Kamis, 02 Mei 2019

People Power & Bumi Datar

People Power & Bumi Datar

Beritabatavia.com - Berita tentang People Power & Bumi Datar

Para penganut teori bumi datar meyakini people power adalah wujud dari kekuatan rakyat untuk melawan segala bentuk ketidak adilan. People power ...

Ist.
Beritabatavia.com -
Para penganut teori bumi datar meyakini people power adalah wujud dari kekuatan rakyat untuk melawan segala bentuk ketidak adilan. People power bergerak dipicu adanya dugaan segelintir elite global yang berusaha mencuci otak dan merampas hak-hak rakyat kecil yang notabene sangat awam dan tidak menyadari hal tersebut.

Sejatinya, gerakan people power merupakan sebuah bentuk sebuah kesadaran dari masyarakat. Mereka berusaha melawan dan melakukan protes terhadap bentuk kezaliman dan kesewenangan para penguasa. Caranya pun beragam, mulai dari menyanggah fakta yang selama ini beredar di masyarakat, melawan arus ilmu pengetahuan, mengungkap bobroknya sistem keuangan yang ada dan banyak lainnya.

Filipina merupakan salah satu negara yang mencetuskan aksi people power ini. Gerakan tersebut digalang secara masif guna membendung sekaligus melawan dominasi pemimpin mereka, Ferdinand Marcos. Ia digoyang oleh rakyatnya sendiri lantaran ketidakadilan dalam memerintah serta terindikasi melakukan korupsi serta pelanggaran HAM. Mirip dengan gerakan reformasi 1998 di Indonesia.

Itulah sebagian kecil dari bentuk people power. Para pendukung teori bumi datar percaya, ada hal buruk yang sengaja disimpan rapat-rapat oleh penguasa. Mereka kerap melakukan propaganda terselubung dan memproklamirkan diri sebagai penyelamat rakyat. Nyatanya, mereka banyak memeras lewat beragam cara secara halus tanpa disadari oleh masyarakatnya sendiri.

Jumlah mereka yang sering disebut sebagai elite global memang sedikit. Namun memiliki kekuasaan yang jauh lebih besar terhadap rakyat dibandingkan dengan undang-undang yang dibuat. Bisa dibayangkan, dengan kekuasaan yang sedemikian besar, mereka bisa saja menciptakan suatu kekacauan di sebuah tempat yang mereka kehendaki. Bisa dalam bentuk kebangkrutan secara ekonomi, peperangan, wabah penyakit serta mencekoki generasi mudanya dengan hal yang mengarah kepada proses dekadensi moral.

Sudah bisa ditebak, mereka nantinya akan datang dan mengaku-ngaku sebagai pahlawan berhati malaikat yang seolah memberikan jalan keluar. Padahal, skenario jahat telah menanti untuk menyedot habis korban yang telah terpedaya. Lembaga moneter, kesehatan dan keuangan, menjadi proxy pelindung yang aman untuk memuluskan rencana busuknya. Ya, kira-kira seperti inilah kelakuan para elite menurut mereka para pendukung teori bumi datar.

Contoh dari apa yang disinggung pada ulasan di atas menurut sebagian orang benar terjadi di Indonesia. Hal ini adalah ketika IMF memberikan kucuran hutangnya untuk memulihkan krisis ekonomi yang memporak-porandakan Indonesia. Seperti yang kita tahu, carut marut finansial yang terjadi di tanah air, merupakan ulah dari spekulan investasi, George Soros yang dianggap merupakan kawanan elite global. Indonesia pun akhirnya masuk ke dalam perangkap hutang yang jumlahnya luar biasa besar.

Bagaimana cara menghentikannya? Tak lain dan bukan adalah dengan kekuatan kesadaran masyarakatnya alias People Power. Semakin kritis sebuah pemikiran dari suatu komunitas, maka akan sangat besar peluangnya untuk menang. Secara perlahan, segala bentuk kesenangan semu dan sistem busuk yang diterapkan pada masyarakat, akan sirna seiring dengan berjalannya waktu. Tentu tak banyak yang setuju dengan hal-hal semacam ini, atau bahkan menganggap people power hanyalah bualan semata.

Apakah melalukan People Power menyalahi aturan jawabannya TIDAK. Karena kedaulatan itu berada di tangan Rakyat, dimana Rakyat melihat, merasakan juga mengalami sistem Negara dimana kejahatan Secara Terstruktur, Masief  dan Terorganisir yang dilakukan oleh para elit atau penguasa sudah melampaui Konstitusional. Maka Rakyat berhak dan wajib untuk melakukan People Power.

People Power dipandang perlu karna suara rakyat adalah suara Tuhan dan di tangan Rakyatlah kedaulatan itu ada sepenuhnya. Kemana lagi rakyat meminta keadilan di saat sang penguasa tidak mementingkan nasib Rakyatnya. People Power bukanlah gerakan Inkonstitusional tapi sesuai dengan Konstitusi dan tidak bisa di kategorikan sebagai makar karena pengertian People Power itu bisa banyak dan beragam.

Karena bukan hanya sebatas demo atau tindakan anarkis melainkan berupa berkumpulnya Rakyat dan melakukan pengawalan suara seperti yang saat ini terjadi. Jadi pengawalan suara PEMILU tidak bisa di sebut MAKAR.

Justru biasanya yang menuduh People Power adalah makar biasanya mereka sendiri pelaku makar sebenarnya. Intinya Rakyat itu butuh perlindungan dan kenyamanan bukan terintimidasi dan terintervensi jangan lah pernah membuat rakyat tertekan karena dari merekalah  roda perekonomian. Negara harus membuat rakyat nyaman dan tentram. Rakyat akan berdaulat apabila bebas dari tekanan,kecurangan dan mendapatkan keadilan. O Dahlian Zein, SH,MH (Advokad dan Ketum Baladhika).

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Kamis, 21 Maret 2019
Sabtu, 09 Maret 2019
Jumat, 01 Maret 2019
Senin, 18 Februari 2019
Jumat, 15 Februari 2019
Kamis, 14 Februari 2019
Sabtu, 09 Februari 2019
Selasa, 22 Januari 2019
Jumat, 18 Januari 2019
Jumat, 18 Januari 2019
Selasa, 15 Januari 2019
Jumat, 04 Januari 2019