Selasa, 10 Desember 2013 11:25:57

Membayar Displin Dengan Nyawa

Membayar Displin Dengan Nyawa

Beritabatavia.com - Berita tentang Membayar Displin Dengan Nyawa

Tak bisa dibantah, perilaku yang tidak displin dan ceroboh, akan membawa maut. Seperti peristiwa tabrakan maut di Bintaro yang terjadi Senin 9 ...

Membayar Displin Dengan Nyawa Ist.
Beritabatavia.com - Tak bisa dibantah, perilaku yang tidak displin dan ceroboh, akan membawa maut. Seperti peristiwa tabrakan maut di Bintaro yang terjadi Senin 9 Desember 2013 sekitar pukul 10.00.
 
Diduga, penyebab tragedi itu adalah akibat perilaku tidak displin sopir truk pengangkut bahan bakar minyak (BBM) menerobos palang pintu perlintasan kereta.

Kereta Rel Listrik (KRL) Serpong "Tanah Abang yang sedang melaju tak dapat menghindar. Tabrakan tak terelakkan, disusul ledakan dan  kobaran api membubung ke langit Bintaro. Jerit pilu para penumpang KRL di gerbong khusus perempuan menambah suasana kian mencekam. Akibat peristiwa maut itu, sejumlah orang tewas dan puluhan lainnya mengalami luka parah.

Sikap tidak displin dan ceroboh sopir truk menjelma menjadi tragedi memilukan. Tidak hanya itu, ulah sopir truk menjadikan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan menjadi barang mahal yang harus dibayar dengan nyawa. Akibat ketidak displinan sopir truk itupula, angkutan umum yang seharusnya menjanjikan keselamatan dan kenyamanan berubah menjadi mesin pembunuh manusia.

Tragedi itu membuat kita prihatin, sedih, kesal, geram bahkan marah. Akibat perilaku sopir truk, sejumlah orang harus menderita luka dan cacat, bahkan kehilangan anggota keluarganya. Perilaku tidak displin sopir truk yang memicu terjadinya tabrakan maut itu, sekaligus menodai upaya keselamatan, kenyamanan berlalu lintas di negeri ini.

Tabrakan maut Bintaro antara KRL dan truk pengangkut BBM pada Senin 9 Desember 2013 menambah angka kecelakaan lalu lintas. Sekaligus  mengingatkan kita pada tragedi pada 19 Oktober 1987 silam.  Ketika itu, di kawasan yang sama, terjadi tabrakan maut dua kereta api yang menewaskan 156 orang.

Kita berharap, tragedi Bintaro menjadi peristiwa yang terakhir. Hendaknya, lalu lintas di negeri ini menjadi sarana penting dalam meningkatkan produktivitas masyarakat untuk mendorong perekonomian nasional sekaligus sebagai prasarana pemersatu bangsa. Kita tidak menginginkan lalu lintas di negeri ini menjadi arena pembunuhan.

Pemerintah sebagai penyelenggara lalu lintas dan angkutan jalan harus menyiapkan sarana dan prasarana untuk mewujudkan sistim transportasi yang aman, selamat, tertib, lancar dan terpadu.  Pemerintah juga berkewajiban untuk meningkatkan displin berlalu lintas masyarakat. Serta mewujudkan penegakan hukum untuk menumbuhkan kesadaran terhadap pentingnya keselamatan dalam berlalu lintas. Sekaligus melakukan pembinaan agar masyarakat mengetahui peran hak dan kewajiban dalam upaya menciptakan lalu lintas yang aman, nyaman, tertib, lancar.O edison siahaan

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Kamis, 04 Juni 2020
Kamis, 28 Mei 2020
Selasa, 26 Mei 2020
Sabtu, 23 Mei 2020
Rabu, 20 Mei 2020
Kamis, 14 Mei 2020
Senin, 04 Mei 2020
Senin, 27 April 2020
Sabtu, 25 April 2020
Sabtu, 18 April 2020
Rabu, 15 April 2020
Jumat, 10 April 2020