Senin, 02 Maret 2020 13:23:04

Harapan di Negeri Berbagai Virus

Harapan di Negeri Berbagai Virus

Beritabatavia.com - Berita tentang Harapan di Negeri Berbagai Virus

 “Negarawan tetap sahabat kebenaran dari jiwa yang ikhlas dalam menggenapi tindakan, dan menjunjung keteguhan, tidak menciderai janji, ...

Harapan di Negeri Berbagai Virus   Ist.
Beritabatavia.com -

 “Negarawan tetap sahabat kebenaran dari jiwa yang ikhlas dalam menggenapi tindakan, dan menjunjung keteguhan, tidak menciderai janji, tidak mengabdi  tujuan pribadi, tidak memperoleh gelar, dan tidak kehilangan sahabat, diluhurkan oleh kepribadiannya, oleh semua berkah, dan madah pujian, tanpa rasa iri, dari Muse Sang Inspirasi Illahi yang ia cintai,” Alexander Pope (penyair Inggris)

Kehadiran sosok negarawan yang diungkapkan Alexander Pope pada abad ke 18 adalah mimpi semua bangsa, hingga abad moderen saat ini. Merindukan sosok negarawan yang mencerdaskan bangsanya dan bersama mewujudkan kesejahteraan dan keadilan untuk seluruh rakyatnya. Bukan membuka pintu gerbang lebar-lebar dan mengucapkan selamat datang bagi kaum oligarki untuk menguasai seluruh sumber daya.

Sementara membiarkan sebagian besar masyarakat hanya bersabar menunggu janji kemerdekaan. Seraya meminta agar tetap bertahan dalam kondisi yang tak pernah reda dari kegaduhan, kekacauan, pertikaian yang seperti tak terkendali.

Hanya karena,  masyarakat yang jumlahnya potensi bertambah hingga ratusan juta, sudah terbiasa hidup nyaris bebas dari kemiskinan. Mereka  terbiasa mandi hujan, berenang di sungai, menikmati makanan pinggir jalan, bahkan kalau makanan jatuh diambil lagi, seraya mengucapkan belum lima menit. Hanya untuk bertahan hidup, tanpa tameng atau suntikan kekebalan, mereka bertarung melawan keganasan berbagai virus. Mereka bergerak melawan badai dan jebakan serta virus untuk menuju kehidupan yang sejahtera dan adil nun jauh disana. Tak  pasti kapan akan tiba.

Mungkin dengan alasan kesabaran itulah, mereka melupakan wabah virus corona yang mematikan, jiwasraya, BPJS yang memilukan, Asabri, Harun Masiku yang lucu, Omnibuslaw mencemaskan dan beragam virus lainnya yang mencuat di awal  pemerintahan periode ke 2 Jokowi. Mereka tak lagi merasa aneh   mendengar pembicaraan para cendikiawan, politisi, penguasa dan pengusaha yang sudah memunculkan calon pengganti Jokowi, meskipun baru melalui 100 hari kerja periode ke duanya.

Selain bertahan dari ancaman virus dan kagaduhan dan berbagai kelucuan lainnya. Ibu-ibu juga harus bersabar dan bertahan menikmati kenaikan harga-harga kebutuhan yang membuat daya beli masyarakat nyungsep.

Tanpa ada garansi sampai kapan untuk tetap bertahan.  Rakyat diminta agar selalu bersyukur dan menikmati atas apa yang sudah diperoleh. Sementara, ditengah kondisi yang serba sulit, banjir, kemacetan dan beragam permasalahan lainnya, perpindahan ibukota negara yang membutuhkan dana ratusan triliun rupiah, terus digaungkan. Ditambah upaya Pemerintah yang semakin giat mencari sumber dana lewat berbagai pajak dari rakyat.

Lalu siapa yang memikirkan atau menghalau  kesulitan yang dialami masyarakat ?

Beruntung, para petinggi di negeri ini secara bersama berupaya untuk memahami kesulitan dan kepedihan yang dirasakan masyarakat. Upaya itu  diwujudkan lewat cara menyusupkan sanak saudara menjadi bagian dari kekuasaan  seperti Walikota, Bupati, anggota DPR, hingga staf ahli, staf khusus dilingkungan Istana, atau kementerian. Atau menimbun harta kekayaan, agar anak cucu dan  sanak saudara mereka kelak tidak merasakan seperti kesulitan dan kepedihan yang dialami masyarakat.

Sejatinya, kehidupan masyarakat sudah terbiasa  bersaudarakan kesederhanaan bahkan kegetiran.  Masyarakat juga memahami kesejahteraan dan keadilan adalah mimpi yang harus diraih lewat kerja keras. Masyarakat hanya ingin dan rindu semua pihak mengamalkan Pancasila sebagai dasar berbangsa dan bernegara. Rakyat hanya berharap, agar kedaulatan politis dan kecerdasan filosofis bersatu. Memadamkan api kegaduhan dan pertikaian serta kekacauan yang secara perlahan melanda negeri ini. Berdamailah seluruh penghuni negeri ini membangun persatuan, bersama menatap sinar mentari muncul di upuk timur dan menyaksikannya tenggelam di barat. O Edison Siahaan

 

Berita Terpopuler
Kamis, 04 Juni 2020
Berita Lainnya
Jumat, 10 April 2020
Senin, 06 April 2020
Sabtu, 04 April 2020
Kamis, 02 April 2020
Minggu, 22 Maret 2020
Minggu, 08 Maret 2020
Senin, 02 Maret 2020
Sabtu, 22 Februari 2020
Kamis, 20 Februari 2020
Rabu, 05 Februari 2020
Senin, 03 Februari 2020
Kamis, 23 Januari 2020