Kamis, 03 November 2016 12:27:56

Gubernur Pemersatu Bukan Pemicu

Gubernur Pemersatu Bukan Pemicu

Beritabatavia.com - Berita tentang Gubernur Pemersatu Bukan Pemicu

Apa yang salah apabila Jumat 4 Nopember 2016 puluhan ribu warga dari berbagai wilayah di Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta. Tidak perlu ...

 Gubernur Pemersatu Bukan Pemicu Ist.
Beritabatavia.com - Apa yang salah apabila Jumat 4 Nopember 2016 puluhan ribu warga dari berbagai wilayah di Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta. Tidak perlu ada kekhawatiran atau kecemasan apalagi ketakutan. Sebab aksi yang akan digelar adalah legal dan dilandasi serta dijamin oleh undang-undang untuk kebebasan menyampaikan pendapat di depan umum,sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Aparat keamananpun sudah mempersiapkan strategi untuk mengatur agar aksi tersebut bisa berlangsung aman, tertib dan lancar sehingga tujuan bisa tercapai. Apalagi aparat memiliki kewenangan untuk memproses secara hukum,bagi siapapun yang melakukan tindakan atau perbuatan yang melanggar aturan. Bahkan aparat juga diberikan kewenangan oleh hukum untuk melumpuhkan orang yang tindakannya potensi membahayakan orang lain.Sehingga tidak ada sedikitpun yang potensi menimbulkan kekhawatiran.

Sayangnya, kita selalu berfikir dan bertindak hanya terhadap apa yang terlihat di depan mata. Kita sering alpa untuk segera menyelesaikan semua potensi yang bisa memicu permasalahan.Sehingga memberikan ruang dan kesempatan bagi pihak atau kelompok tertentu untuk mengorganisir potensi itu sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya. Sebab, jauh sebelum aksi akan digelar, bangsa ini sudah banyak membuang energy untuk hal-hal yang sebenarnya tidak perlu terjadi.

Setelah itulah,kita semua seperti bangsa yang kurang waras saling curiga,menuduh, dibumbui dengan analisa dan perkiraan dengan kalimat-kalimat bersayap.Sehingga dimanfaatkan oleh pihak yang memiliki niat berbeda dari tujuan bangsa yang terikat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sedikit mundur kebelakang, kondisi yang memanas saat ini dipicu oleh pernyataan Gubernur DKI Jakarta di Pulau Seribu yang dinilai bermuatan SARA bahkan penistaan terhadap Agama. Ucapan sang Gubernur, Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok, telah menggiring kita semua dalam kondisi yang tidak kondusif.

Sejatinya,tuduhan terhadap Ahok itu dapat diredam dengan upaya penegakan hukum yang sudah disampaikan kepada kepolisian untuk diproses.Namun, gerak langkah kepolisian dinilai lambat,berbeda kalau perbuatan melanggar hukum dilakukan terhadap pejabat atau penguasa.Ditambah lagi mencuatnya kesan adanya keberpihakan oleh penguasa dalam upaya penegakan hukum.

Akhirnya, kasus ini menggurita dan siap melilit siapa saja.Bahkan menjadi kekuatan yang dapat digunakan oleh pihak lain untuk mencapai tujuannya. Kondisi itulah yang saat ini sedang kita saksikan.

Hendaknya kasus ini menjadi pelajaran untuk kesekian kali, agar semua elemen bangsa khususnya penyelenggara pemerintahan dan penegak hukum agar melaksanakan peran fungsinya sesuai dengan kewenangannya. Agar kita tidak terbelenggu dengan kondisi yang tidak kondusif akibat perilaku kebelinger seperti saat ini.

Kasus ini juga mengajarkan agar pemangku kekuasaan menjaga dan memilihara ucapan dan tindakannya. Serta memiliki rasa tanggungjawab terhadap semua perbuatannya, jangan justru berlindung dibalik kekuasaan.
 
Masyarakat Indonesia tidak mimpi yang muluk-muluk. Sama halnya dengan warga Jakarta yang akan menyelenggarakan pesta demokrasi Pilkada pada awal 2017 mendatang. Warga Jakarta cukup hanya memiliki Gubernur berintegritas terpadu yang sesuai dengan keyakinan,kata dan tindakan. Gubernur yang menjadi problem solver multi professional.Gubernur pemikir yang visioner memiliki kepedulian dan mau ikut merasakan apa yang dirasakan warganya. Gubernur sebagai motivator teladan yang mampu melaksanakan semua program pemerintah dan pembangunan dengan baik. Gubernur yang cerdik dan cekatan serta menggunakan kalimat yang santun serta tidak melukai hati dan perasaan orang lain. Gubernur DKI Jakarta haruslah sebagai pemersatu yang religius.O Edison Siahaan


Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Kamis, 04 Juni 2020
Kamis, 28 Mei 2020
Selasa, 26 Mei 2020
Sabtu, 23 Mei 2020
Rabu, 20 Mei 2020
Kamis, 14 Mei 2020
Senin, 04 Mei 2020
Senin, 27 April 2020
Sabtu, 25 April 2020
Sabtu, 18 April 2020
Rabu, 15 April 2020
Jumat, 10 April 2020