Jumat, 18 Januari 2019

Debat Tak Mencerahkan

Debat Tak Mencerahkan

Beritabatavia.com - Berita tentang Debat Tak Mencerahkan

Kayu dan rigging untuk mendirikan panggung diruangan berukuran 45x45 meter di hotel Bidakara menghabiskan uang sebesar Rp250 juta. Belum LED, ...

Ist.
Beritabatavia.com -
Kayu dan rigging untuk mendirikan panggung diruangan berukuran 45x45 meter di hotel Bidakara menghabiskan uang sebesar Rp250 juta. Belum LED, sound system,honor moderator dan lain-lain. Berapa dana keseluruhan untuk pelaksanaan debat perdana Capres dan cawapres pada Kamis 17 Januari 2019, biarlah Badan Pemilihan Umum yang menjelaskan.

Pastinya, dana yang dihabiskan untuk menggelar debat tersebut kurang memberikan manfaat untuk publik. Justru pasca debat membuat publik semakin bingung untuk menentukan pilihan. Anehnya, untuk menggelar debat tersebut harus menghadirkan sejumlah pakar dan akademisi ternama di republik ini. Lucunya lagi, seluruh pemimpin partai politik dan para pejabat negara serta tokoh masyarakat,cendikiawan betah dan duduk manis untuk mendengarkan dan menyaksikan kedua pasangan calon yang berdiri diatas panggung megah tersebut. Semakin aneh, ketika para pendukung pasangan capres dan cawapres berbondong-bondong tanpa kecerdasan hanya untuk membuat suasana semakin riuh.

Debat adalah kegiatan yang dilakukan perorangan maupun kelompok untuk adu argumentasi, gagasan, ide untuk menjelaskan,menentang atau mendukung sekaligus solusi sebuah kondisi atau keadaan terkini maupun yang akan datang. Debat harus dinamis, meskipun ada prosedur, struktur, kerangka,tata cara,ciri serta substansi yang di debatkan.

Oleh karena itu, peserta debat harus mengandalkan keahlian dan memiliki kemampuan untuk menyampaikan visi lewat  ketajaman berfikir serta keluasan wawasan yang dituangkan lewat ucapan. Debat harus dapat memberikan edukasi,motivasi dan membuka wacana serta wawasan berfikir pendengarnya. Debat harus mampu merubah sikap pendengarnya karena diisi oleh hal-hal yang sangat baik dan berguna serta gagasan yang new. Sehingga sekaligus untuk membedakan debat dengan adu mulut maupun cuap-cuap asal bunyi.

Sayangnya, debat pasangan capres dan cawapres yang digelar di hotel Bidakara tidak memberikan kontribusi untuk menggugah pikiran publik dalam menentukan pilihannya.  Tidak terdengar pernyataan tajam dan menohok serta mencerdaskan sebagai oleh-oleh untuk publik. Agar dapat dijadikan untuk meyakinkan bahwa pilihannya adalah yang terbaik. Artinya, debat tersebut tidak memberikan kecerahan yang secara signifikan dapat mempengaruhi publik dalam menentukan pilihannya.

Mungkin debat itu akan lebih bermanfaat dan mencerahkan apabila sosok-sosok cerdas seperti Rocky Gerung ditampilkan di panggung yang didirikan dengan uang rakyat tersebut. Selain asyik untuk di dengar, Rocky Gerung juga menularkan kecerdasan,ketajaman berfikir dan memotivasi pendengar untuk mendobrak kedunguan dan mengisinya dengan kecerdasan serta mensupport dengan  wawasan yang lebih luas.

Pertanyaannya, mengapa debat Capres dan Cawapres perdana tidak menunjukkan kecerdasan, kompetensi serta integritas sebagai calon pemimpin Indonesia lima tahun mendatang ?  Sehingga dapat sebagai alat bantu mencerdaskan publik untuk menentukan pilihan pada Pilpres mendatang.

Apakah Komisi Pemilihan Umum (KPU) atau peserta debat, moderator, atau siapa yang harus bertanggung jawab atas biaya yang dihabiskan ? Seyogianya uang rakyat digunakan untuk mencerdaskan rakyat, bukan membiayai budaya dungu. O Edison Siahaan 



Berita Terpopuler
Selasa, 13 Agustus 2019
Sabtu, 17 Agustus 2019
Berita Lainnya
Minggu, 26 Mei 2019
Rabu, 22 Mei 2019
Senin, 20 Mei 2019
Kamis, 02 Mei 2019
Kamis, 02 Mei 2019
Senin, 15 April 2019
Senin, 08 April 2019
Selasa, 26 Maret 2019
Senin, 25 Maret 2019
Kamis, 21 Maret 2019
Kamis, 21 Maret 2019
Sabtu, 09 Maret 2019