Sabtu, 14 September 2019

Irjen Firli, Biasa Saja

Irjen Firli, Biasa Saja

Beritabatavia.com - Berita tentang Irjen Firli, Biasa Saja

Sekitar pukul 10.00, Rabu 26 Oktober 2005, Kasat Serse Umum, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Metro Jaya, AKBP Firli Bahuri, ...

Ist.
Beritabatavia.com -
Sekitar pukul 10.00, Rabu 26 Oktober 2005, Kasat Serse Umum, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Metro Jaya, AKBP Firli Bahuri, sedang dalam perjalanan menuju Polda Metro Jaya. Firli sedikit kaget saat menerima informasi,  dan langsung memutar arah menuju  komplek Rusun, Bendungan Hilir (Benhil) , Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Di lantai tiga Rusun Benhil, ditemukan  sosok mayat wanita yang sudah membusuk di kamar mandi. Korban diketahui adalah Yuningsih alias  Nungky sekretaris anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Trimedya Pandjaitan. Sekitar tiga bulan kemudian, secara tidak sengaja barulah kasus pembunuhan Nungky terungkap.

Sosok Firli Bahuri, lulusan AKPOL 1990 ini biasa-biasa saja, tidak populer. Catatan karirnya juga berjalan normal seperti para perwira Polri lainnya. Tetapi, tidak menjadi alasan untuk menolak Firli Bahuri sebagai ketua  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023 yang secara resmi dipilih oleh anggota Komisi III DPR RI pada Jumat 13 September 2019 dini hari. Setelah sebelumnya menjalani proses uji kapatutan dan kelayakan (fit and profer test) Kamis 12 September 2019 malam.

Awal 2016 bertemu Firli Bahuri di Mabes Polri dengan pangkat bintang satu bertengger di pundak (Brigadir Jenderal). Pria asal Sumatera Selatan itu, tetap terlihat biasa-biasa saja, tak ada perubahan yang signifikan. Firli tetap ramah, humoris, murah senyum dan selalu samangat serta penuh perhatian kepada lawan bicaranya. Begitu juga usai menjabat sebagai Wakapolda Jateng dan Kapolda NTB, Firli tetap tidak menunjukkan perubahan yang singnifikan. Bahkan saat bertugas di KPK kemudian menjadi Kapolda Sumatera Selatan disusul kenaikan pangkat menjadi Inspektur Jenderal (Irjen), sama saja.

Barulah saat menjalani fit and profer test, Firli Bahuri sontak menjadi sosok yang memiliki wawasan luas dan smart. Kepiawaiannya memaparkan makalah berisi visi dan misi yang disusunnya, memukau membuat banyak pihak tercengang dan mendapat aplus dari angota Komisi III DPR RI. Namun, perubahan Irjen Firli Bahuri itu tidak juga menjadi alasan untuk tidak menolaknya sebagai Ketua KPK.

Karena memang bukan untuk mencari alasan apakah menolak atau menerimanya. Apalagi ketua KPK tidak segalanya, karena pimpinan KPK bersifat kolektif kolegial. Sehingga tidak perlu, dan untuk apa mencari-cari alasan hanya untuk menerima atau menolak Firli sebagai Ketua KPK. Kehadiran Irjen Firli sama halnya dengan pimpinan KPK sebelumnya. Mereka diberikan tanggungjawab untuk memberantas dan mencegah tindak pidana korupsi berlandaskan aturan dan ketentuan yang berlaku. Bukan karena dasar keinginan sendiri atau kelompok yang ada di KPK.

Maka, substansinya  apakah Irjen Firli Bahuri dan empat pimpinannya lainnya mampu menjaga marwah KPK sebagai lembaga pencegahan dan pemberantasan korupsi  dan memenuhi ekspektasi publik. Apakah pimpinan KPK periode 2019-2023 akan membangun sinergi dengan lembaga penegak hukum lainnya. Apakah Firli akan menyelesaikan adanya perpecahan akibat konflik internal di KPK. Kemudian menata kembali dengan baik system dan mekanisme proses pengaduan, penyelidikan hingga penyidikan dan penuntutan KPK yang selama ini memicu sorotan berbagai pihak.

Penolakan sejumlah kalangan maupun dari internal KPK akan berubah menjadi dukungan, apabila ketua KPK Irjen Firli Bahuri, terus mendorong pengungkapan kasus yang menimpa Novel Baswedan. Polri akan memperoleh kepercayaan penuh dari public, apabila ketua KPK Firli Bahuri menjelaskan kasus buku merah yang sempat merebak.

Irjen Firli Bahuri yang secara resmi dipilih sebagai ketua KPK bukan semata mewakili sosok pribadi. Tetapi Firli adalah potret seluruh anggota Polri yang akan mempertaruhkan integritas, profesionalitas, citra dan nama baik serta kredibilitas Polri. Irjen Firli Bahuri bagian dari sejumlah perwira Polri yang dipercaya menduduki jabatan strategis diluar lembaga Polri seperti Menpan RB, Kepala BNN, Kepala BIN, Kepala BNPT, Dirjen Imigrasi, Dirjenhubdar, Wakil kepala Badan Siber dan Sandi Negara.  Para perwira Polri, termasuk Irjen Firli adalah duta Polri untuk membuktikan kemampuan dan kesiapan para insan Bhayangkara. Bukan justru memicu kecurigaan dan menimbulkan kagaduhan yang akan  menggerus kepercayaan publik terhadap Polri. O Edison Siahaan

Berita Terpopuler
Selasa, 15 Oktober 2019
Berita Lainnya
Sabtu, 17 Agustus 2019
Selasa, 13 Agustus 2019
Rabu, 31 Juli 2019
Senin, 22 Juli 2019
Jumat, 19 Juli 2019
Rabu, 10 Juli 2019
Rabu, 03 Juli 2019
Minggu, 30 Juni 2019
Kamis, 27 Juni 2019
Selasa, 25 Juni 2019
Selasa, 04 Juni 2019
Minggu, 26 Mei 2019