Minggu, 17 Juni 2012 12:50:52

PRJ Kehilangan Roh

PRJ Kehilangan Roh

Beritabatavia.com - Berita tentang PRJ Kehilangan Roh

Pekan Raya Jakarta (PRJ) digelar setiap tahunnya di bekas ...

PRJ Kehilangan Roh Ist.
Beritabatavia.com - Pekan Raya Jakarta (PRJ) digelar setiap tahunnya di bekas lapangan udara Kemayoran, Jakarta Pusat , merupakan pesta rakyat dan juga fotret ekonomi Indonesia yang mengandung nilai sejarah perjalanan Bangsa Indonesia.

Sayangnya, PRJ saat ini sudah hampir kehilangan roh sebagai pesta rakyat. Hal itu terlihat dari  gerai-gerai dan ruang pamer yang dibangun, kurang menampilkan karakter khas arsitektur Indonesia. Hampir semua merupakan bangunan modern biasa dan dibuat dari material yang biasa pula, seperti batu bata, semen, kaca, dan kayu lapis.

Sangat berbeda dengan Pasar Gambir yang digelar pada era kolonial Belanda. Pesta rakyat saat itu menarik banyak pengunjung, justru karena gerai-gerainya terbuat dari bambu atau kayu, beratap rumbia yang khas budaya Nusantara. Saat itu tujuan penyelenggaraan Pasar Gambir pada dasarnya sama saja dengan PRJ. Meskipun ketika itu istilah usaha kecil dan menengah (UKM), dan ekonomi kerakyatan sama sekali belum dikenal.

Seperti yang ditulis dalam sebuah buku yang diterbitkan Pemerintah Kotapraja Batavia tahun 1930 an disebutkan, Pasar Gambir dimaksudkan untuk memajukan industri rakyat, pertanian, peternakan, perikanan, dan perdagangan. Sehingga pasar raya tersebut selalu dipenuhi stan-stan yang memamerkan aneka hasil pertanian dan kerajinan rakyat sejumlah daerah di Nusantara.

Salah satunya adalah stan kerajinan topi buatan Tangerang. Topi anyaman bambu yang sudah sejak lama menjadi komoditas ekspor, yang menjadi salah satu penyumbang devisa Pemerintah Hindia Belanda. Sekitar awal abad ke-20, jutaan topi hasil industri rumah tangga ini dikirim ke Eropa setiap tahunnya. Akhirnya, warga Eropa yang menyebutnya dengan Topi Panama diproduksi besar-besaran untuk memenuhi pesanan seorang pengusaha Perancis bernama, Petit Jan.

Pesta tahunan rakyat pada era Belanda itu awalnya digelar selama seminggu, kemudian diperpanjang menjadi dua minggu. Pasar Gambir merupakan acara yang paling meriah , menghibur sekaligus tempat pameran berbagai macam dan jenis hasil produksi rakyat. Pesta rakyat itu berakhir setelah balatentara Jepang menduduki Batavia pada 1942.

Berhenti selama 30 tahun, Gubernur Ali Sadikin bersama ketua Kadin yang saat dipegang oleh Syamsudin Mangan yang dikenal dengan Haji Mangan, kembali menghidupkan pesta rakyat ditempat yang sama dengan nama Pekan Raya Jakarta (PRJ). Belakangan, arena PRJ dipindahkan ke lokasi bekas Bandara Kemayoran.

Jakarta Fair selain pesta yang menghibur rakyat, hendaknya dijadikan momentum untuk membangun perekonomian bangsa Indonesia. Jakarta Fair menjadi etalase untuk memamerkan kemajuan produk-produk Indonesia.
Jakarta Fair merupakan panggung yang tepat untuk memamerkan kemajuan industri Indonesia. Sehingga Jakarta Fair menjadi fotret nyata ekonomi Indonesia.

Sebab, selama 32 hari Jakarta Fair digelar bisa mendatangkan sekitar lima juta pengunjung atau setiap harinya sekitar 130 .000 orang. Ratusan ribu pengunjung itu tidak hanya melihat, tetapi juga berbelanja. Terbukti dari nilai transaksi yang tercatat diperkirakan mencapai angka Rp 4,5 triliun. Artinya setiap hari ada sekitar Rp 140 miliar uang yang berputar di arena tersebut.

Belum lagi transaksi informal yang berada di luar arena Jakarta Fair. Seperti para  pedagang kaki lima yang berbisnis di sepanjang kaki lima di sekitar kawasan Kemayoran, dan juru parkir di sekitar wilayah Jakarta Fair. .

Penyelengaraan Jakarta Fair memiliki nilai ekonomi yang sangat potensi untuk dikembangkan. Selain itu juga akan berdampak pada jumlah tenaga kerja yang terserap untuk memenuhi kebutuhan aktivitas Jakarta Fair.
 
Maka, penyelengaraan Jakarta Fair harus dilengkapi dengan sarana dan prasarana dari mulai transportasi dan kegiatan yang diselenggarakan hendaknya dapat memanjakan dan memuaskan pengunjung.

Jakarta Fair harus dikemas dengan baik, sehingga Jakarta Fair menjadi Expo Internasional tahunan. Seperti seperti Expo yang diselenggarakan di Chiba, Jepang atau Shanghai, China. Tetapi tidak kehilangan roh sebagai pesta rakyat yang berciri khas bangsa Indonesia.0 edison siahaan

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Selasa, 23 Juni 2020
Senin, 15 Juni 2020
Selasa, 09 Juni 2020
Kamis, 04 Juni 2020
Kamis, 28 Mei 2020
Selasa, 26 Mei 2020
Sabtu, 23 Mei 2020
Rabu, 20 Mei 2020
Kamis, 14 Mei 2020
Senin, 04 Mei 2020
Senin, 27 April 2020
Sabtu, 25 April 2020