Kamis, 18 Oktober 2018 16:14:13

Catatan Janji Seorang Presiden

Catatan Janji Seorang Presiden

Beritabatavia.com - Berita tentang Catatan Janji Seorang Presiden

Terpana dalam kondisi mulut menganga, begitulah saat menyaksikan Joko Widodo (Jokowi) terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta. Setahun kemudian, ...

Catatan Janji Seorang Presiden Ist.
Beritabatavia.com - Terpana dalam kondisi mulut menganga, begitulah saat menyaksikan Joko Widodo (Jokowi) terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta. Setahun kemudian, peristiwa serupa terjadi saat Jokowi memenangkan Pilpres dan menjadi Presiden RI pada 2014 silam.

Jokowi bukan siapa-siapa dalam percaturan politik tanah air, bahkan tidak sebagai pengurus partai politik (Parpol). Jokowi penuh dengan kejutan seperti turun mendadak dari planet bulan. Prosesnya berlangsung seperti kilat menyambar, begitu cepat, dan menutup ruang untuk bertanya. Semua pihak seakan sepakat bahwa sosok Jokowi lah yang terbaik. Seperti terhipnotis dan bungkam kemudian harus siap menjadi korban intimidasi (bully) dari para pendukungnya apabila menyampaikan kritik terhadap Jokowi.

Meski sudah berlangsung lama, namun catatan perjalanan Jokowi sejak menjadi walikota Solo hingga memenangkan Pilkada DKI, masih tersimpan rapi dan segar dalam ingatan. Jokowi popular bersama mobil Asemka saat menuju pintu masuk arena Pilkada DKI Jakarta. Kemudian kisah mobil Asemka pupus dibalut cerita panjang dan beragam tanpa judul. Pada masa kampanye Pilkada DKI, Jokowi berjanji tidak melakukan pengusuran, tetapi menata dan menjadikannya kampung deret. Jokowi pun mengaku menyelesaikan kemacetan lalu lintas di Jakarta, bukan pekerjaan yang sulit.

Diawal masa jabatannya sebagai Gubernur DKI, Jokowi langsung blusukan hingga masuk gorong-gorong disusul rencana pembangunan sejumlah proyek seperti MRT, LRT disertai pemberitaan media massa yang tak pernah reda. Jelang memasuki penyelenggaraan Pilpres, Jokowi mengatakan tidak berfikir menjadi Presiden. Dirinya akan fokus pada pembangunan Jakarta untuk memenuhi janji yang dilontarkannya saat kampanye.

Tidak lama kemudian, Jokowi mengatakan akan lebih mudah membangun Jakarta apabila dirinya jadi Presiden. Untuk itu Jokowi pun siap jadi Capres. Sedikitnya dalam jejak digital Jokowi mengucapkan 100 janji bila terpilih jadi Presiden. Diantaranya, revolusi mental, swasembada pangan, membangun 50 ribu puskesmas, mencetak 10 juta lapangan kerja,pertumbuhan ekonomi 7 persen, mendirikan bank khusus nelayan, tidak bagi-bagi kursi menteri untuk partai pendukung,hentikan impor, tidak akan hutang dari Negara lain, dan turunkan harga dollar dibawah Rp 10.000.

Faktanya, potret negeri ini tampak secara kasat mata bahwa nilai tukar dollar terhadap rupiah meroket hingga mendekati Rp16.000/per dollar AS. Disusul dengan harga sembako yang semakin jauh dari jangkauan. Pertumbuhan ekonomi yang naik turun seperti ayunan, dan daya beli masyarakat semakin lesu dan melesut.Lapangan kerja entah dimana, sulit ditemukan. Penegakan hukum selalu menuai kegaduhan, stabilitas politik terus memanas. Pemimpin tidak lagi dapat menjadi sosok yang bersahaja untuk memepersatukan seluruh anak bangsa hidup damai dalam bingkai Negara kesatuan republik Indonesia (NKRI). Ironisnya, hutang Negara yang tercatat hingga September 2018  sebesar Rp 4.416,37 triliun dikatakan kecil. Pembangunan infrastruktur yang bukan berdasarkan kebutuhan sehingga kurang berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat. Serta beragam peristiwa lainnya yang menuai pro kontra dan terus bergulir tanpa solusi.

Memang perlu waktu lama untuk bisa meyakini kebenaran pengakuan orang-orang yang pernah dekat dengan Jokowi. Meskipun Jokowi secara langsung tidak pernah membantah atas tuduhan dirinya super ambisi dan menghalalkan segala cara. Namun, para pendukung maupun orang dekatnya sangat aktif membantah, bahkan menuding orang yang menyebut Jokowi berkarakter super ambisi itu melakukan fitnah yang sangat jahat.

Seperti pengakuan seorang perempuan yang pernah dekat dan berperan membantu Jokowi memenangkan Pilkada DKI. Dia menulis perilaku buruk dibalik sosok kesederhanaan yang selalu ditampilkan Jokowi. Dalam tulisannya disebut Jokowi adalah sosok yang super ambisius luar biasa. Demi mewujudkan ambisinya menjadi Presiden, Jokowi merusak Jakarta lewat proyek-proyek tanpa persiapan perencanaan yang komprehensif dan sejatinya sulit terwujud. Hingga akhirnya kondisi Jakarta saat ini carut marut akibat proyek infrastruktur yang belum pasti kapan selesai. Semua itu dilakukan Jokowi hanya untuk pencitraan menuju kursi presiden.

Dalam tulisan yang sudah beredar luas di masyarakat itu disebutkan masih menyimpan berbagai kelicikan dan kebohongan dibalik sosok sederhana yang selalu ditampilkan Jokowi. Bahkan dia memastikan Jokowi belum mampu memimpin negeri ini mencapai kemajuan untuk kesejahtraan bangsa Indonesia.

Tetapi apakah fakta ini mampu menggerus keberpihakan dan menghambat dukungan untuk  Jokowi. Keputusannya ditangan rakyat Indonesia yang dibuktikan pada April 2019 mendatang. O Edison Siahaan

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Kamis, 04 Juni 2020
Kamis, 28 Mei 2020
Selasa, 26 Mei 2020
Sabtu, 23 Mei 2020
Rabu, 20 Mei 2020
Kamis, 14 Mei 2020
Senin, 04 Mei 2020
Senin, 27 April 2020
Sabtu, 25 April 2020
Sabtu, 18 April 2020
Rabu, 15 April 2020
Jumat, 10 April 2020