Sabtu, 04 April 2020 11:01:35

“Pergilah Corona, Biarkan Kami Jalani Kehidupan Sendiri”

“Pergilah Corona, Biarkan Kami Jalani Kehidupan Sendiri”

Beritabatavia.com - Berita tentang “Pergilah Corona, Biarkan Kami Jalani Kehidupan Sendiri”

Negara harus menjamin pemenuhan kebutuhan dasar dan melindungi keselamatan setiap warga negara. Idealnya, begitulah harapan masyarakat, khususnya ...

“Pergilah Corona,  Biarkan Kami Jalani Kehidupan Sendiri” Ist.
Beritabatavia.com -

Negara harus menjamin pemenuhan kebutuhan dasar dan melindungi keselamatan setiap warga negara. Idealnya, begitulah harapan masyarakat, khususnya saat ini yang sedang dilanda teror wabah virus corona atau covid-19. Negara tidak boleh membiarkan rakyatnya panik, cemas, khawatir apalagi sampai kehilangan nyawa direnggut virus corona.

Sayangnya, teror virus corona semakin dahsyat, belum mampu dijinakkan. Jumlah pasien yang terkonfirmasi positif virus corona maupun jumlah korban jiwa hari demi hari terus bertambah. Beribadah taklagi di Masjid Gereja atau tempat-tempat ibadah lainnya. Aktifitas dibatasi, sekolah diliburkan, tata karma, perilaku dan kebiasaan-kebiasaan antar warga sontak berubah, ketakutan tak bisa ditepis, kecemasan belum reda.

Ditengah kondisi yang serba tidak pasti, justru masyarakat kerap disajikan tontonan yang beraroma keributan, kegaduhan antar elit bangsa yang mengganggu konsentrasi publik menghadapi teror virus corona. Ironisnya, ditengah prokontra dan saling berebut kewenangan itu, tidak dapat dirasakan adanya tindakan maksimal dan efektif untuk mencegah bahkan membasmi virus corona atau covid-19. Publik hanya disesaki imbauan social distancing, phisykal distancing, cuci tangan, stay at home dan lain-lain.

Bersamaan dengan informasi yang beredar luas di media sosial yang memicu ketakutan maupun kegelian karena kalimat-kalimat lucu yang disajikan. Tidak hanya itu, informasi resmi yang disampaikan pemerintah juga kerap menimbulkan keriuhan akibat saling bantah dan ralat

Ditengah ketidak pastian, masyarakat semakin sulit mendapatkan pertolongan, sehingga menambah kecemasan dan kekhawatiran dan akhirnya pasrah. Masyarakat tak lagi sepenuhnya berharap kehadiran negara dapat menjadi jaminan untuk selamat dari virus corona. Tidak lagi tertarik perihal kewajiban negara, selamat dari ancaman virus corona adalah perjuangan masing-masing.

Beruntung, keterbatasan yang ada tak membuat masyarakat putus asa. Dengan ikhlas dan pasrah masyarakat terus memanjatkan Doa meminta pertolongan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, pencipta langit dan bumi serta isinya.

Sebagian lainnya ada yang mencoba berkomunikasi langsung dengan virus corona. Seperti seorang ibu dalam video yang beredar di media sosial. Si ibu berharap virus corona mendengar dan mengabulkan permintaanya. Video berdurasi tiga menit itu menggunakan Bahasa  daerah Tapanuli, seperti  terjemahan dalam tulisan ini:

“Sebelumnya tikar atau kasur yang kita jemur agar kutu atau kuman yang ada mati. Tapi sekarang manusia yang disuruh jemur, padahal kita seharian sudah dijemur diladang, bahkan punggung sudah kering akibat tersengat matahari. Dulu tumbuhan yang disemprot, tapi sekarang manusia dan rumah disemprot supaya mati bakteri. Sebelumnya,ternak yang dikandangi supaya tidak merusak kebun,tapi sekarang manusia yang dikandangi disuruh tetap di rumah supaya tidak tertular virus corona. Dulu kalau berbaris bersama teman-teman, kita saling bercanda. Sekarang kalau bertemu dengan teman langsung berdoa meminta agar Tuhan melindungi dan menyelamatkan. Kalau duduk berjauhan dari teman, kita dibilang sombong, tapi sekarang harus atur jarak kalau duduk dengan teman. Kalau ketemu tidak bersalaman dianggap sombong, tapi sekarang tangan kita tidak diterima kalau ingin bersalaman. Dulu saat Belanda menjajah negeri ini, ada istilah yang memberi semangat bersatu kita teguh bercerai kita runtuh, tapi sekarang terbalik bersatu kita sakit berjauhan kita sehat. Sudah terbalik dunia ini. Tak ada lagi yang bisa dilakukan semua serba salah, karena peristiwa yang terjadi saat ini. Pergilah kau corona ya, tinggalkan lah kami. Carilah tempat, carilah lokasi tempat tinggalmu, sembunyilah disana jangan lagi datang ya corona. Kami sudah letih, capek kau buat. Semua jadi terbalik karena kau corona. Dulu kami kira hanya ayam yang sakit bondilon (belum diterjemahkan), tapi sekarang manusia juga sudah bondilon gara-gara kau corona. Pergilah corona,tinggalkan lah kami, jangan lagi kau datang, carilah tempat tinggalmu biarkanlah kami menjalani kehidupan sendiri, tolong ya corona,” O Edison Siahaan
 

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Sabtu, 23 Mei 2020
Rabu, 20 Mei 2020
Kamis, 14 Mei 2020
Senin, 04 Mei 2020
Senin, 27 April 2020
Sabtu, 25 April 2020
Sabtu, 18 April 2020
Rabu, 15 April 2020
Jumat, 10 April 2020
Senin, 06 April 2020
Sabtu, 04 April 2020
Kamis, 02 April 2020