Rabu, 04 November 2015 11:06:14

Semakin Kuasa, Semakin Gila

Semakin Kuasa, Semakin Gila

Beritabatavia.com - Berita tentang Semakin Kuasa, Semakin Gila

Hasrat dan keinginan badaniah merupakan simbol keduniawian yang menjurus pada keserakahan bahkan kegilaan. Hasrat yang tidak terkendali dengan baik, ...

Semakin Kuasa, Semakin Gila Ist.
Beritabatavia.com - Hasrat dan keinginan badaniah merupakan simbol keduniawian yang menjurus pada keserakahan bahkan kegilaan. Hasrat yang tidak terkendali dengan baik, potensi menjadi nafsu kebinatangan yang akan terus tumbu dan berkembang pada manusia, terutama pada pemegang kuasa dan sumber daya.

Semakin tinggi hasrat dan keinginan yang tidak sesuai dengan logika, akan menjadikan keserakahan sebagai impian. Tatkala keserakahan sudah mencandui, maka segala cara akan ditempuhnya.

Tiada lagi rasa malu, tidak mampu lagi mengerem,  hasrat terus saja menggelora demi memuaskan nafsu-nafsu  kebinatanganya dan keduniawiannya. Satu menjadi dua, dua menjadi tiga, dan seterusnya. Cara-cara yang digunakan tidak lagi rasional justru kecenderungan irasional terus dikembangkan dan diagung-agungkan.

Keutamaan tiada harga lagi, bahkan  diabaikan dan dicampakkan, sebaliknya kecurangan, mulai dipuji dan diagungkan. Uang berkuasa dan kekuasaan demi uang. Penguasa dan pengusaha berkolaborasi menjadi budak uang. Mereka mengatakan tidak elok membicarakan uang, namun tidak ada yang elok jika tanpa uang.

Banyak kegiatan yang dijadikan proyek mengada ada, yang tiada manfaatnya. Namun dibenarkan dengan alasan untuk menyerap dan  menggunakan anggaran. Semestinya tidak ada temuan proyek mangkrak, atau masalah dalam pengimplementasian atas proyek.

Tetapi, dengan mengatasnamakan kepentingan,  proyek-proyek ini menjadi rebutan penguasa dan pengusaha. Namun, rakyat yang semestinya mendapatkan jadi diabaikan. Tukar menukar jabatan dan balas budi atas pemberian jabatan menjadi model penguasaan sumber daya dan perebutan-perebutannya.

Kita sering mendengar ada masalah dalam proyek a, b , c dan sebagainya,  ini semua diakibatkan sejak awalnya memang sudah niat untuk rirayah bahkan dijarah. Bahkan, sejak awal semua kepentingan dan semua tangan yang berkuasa diciprati agar kebagian.

Memang aneh kedengarannya, pejabat koq kecipratan dan mendapat jatah, seperti preman saja dapat japrem alias jatah preman. Bahkan aneh kalau dinalar dengan logika maupun akal sehat, tetapi faktanya demikian. Mereka bukan saja diciprati atau kecipratan malah ingin motong sendiri.

Maka sering kita melihat proyek-proyek aneh dan ajaib yang dalam implementasinya tidak nyambung. Kalaupun dilaksanakan sudah usang dan hanya menghambur hamburkan uang negara saja.

Mereka prinsipnya aman, semua kebagian dan  anggaran terserap.  Sementara yang diaudit masih sebatas penggunaan keuangannya saja, belum pada tataran manfaat dan dampaknya. Itulah pemicu sehingga semakin tinggi kuasa semakin tidak bisa dikandani, bahkan jauh dari kewarasan dan terkadang hilang akal sehat alias gila.  O Kombes DR CdL


Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Kamis, 04 Juni 2020
Kamis, 28 Mei 2020
Selasa, 26 Mei 2020
Sabtu, 23 Mei 2020
Rabu, 20 Mei 2020
Kamis, 14 Mei 2020
Senin, 04 Mei 2020
Senin, 27 April 2020
Sabtu, 25 April 2020
Sabtu, 18 April 2020
Rabu, 15 April 2020
Jumat, 10 April 2020