Rabu, 22 September 2010 23:44:16

Polsek Hamparan Perak = Musibah & Bencana

Polsek Hamparan Perak = Musibah & Bencana

Beritabatavia.com - Berita tentang Polsek Hamparan Perak = Musibah & Bencana

Sulit menjawabnya, jika ditanya siapa yang harus bertanggung jawab terkait penyerangan Mapolsek Hamparan Perak, Deli Serdang,. Sumatera Utara yang ...

Polsek Hamparan Perak = Musibah & Bencana Ist.
Beritabatavia.com - Sulit menjawabnya, jika ditanya siapa yang harus bertanggung jawab terkait penyerangan Mapolsek Hamparan Perak, Deli Serdang,. Sumatera Utara yang mengakibatkan tiga anggota polisi tewas diterjang peluru yang dimuntahkan dari senjata para pelaku.

Tidak juga pas, apabila tanggung jawab itu sepenuhnya di bebankan kepada Kapolda Sumatera Utara Irjen oegroseno. Lagi pula, lulusan AKPOl 1978 itu tidak perlu khawatir, kalau pasca musibah itu akan berdampak buruk atau menjadi musibah yang bisa menghambat perjalanan kariernya.

Karena, soal siapa yang harus bertanggung jawab jika sesuatu terjadi dilingkungan Polri, sudah lama tidak jelas. Bahkan, sudah  menjadi rahasia umum, jika seorang pejabat Polri yang dicopot karena diduga lalai terhadap tanggung jawabnya. Maka, tidak lama kemudian, orang tersebut akan mendapat berkah dan anugrah kenaikan pangkat maupun jabatan. Bahkan, ada juga pejabat yang tidak mendapat sanksi, saat sebuah Polsek di wilayahnya hancur diserang sekelompok orang.
Seperti penyerangan Mapolsek Matraman, Jakarta Timur beberapa waktu lalu. Selain proses kasusnya tidak transparan, penyelesaiannya juga tak ada kabar hingga saat ini. Sementara Kapolda Metro Jaya yang saat itu dijabat oleh Irjen Wahyono saat ini sudah mendapat kenaikan pangkat menjadi Komisaris Jenderal (Komjen) dan jabatan sebagai Kabaintel Polri. Padahal, peristiwa penyerangan Polsek Metro Matraman dan kerusuhan Tanjungrpiok, Jakarta Utara lebih cenderung disebabkan karena lemahnya kemampuan  intelijen menjalankan fungsi dan perannya. 

Kemudian peristiwa pencopotan Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Yusuf Manggabarani, menyusul kasus penyerangan kampus dipicu aksi anarkis mahasiswa saat itu. Namun, dalam waktu relatif singkat, Yusuf Manggabarani mendapat anugrah kenaikan pangkat menjadi Komjen serat jabatan sebagai Irwasum dan saat ini menjadi Wakapolri.

Lalu Irjen Nanan Soekarna dicopot dari jabatan Kapolda Sumatera Utara karena dinilai lalai. Sehingga aksi anarkis ribuan massa pendukung Protap memakan korban tewasnya ketua DPRD Sumatera Utara Abdul Aziz Angkat. Irjen Nanan Soekarna akhirnya sempat diparkir alias tanpa jabatan,di Mabes Polri. Namun, hanya hitungan bulan, lulusan terbaik AKPOL 1978 itu kembali mendapat jabatan sebagai Kadivhumas Polri.Dan, tidak lama kemudian, mendapat anugrah dengan pangkat Komjen dan jabatan sebagai Irwasum menggantikan Komjen Yusuf Manggabarani. Bahkan, Komjen Nanan Soekarna, salah satu perwira tinggi yang dijagokan sebagai kandidat calon Kapolri menggantikan Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD).

Apabila Kapolda Sumatera Utara Irjen oegroseno berkaca dari sejumlah kasus tersebut, maka tidak perlu gusar. Sebaliknya, Oegroseno sudah mulai siap-siap untuk menerima anugrah kenaikan pangkat disertai jabatan yang lebih tinggi. Seperti para senior dan rekan seangkatannya, yang mendapat anugrah setelah menerima sanksi akibat kelalaian yang menimbulkan musibah.0 edison siahaan
Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Kamis, 04 Juni 2020
Kamis, 28 Mei 2020
Selasa, 26 Mei 2020
Sabtu, 23 Mei 2020
Rabu, 20 Mei 2020
Kamis, 14 Mei 2020
Senin, 04 Mei 2020
Senin, 27 April 2020
Sabtu, 25 April 2020
Sabtu, 18 April 2020
Rabu, 15 April 2020
Jumat, 10 April 2020