Kamis, 19 Juli 2012 11:27:03

KEJUJURAN

KEJUJURAN

Beritabatavia.com - Berita tentang KEJUJURAN

Belakangan ini, banyak kejadian menarik yang diketahui publik lewat media massa. Seperti adu mulut dan saling serang para pakar hukum, pakar politik, ...

KEJUJURAN Ist.
Beritabatavia.com - Belakangan ini, banyak kejadian menarik yang diketahui publik lewat media massa. Seperti adu mulut dan saling serang para pakar hukum, pakar politik, pejabat negara, hanya untuk mempertahankan argumentasi.
Peristiwa serupa juga berlangsung dikalangan masyarakat yang sedang nongkrong di warung kopi. Semua berebut bicara dan melakukan aksi, untuk memberikan kontribusi mengatasi permasalahan yang terjadi.

Ada yang menggunakan pendekatan politik, hukum normatif, ada juga yang sekedar menunjukkan  emosional. Bahkan komunitas didunia maya memberikan suaranya, meskipun terkadang tidak memahami duduk persoalannya. Apalagi, dukung mendukung di dunia maya tidak perlu berfikir, atau menjelaskan alasan untuk setuju atau tidak terhadap sesuatu permasalahan, tetapi cukup hanya klik.
Dalam negara hukum, kondisi seperti itu tentu menjadi ancaman. Karena, upaya satu-satunya untuk mengembalikan kondisi menjadi kondusif akibat guncangan sosial dari sebuah persoalan, adalah lewat proses hukum yang benar.

Seseorang yang diduga telah melakukan tindakan yang mengakibatkan terjadi guncangan sosial atau melakukan kejahatan. Harus dihadapkan pada sebuah proses hukum lewat pemeriksaan yang dilakukan oleh aparat lembaga-lembaga penegak hukum yang ada. Itupun, dapat dilakukan setelah lembaga penegak hukum  memberikan jaminan atas  hak-hak dari orang yang diduga melakukan kejahatan untuk kepentingan pembelaan dirinya.

Untuk memastikan sebuah peristiwa menjadi terang benderang,  hal yang paling penting adalah kedua belah pihak harus menyadari kewajibannya bahwa meraka harus jujur. Kewajiban hukum inilah yang semakin langka, bahkan kejujuran kian terlupakan.

Terjaminnya kelancaran proses hukum, sangat terkait dengan  keterbukaan informasi yang mendapat peran tidak sedikit. Tidak dapat dipungkiri, publik lebih memilih media massa untuk mengetahui apa yang sedang terjadi terhadap suatu kasus yang sedang diproses oleh penegak hukum.
 
Nah, kejujuran kembali dipertaruhkan. Agar apa yang dibeberkan kepada masyarakat oleh pihak yang berkepentingan dalam penegakan hukum lewat media massa adalah sebuah kebenaran. Tanpa kejujuran, maka informasi yang disajikan dituding sebagai kesimpulan yang diramu dengan   argumentasi dan dasar-dasar hukum yang sesuai keinginan pihak yang berkepentingan.

Jika masyarakat sudah tidak percaya, maka publik akan membuat kesimpulan beragam sesuai dengan selera masing-masing. Situasi akan menjadi semakin tidak kondusif, apabila publik melanjutkan dengan tindakan main hakim sendiri. Ketidak jujuran bisa pula membuat masyarakat menjadi tidak peduli dengan substansi persoalan hukum.
Mereka lebih memilih atau  menilai maupun memberikan pendapat hanya  berdasarkan sesuatu yang mereka rasakan sehari-hari.Jika kondisi seperti ini terus berlangsung, maka masyarakat semakin dekat dengan praktik  ‘Pengadilan Jalanan’. Seperti yang mulai ramai terjadi, dimana persiteruan dua pihak atau kelompok yang bertarung dengan senjatanya masing-masing, tanpa wasit. Masing-masing berpendapat, semua mengaku benar, semua memiliki bukti-bukti, yang digunakan menjadi fakta.

Padahal, dalam negara hukum, yang diberikan wewenang untuk menilai sesuatu peristiwa hukum adalah Hakim Pengadilan. Itupun harus lewat proses pemeriksaan yang jujur di persidangan. Karena, persidangan adalah arena untuk membuktikan tuduhan ataupun mengajukan pembelaan diri, sebelum Hakim menjatuhkan putusan.0 edison siahaan

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Selasa, 23 Juni 2020
Senin, 15 Juni 2020
Selasa, 09 Juni 2020
Kamis, 04 Juni 2020
Kamis, 28 Mei 2020
Selasa, 26 Mei 2020
Sabtu, 23 Mei 2020
Rabu, 20 Mei 2020
Kamis, 14 Mei 2020
Senin, 04 Mei 2020
Senin, 27 April 2020
Sabtu, 25 April 2020