Selasa, 22 Januari 2019

Pemilu & Harapan

Pemilu & Harapan

Beritabatavia.com - Berita tentang Pemilu & Harapan

April 2019 mendatang pemilik kedaulatan negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) akan memilih  Presiden yang dipercaya untuk menjalankan ...

Ist.
Beritabatavia.com -
April 2019 mendatang pemilik kedaulatan negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) akan memilih  Presiden yang dipercaya untuk menjalankan roda pemerintahan.

Lewat proses pemilu itulah, rakyat memberikan kuasa kepada pemerintah agar memanfaatkan seluruh sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) untuk kemaslahatan seluruh rakyat Indonesia.

Sesuai amanat konstitusi, pemerintah wajib mencerdaskan dan mensejahterakan kehidupan seluruh rakyat Indonesia. Mewujudkan kesejahteraan, keadilan atau Ipolesosbudhankam. Atas upaya itu, rakyat memberikan upah dan fasilitas kepada seluruh pihak yang terlibat. Rakyat bukan pengemis tapi pemilik. Maka keliru, jika disebut pemerintah memberikan bantuan kepada rakyat. Karena yang diberikan itu adalah hak rakyat.

Kepada pemerintah, rakyat juga mengingatkan, bahwa infrastruktur lalu lintas dan angkutan jalan adalah  kewajiban negara yang dilaksanakan oleh pemerintah. Maka, pemerintah harus fokus pada upaya menyiapkan infrastruktur jalan dan transportasi umum yang dapat digunakan rakyat tanpa harus membayar.

Bukan konsentrasi pada pembangunan ruas-ruas jalan Tol. Kemudian mengkalkulasi angka dalam regulasi tentang seberapa besar rakyat harus membayar jika melintas di jalan Tol yang sarat aroma bisnis itu. Apalagi memaksa rakyat harus  menabung di kartu Tol meskipun belum menggunakannya. Sehingga terlihat dan dirasakan aneh, karena  rakyat seperti anak kost. Sementara jalan Tol itu adalah alternatif atau pilihan bagi warga yang ingin menggunakannya.

Lalu lintas merupakan budaya dan potret modrenitas sebuah bangsa. Lalu lintas juga merupakan urat nadi kehidupan, karena manusia melakukan aktivitas untuk memenuhi kebutuhannya sebagian besar bersinggungan lalu lintas.

Sayangnya, lalu lintas dan angkutan jalan serta transportasi publik masih unresolved risk. Khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta dan sekitarnya.  Belum terlihat upaya yang menjadi solusi efektif untuk mengatasi permasalahan kemacetan. Beragam wacana selalu dilontarkan, namun kondisi lalu lintas tak berubah signifikan.

Secara kasat mata dapat dilihat, kemacetan akibat populasi kendaraan bermotor yang tidak terkontrol sehingga panjang dan ruas jalan tidak lagi mampu menampungnya. Kemacetan menimbulkan kerugian materi dan mematikan aktifitas,kreatifitas dan produktifitas masyarakat. Disatu sisi, pemerintah membuka peluang bagi industri otomotif untuk memproduksi mobil murah. Dilanjutkan dengan membangun ruas jalan tol secara massif hingga ke pusat kota.

Bahkan, dalam upaya mewujudkan Kamseltibcar lantas, kebijakan para pemangku kewenangan kurang bersinergi. Kebijakan sering dibuat hanya berdasarkan kewenangan masing-masing, tanpa koordinasi yang baik. Sehingga membuat potret lalu lintas khususnya di kota besar seperti Jakarta masih terlihat buram tertutup awan dan menyesakkan nafas.

Pemerintah harus mampu memberikan pilihan kepada rakyatnya. Bagi warga  yang tidak mau terjebak macet, dapat memilih commuter line yang tersedia lebih dari satu jalur. Atau bus kota yang terintegrasi keseluruh penjuru serta menjangkau daerah yang jauh dari jalur kereta. Pemerintah harus menyediakan semua fasilitas transportasi publik dan infrastruktur yang baik dan jaminan keamanan,keselamatan,ketertiban,kelancaran (Kamseltibcar).

Sehingga warga menggunakan kendaraan pribadinya hanya untuk kepentingan yang sangat urgent. Artinya, rakyat dituntun untuk bijak memilih bukan karena terpaksa melakukan sesuatu karena tidak ada pilihan.

Ciri-ciri sebuah negara maju dan demokratis apabila rakyatnya dapat memilih, sesuai kebutuhan dan kemampuannya. Untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya, pemerintah harus memiliki rencana besar dan jelas sebagai program prioritas yang segera dilaksanakan. Kemudian program prioritas itu dikolaborasi dengan program lainnya yang saling mendukung.

Kemajuan yang meningkatkan ekonomi  dan kesejahteraan bukan hanya  sekadar rakyatnya bisa makan enak, punya handphone canggih, memiliki kendaraan bermotor. Tetapi, menjadi negara maju dan bangsa modern adalah apabila rakyatnya cerdas karena memiliki kualitas pendidikan yang setara dengan negara-negara maju lainnya. Penegakan hukumnya berjalan sesuai dengan ketentuan yang  memberikan rasa keadilan bagi masyarakat. Kemudian tersedianya infrastruktur lalu lintas dan transportasi umum yang terintegrasi ke seluruh pelosok tanah air. Jika ekonomi disebut meningkat, tetapi lalu lintas carut marut, itu merupakan potret orang gendut telanjang sedang berlari. O Edison Siahaan /Ketua Indonesia Traffic Watch

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Selasa, 04 Juni 2019
Minggu, 26 Mei 2019
Rabu, 22 Mei 2019
Senin, 20 Mei 2019
Kamis, 02 Mei 2019
Kamis, 02 Mei 2019
Senin, 15 April 2019
Senin, 08 April 2019
Selasa, 26 Maret 2019
Senin, 25 Maret 2019
Kamis, 21 Maret 2019
Kamis, 21 Maret 2019