Selasa, 15 Oktober 2019 17:38:25

Hoax Tak Jera di Penjara

Hoax Tak Jera di Penjara

Beritabatavia.com - Berita tentang Hoax Tak Jera di Penjara

Belakangan hoax jadi perbincangan yang tak pernah kunjung selesai. Serentak menuding  penyebaran hoax potensi memicu kegaduhan bahkan perpecahan ...

Hoax  Tak Jera di Penjara     Ist.
Beritabatavia.com - Belakangan hoax jadi perbincangan yang tak pernah kunjung selesai. Serentak menuding  penyebaran hoax potensi memicu kegaduhan bahkan perpecahan bangsa.Sehingga hoax pun dijadikan musuh bersama yang harus diperangi oleh seluruh elemen bangsa di wilayah negara kesatuan republik Indonesia (NKRI).

Berbagai upaya dari mulai sosialisasi menolak hoax dilakukan untuk melawan penyebaran hoax. Seakan hoax adalah musuh yang baru datang ke bumi Indonesia. Sehingga perlu disiapkan petugas khusus untuk berselancar atau patroli di dunia maya memantau aktifitas percakapan warga yang beraroma hoax dan ujaran kebencian di medsos dan group whatshap. Sayangnya, hoax tetap bergeliat dan belum menyerah.

Berita bohong atau berita palsu  (hoax) adalah kata-kata yang sengaja dirangkai menjadi informasi yang seakan-akan peristiwanya benar terjadi. Padahal sesungguhnya informasi itu tidak memiliki landasan faktual alias hoax. Kemudian disebarkan dengan tujuan memenuhi  kepentingan pembuat hoax atau kelompoknya.

Sejatinya, hoax memiliki sejarah panjang yang terus berkembang di tengah-tengah kehidupan masyarakat dunia hingga kalangan ilmuan. Bahkan, sebelum kemerdekaan hoax sudah bergeliat dalam kehidupan sebagian besar masyarakat Indonesia. Seperti, ibu yang selalu mengucapkan kepada anaknya, awas ditangkap polisi atau nanti disuntik dokter, apabila anaknya tidak mau makan atau untuk menghentikan aksi nakal anaknya. Namun, hoax yang mengesankan polisi dan dokter jahat,  tidak membuat setiap anak membenci profesi dokter dan Polri. Justru banyak orang yang ingin menjadi polisi atau  dokter.

Bukan hanya itu, hoax juga digunakan sebagai senjata pamungkas untuk memenangkan kompetisi seperti Pilkada maupun Pilpres. Kendati janji kampanye tidak ditepati setelah duduk di kursi kekuasaan, tidak juga serta merta menimbulkan kagaduhan apalagi perpecahan bangsa. Justru rakyat lupa bahwa pemimpinnya pernah menebarkan hoax, lalu kembali memilihnya. Publik juga tak melihat aparat penegak hukum bertindak terhadap pemimpin yang menyebar bohong.

Sejatinya, sebagian besar masyarakat Indonesia sudah sejak lama mengunakan hoax untuk mencapai keinginannya. Tetapi nyaris tidak menimbulkan kegaduhan apalagi perpecahan. Sehingga  menuai tanya, kenapa justru masyarakat  di era milenial dan teknologi serba canggih, hoax menjadi virus membahayakan yang harus dimusuhi dan diperangi ?

Berbagai upaya memerangi hoax terus dilakukan. Bahkan, hoax seperti musuh nyata diseberang pulau yang harus dihancurkan dengan alat perang yang canggih. Memerangi hoax juga dilandasi semangat yang orientasinya untuk memenjarakan pelakunya. Pertanyaannya, apakah efektif ? Apalagi kehidupan alam  demokrasi menjamin kebebasan menyampaikan pendapat dan berekspresi.

Hoax dan ujaran kebencian adalah produk orang-orang cerdas yang digunakan untuk kepentingan pembuat maupun kelompoknya. Hoax akan bertumbuh dan berdampak  ditengah-tengah masyarakat yang belum beradab dan tingkat kecerdasannya masih sangat rendah. Sebaliknya, hoax tidak berdampak buruk bagi masyarakat yang sudah sejahtera dan  cerdas. Maka, upaya yang dilakukan sebagai solusi efektif dan permanent untuk melawan hoax,  adalah meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan. Sebab, masyarakat yang cerdas dan kritis tidak akan memberikan celah dan peluang bagi hoax untuk tumbuh dan berkembang di tengah kehidupannya. Hoax akan terus bergeliat meskipun dimasukkan ke dalam sel gelap dan bau.  Hanya masyarakat yang cerdas dan kritis yang menjadi lawan tangguh yang dapat menghancurkan hoax.

Sayangnya, semangat memerangi hoax tak serupa serunya dengan upaya pencegahan. Mendadak lesu, ketika bicara tentang mencerdaskan bangsa. Tampak rasa enggan saat diskusi soal kesejahteraan, dan kehilangan semangat saat akan melindungi rakyat. O Edison Siahaan
 
 


Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Senin, 04 Mei 2020
Senin, 27 April 2020
Sabtu, 25 April 2020
Sabtu, 18 April 2020
Rabu, 15 April 2020
Jumat, 10 April 2020
Senin, 06 April 2020
Sabtu, 04 April 2020
Kamis, 02 April 2020
Minggu, 22 Maret 2020
Minggu, 08 Maret 2020
Senin, 02 Maret 2020