Rabu, 29 Februari 2012 11:54:03

Sandiwara Kenaikan Harga BBM

Sandiwara Kenaikan Harga BBM

Beritabatavia.com - Berita tentang Sandiwara Kenaikan Harga BBM

Tidak lama lagi, kita akan menyasksikan sebuah sandiwara ...

Sandiwara Kenaikan Harga BBM Ist.
Beritabatavia.com - Tidak lama lagi, kita akan menyasksikan sebuah sandiwara bertajuk naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Sebagian kelompok masyarakat menuding, kenaikan harga BBM merupakan lagu lama yang kerab dinyanyikan pemerintah. Tanpa pernah menggali terobosan untuk mengatasi masalah BBM secara optimal.

Tudingan lain, meminta agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) jujur menjelaskan kepada publik mengenai alasan untuk menaikkan harga BBM. Pemerintah, tidak perlu bersandiwara atau berbohong untuk sekadar menjaga agar citra pemerintah tidak turun di mata masyarakat akibat kenaikan harga itu.

Memang, ada sesuatu yang janggal dari rencana kenaikan harga BBM. Karena, sejak tahun lalu, pemerintah kencang mendengungkan rencana pembatasan premium bersubsidi. Saat itu solusi yang dikemukakan pemerintah antara lain mengurangi komsumsi BBM untuk kendaraan mewah, dan konversi BBM kendaraan bermotor dari premium ke gas. Tetapi, belakangan pemerintah justru menaikkan harga BBM.

Ditengah hujan kritik dan kecurigaan, tampaknya tak membuat pemerintah membatalkan rencana menaikkan harga BBM pada 1 April 2012. Bahkan, secara tegas dan berulang kali, Presiden SBY menyampaikan, alasan kenaikan itu adalah melambungnya harga minyak dunia. Sehingga asumsi harga minyak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2012 terpaksa harus dikerek ke atas.

Memang, beberapa bulan belakangan, harga minyak di pasar dunia terus melaju. Saat ini, misalnya, harga minyak mentah (ICP) sudah US$115 per barel. Padahal dalam APBN asumsi harga ICP itu cuma US$90 per barel. Selisih antara asumsi dan harga di lapangan itulah yang bakal membebani negara.

Bagi negara seperti Indonesia, urusan minyak yang  masih net importir,tentu kenaikan harga minyak dunia akan memukul APBN. Sehingga, pemerintah yang sepertinya sudah tidak memiliki pilihan lain, harus mengikuti harga minyak dunia itu.

Menaikkan harga BBM sepertinya upaya terakhir untuk menyelamatkan anggaran negara.Sebab, kenaikan harga BBM akan menambah penghasilan negara sebesar 10 persen atau sekitar Rp3 triliun.

Penghasilan tambahan negara itulah yang menjadi sorotan banyak kalangan dan mendesak pemerintah agar  tambahan surplus itu dialokasikan untuk kepentingan rakyat.

Selain itu berbagai kalangan meminta pemerintah harus menyiapkan berbagai langkah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Serta menekan terjadinya praktik korupsi yang belakangan kian menggila. 
Kemudian, pemerintah juga harus menyadari, kenaikan harga BBM bakal membebani masyarakat. Dan jangan memanfaatkan kesulitan masyarakat untuk pencitraan politik dengan memberikan bantuan langsung kepada rakyat miskin. Tetapi, pemerintah harus membantu rakyat yang mengalami kesulitan dengan tidak menghapus subsidi bagi rakyat kecil.

Pemerintah harus pula melakukan pengendalian dan optimalisasi produksi minyak, serta efisiensi disemua lini.  Langkah itu dapat diwujudkan dengan pembangunan kilang minyak Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Pertamina Refinery Unit 4 Cilacap di Lapangan Sepakbola Lomanis, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Tak dapat dipungkiri, kenaikan harga BBM, akan disusul dengan meroketnya harga barang-barang kebutuhan. Tentu, akan memukul daya beli konsumen. Apabila, pemerintah tidak dapat mengendalikan dampak kenaikan harga BBM, maka kredibilitas pemerintah di mata masyarakat, semakin memburuk. Bahkan, tidak menutup kemungkinan, kenaikan harga BBM yang direncanakan akan berlaku pada 1 April mendatang, menjadi momentum perlawanan rakyat untuk menurunkan pemerintahan SBY-Boediyono.0 edison siahaan

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Kamis, 04 Juni 2020
Kamis, 28 Mei 2020
Selasa, 26 Mei 2020
Sabtu, 23 Mei 2020
Rabu, 20 Mei 2020
Kamis, 14 Mei 2020
Senin, 04 Mei 2020
Senin, 27 April 2020
Sabtu, 25 April 2020
Sabtu, 18 April 2020
Rabu, 15 April 2020
Jumat, 10 April 2020