan bidang kultural. Sayangnya, telah 18 tahun proses sosialisasi berjalan, sementara perubahan itu hanya menonjol dan tampak jelas masih hanya di kalangan para perwira tinggi (Pati) Polri. Lalu kapan perubahan itu mengalir ke level menengah dan bintara atau keseluruh insan Bhayangkara di wilayah negara kesatuan republik Indonesia ?

Semestinya, perubahan juga telah menambah jumlah polisi yang profesional, modern, terpercaya (Promoter). Serta polisi yang selalu mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan. Atau polisi yang selalu bertindak adil dan mampu membangun kemitraan dengan masyarakat serta koordinasi yang bersinergi dengan institusi terkait.

Publik juga berharap, dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab memelihara keamanan dan ketertiban, Polri hendaknya meningkatkan kualitas dan kuantitas patroli. Selain efektif untuk melakukan pencegahan, Patroli juga memberikan rasa aman bagi warga, sebab yakin polisi selalu ada disekitarnya.

Dalam kondisi yang serba terbatas tetapi tugas dan tanggungjawab semakin berat, pimpinan Polri tidak boleh alfa untuk memastikan kecukupan anggaran seluruh jajaran hingga tingkat paling rendah. Agar tidak dijadikan alasan mencari uang untuk biaya operasional. Karena anggaran yang tersedia hanya cukup untuk enam atau delapan bulan saja.

Publik juga menyinggung tentang penegakan hukum yang menjadi etalase atau alat ukur untuk menilai kinerja Polri. Sebab Polri akan mendapat kepercayaan dan dukungan serta partisipasi masyarakat,jika penegakan hukum tidak diskriminatif. Sebaliknya kritik tajam hingga tudingan miring akan menghujani Polri, apabila penegakan hukum tidak memberikan rasa keadilan.Publik juga meminta, Polri tetap  menunjukkan perhatian, sikap dan tindakan yang sama terhadap semua bentuk gangguan Kamtibmas. Upaya pencegahan dan penegakan hukum harus dilakukan secara konsisten terhadap semua bentuk pelanggaran.

anggotapolri

foto:barisan perwira dan bintara Polri

Seperti penegakan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas yang belum maksimal. Sehingga kondisi lalu lintas dan angkutan jalan semakin semraut dan amburadul. Padahal, lalu lintas adalah urat nadi kehidupan dan cermin budaya serta potret modrenitas sebuah bangsa. Polri harus mewujudkan keamanan,keselamatan, ketertiban,kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas). Ihwal kecemasan dan kekhawatiran terhadap kondisi lalu lintas telah disampaikan Menteri Perhubungan kepada Kapolri pada 2015 silam. Seperti yang tertuang dalam surat Menhub nomor uu.302/1/21/phb/2015 tertanggal 9 Nopember 2015, agar Kapolri melakukan penegakan hukum terhadap segala bentuk pelanggaran lalu lintas yang semakin marak.Sayangnya, belum maksimal atau...

Publik juga menyampaikan, reward and punishment hendaknya didasari dengan penilaian objektif agar menjadi motivasi dan edukasi yang efektif untuk meningkatkan kinerja seluruh personil Polri. Memberikan apresiasi, tentu bukan semata berdasarkan penilaian jumlah tahanan atau perkara yang dilaporkan maupun diselesaikan. Tetapi justru layak mendapat apresiasi apabila sel rumah tahanan tidak ada penghuni dan jumlah perkara sedikit, tetapi kondisi kamtibmas kondusif karena kesadaran hukum masyarakat sudah baik.

Komjen purnawirawan Noegroho Djajoesman dalam bukunya bertajuk Meniti Gelombang Reformasi, menulis. Polisi akan dihargai dan dihormati serta dinilai Promoter, apabila benar-benar memberikan pelayanan dan perlindungan serta mengayomi masyarakat. Kondisi itu sesuai dengan filosofi yang menyebutkan Polisi itu tidak kemana-mana tapi ada dimana-mana. Jayalah Selalu Polisiku... Selamat HUT Bhayangkara ke 74 dan salam Tribrata. O Edison Siahaan

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Selasa, 23 Juni 2020
Senin, 15 Juni 2020
Selasa, 09 Juni 2020
Kamis, 04 Juni 2020
Kamis, 28 Mei 2020
Selasa, 26 Mei 2020
Sabtu, 23 Mei 2020
Rabu, 20 Mei 2020
Kamis, 14 Mei 2020
Senin, 04 Mei 2020
Senin, 27 April 2020
Sabtu, 25 April 2020