Selasa, 12 November 2019

Sosok Jenderal Yang Istimewa

Sosok Jenderal Yang Istimewa

Beritabatavia.com - Berita tentang Sosok Jenderal Yang Istimewa

Pasca pelantikan Jenderal Idham Aziz menjadi Kapolri pada 1 Nopember 2019 lalu, posisi Kabareskrim yang ditinggalkannya, masih kosong. Bahkan, ...

Ist.
Beritabatavia.com -
Pasca pelantikan Jenderal Idham Aziz menjadi Kapolri pada 1 Nopember 2019 lalu, posisi Kabareskrim yang ditinggalkannya, masih kosong. Bahkan, telegram Kapolri tentang mutasi nomor ST/ 3020/XI/KEP/2019 dan ST/3019/XI/KEP/2019 tertanggal 8 Nopember 2019, tidak menunjuk perwira yang akan mengisi jabatan Kabareskrim.

Anehnya, justru mengangkat Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Firli Bahuri, menjadi Kabaharkam menggantikan Komjen Condro Kirono yang akan memasuki masa pensiun.

Padahal, Firli sudah terpilih sebagai ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023, yang pelantikannya tinggal menghitung hari. Promosi dan kenaikan pangkat menjadi Komjen membuat sosok Firli sangat istimewa. Apalagi, sepanjang 2018-2019, nama lulusan AKPOL 1990 itu  selalu menghiasi lembaran telegram mutasi Polri.

Sebut saja, pasca Kapolda NTB, Firli kelahiran 8 Nopember 1963 ditunjuk menjadi deputi penindakan KPK. Tidak lama kemudian, Firli diangkat menjadi Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) sekaligus mendapat kenaikan pangkat menjadi Inspektur Jenderal (Irjen). Saat menjabat Kapolda Sumsel, Firli terpilih sebagai ketua KPK periode 2019-2023 dan akan dilantik pada Desember 2019 mendatang. Keistimewaan yang diperoleh Firli semakin transparan. Seraya menunggu pelantikan sebagai ketua KPK saja, Firli mendapat promosi sebagai  Kabaharkam Polri sekaligus kenaikan pangkat menjadi Komjen.

Hebatnya lagi, Firli bebas dari ancaman keras Presiden Jokowi yang akan mencopot Kapolda dan Kapolres apabila tidak dapat mengatasi kebakaran hutan dan lahan di daerahnya. Padahal, beberapa waktu lalu, wilayah Sumsel diselimuti asap tebal, akibat kebakaran hutan menjadi berita utama sejumlah media nasional. Faktanya, Kapolda Sumsel, Irjen Firli Bahuri, justru mendapat promosi jabatan dan kenaikan pangkat.

Sebaiknya, Kapolri segera menunjuk perwira untuk mengisi kursi Kabareskrim. Sekaligus menjawab beragam dugaan publik, adanya tarik menarik kekuatan di internal dan eksternal Polri hanya untuk menentukan sosok Kabareskrim dan pengangkatan Firli menjadi Kabaharkam.

Publik berharap Kapolri Jenderal Idham Aziz, berani menolak intervensi, meskipun oleh mantan petinggi Polri. Sebab, Polri bukan lembaga tempat mencari pangkat dan jabatan samata. Kapolri harus memastikan, jabatan di lingkungan Polri   hanya diberikan kepada perwira yang memiliki kompetensi, integritas dan memenuhi persyaratan administrasi yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Era Kapolri Jenderal Idham Aziz, memang berbeda dengan para seniornya yang memiliki waktu luang saat menjadi Kapolri. Sedangkan Jenderal Idham Aziz, hanya 14 bulan, karena Januari 2021 akan memasuki masa pensiun.

Sementara dalam waktu 14 bulan, Kapolri Jenderal Idham Aziz dituntut menyelesaikan berbagai masalah. Selain beragam ancaman yang potensi menjadi gangguan Kamtibmas, sudah ada didepan mata. Kapolri dengan waktu yang relatif singkat, harus menentukan sosok pengganti sejumlah pejabat yang akan memasuki masa pensiun.

Berdasarkan catatan, selain Kabareskrim,    Wakapolri  Komjen Ari Dono juga akan memasuki masa pensiun pada Desember 2019. Kemudian  Kabaharkam yang akan ditinggalkan Firli Bahuri. Disusul Irwasum Polri Komjen Moechgiarto pensiun pada Mei 2020. Serta sejumlah perwira tinggi bintang tiga diluar struktur organisasi Polri seperti Komjen Setyo Wasisto saat ini menjabat sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Perindustrian (Irjen Kemenperin) akan pensiun pada November 2019. Kemudian Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional (Sestama Lemhanas) Komjen M Iriawan, pensiun 31 Maret 2020. Serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (Ka BNPT) Komjen Suhardi Alius, pensiun 10 Mei 2020.

Semua menjadi tantangan yang harus diatasi dan diselesaikan dengan baik oleh Kapolri Jenderal Idham Aziz.  Melaksanakan tugas dan tanggungjawab berat itu, dibutuhkan kesiapan dan Polri yang solid, kompak serta  loyal kepada institusi dan pimpinan. Tentu, membangun soliditas dan solidaritas, pimpinan Polri harus mengelola SDM dengan melaksanakan Reward and Punishment secara konsisten dan transparan. Serta menerapkan  prinsip the right man in the right place. O Edison Siahaan

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Sabtu, 14 September 2019
Sabtu, 07 September 2019
Kamis, 29 Agustus 2019
Rabu, 28 Agustus 2019
Senin, 26 Agustus 2019
Sabtu, 24 Agustus 2019
Sabtu, 17 Agustus 2019
Selasa, 13 Agustus 2019
Rabu, 31 Juli 2019
Senin, 22 Juli 2019
Jumat, 19 Juli 2019
Rabu, 10 Juli 2019