Jumat, 03 Juli 2020 12:05:42

Tertawa & Marah ala Komunitas Gaple

Tertawa & Marah ala Komunitas Gaple

Beritabatavia.com - Berita tentang Tertawa & Marah ala Komunitas Gaple

Bukan hanya di alam nyata, saat bermimpi juga seseorang bisa tertawa atau marah. Sebab tawa dan marah merupakan hak yang melekat pada seseorang ...

Tertawa &  Marah ala Komunitas Gaple Ist.
Beritabatavia.com -

Bukan hanya di alam nyata, saat bermimpi juga seseorang bisa tertawa atau marah. Sebab tawa dan marah merupakan hak yang melekat pada seseorang dan dapat digunakan sebagai instropeksi atau refleksi terhadap sebuah situasi maupun kebijakan. Tawa atau marah juga merupakan potret atas sikap,ungkapan dan tindakan maupun penilaian terhadap upaya-upaya yang dilakukan untuk menjawab sebuah realitas.  

Selain tidak dilarang,tertawa atau marah itu sesuatu yang penting untuk menjaga keseimbangan antara hati dan fikiran tanpa resep dokter. Namun yang lebih penting adalah menempatkan kesadaran di posisi awal bahwa tawa atau marah itu tidak mungkin dapat mempengaruhi apalagi sampai membatalkan sesuatu yang telah diputuskan. Biarkanlah tawa atau amarah itu terbang bebas dan beriteraksi untuk memperkaya keindahan warna pelangi diatas awan.

Walaupun tawa dan marah itu berasal dari tempat yang jaraknya hanya selemparan batu dari Istana Negara. Tetapi tawa dan marah itu bukan oleh orang-orang penting atau sosok berpengaruh apalagi pemodal.Tawa dan marah itu dilontarkan sebuah komunitas yang tidak memiliki anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Tidak ada susunan pengurus dan jumlahnya juga tidak lebih dari sepuluh orang serta memiliki latar belakang suku,agama dan ras maupun profesi yang berbeda.

Tanpa jadwal dan susunan acara apalagi undangan, para personil komunitas dengan nama Gaple ini rutin berkumpul lalu berbagi cerita dan membahas hal-hal yang sedang trend di masyarakat. Tanpa topik, terkadang dimulai dari isu proses pembuatan undang-undang, pemberian remisi terhadap para narapidana, soal Kamtibmas, lalu lintas dan bisa mendadak tentang kehidupan artis dan bergeser soal kenaikan tarif listrik dan pembagian sembako hingga dinamika pandemi virus corona atau covid-19 bahkan soal jabatan presiden dan para menterinya. Tiba-tiba membahas kenaikan harga sembako, soal Sunda empair dan Raja Sejagad. Bisa juga mendadak soal pelayanan publik yang selalu dipublisakan agar dibaca serta didengar oleh publik termasuk yang tidak mendapat pelayanan seperti yang disebutkan. Penggalan informasi yang simpang siur akan menjadi informasi yang lengkap dan bermanfaat setelah dibahas anggota komunitas gaple. Terkadang seperti komunitas profesional.  

tertawa

Foto : tertawa bersama

Padahal para anggota komunitas Gaple tidak memiliki latar belakang pendidikan yang mumpuni untuk mendukung topik topik yang dibahas. Karena ada sarja ekonomi tapi profesinya mancing dan ojol begitu juga beberapa sarjana yang beraktivitas tidak sesuai dengan displin ilmunya. Tetapi masing-masing memiliki keahlian, seperti pria yang dipanggil Fatur asal Jawa Tengah ahli soal memancing ikan, memiliki motto tidak akan pulang dengan tangan kosong. Tidak perlu waktu terlalu lama untuk memancing belasan ekor ikan di laut atau danau maupun di kolam. Mata kail yang digunakannya seperti bersahabat baik dengan ikan-ikan di di dalam air, sehingga dia disebut raja pancing. Begitu juga Agus, cukup 10 sampai 15 menit untuk menyelesaikan pesanan valet, tok..tok..tok selesai, dapat duit. Ada juga pria bernama Atong setiap datang bersama dua ekor anjing impor peliharaannya. Selain ahli bermain bulu tangkis, kehadirannya selalu disertai dengan isu-isu panas yang potensi memicu tawa atau marah. Tak lupa juga pria asal Kuningan disapa Akung sangat piawai menyajikan kopi panas dan mie rebus pakai telor. Serta seorang pria asal Solo bernama Supri memiliki keahlian mematikan balak enam saat bermain gaple.

Anggota komunitas gaple sangat mencintai Indonesia.Disetiap kesempatan mereka membicarakan tentang bagaimana masa depan negara dan bangsa  Indonesia. Bagaimana untuk menjadikan Indonesia sejajar dengan bangsa-bangsa lain. Bagaimana caranya agar seluruh rakyat tidak dibebani dengan yuran BPJS. Komunitas Gaple selalu bertanya mengapa anak-anak Indonesia masih ada yang terkendala saat akan sekolah. Anggota komunitas Gaple tak pernah lelah mendiskusikan tentang tugas pokok dan fungsi (Tufoksi) masing-masing kementerian dan lembaga negara. Serta menyuarakan apa yang harus dilakukan pemerintah agar menjadi solusi efektif atas permasalahan atau realitas yang ada. Komunitas Gaple tidak rela, seorang pun warga negara yang sulit hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Bahkan, pada pertemuan kemarin, para anggota komunitas Gaple seperti layaknya rapat dengar pendapat yang digelar anggota DPR dengan pemerintah. Mereka membuat rangkuman keputusan secara lisan, tentang pernyataan kecemasan dan kekhawatiran serta kekecewaan terhadap pemerintah terkait penanganan wabah virus corona atau covid-19 yang semakin tidak jelas arahnya. Komunitas Gaple mampu membahas beragam isu dan informasi yang dapat mengundang tawa dan marah. 

marah

Foto: marah juga perlu  

Tetapi, para anggota komunitas telah lebih dulu memiliki kesepakatan tidak boleh kecewa, karena komunitas Gaple bukan siapa-siapa. Hanya bagian kecil dari anak bangsa Indonesia yang menjadikan tawa dan marah sebagai alat timbang sekaligus potret atas sikap dan pandangan terhadap realitas yang ada. Komunitas Gaple yang tulus dan ikhlas melepas tawa atau marah terbang bersekutu dengan alam sesuai musimnya serta berharap tawa dan marah itu memberikan keindahan warna pelangi di atas awan. Serta meyakini tertawa dan marah itu lebih baik dan sehat daripada ditertawakan atau dimarahi. O Edison Siahaan

Berita Terpopuler
Kamis, 13 Agustus 2020
Berita Lainnya
Selasa, 26 Mei 2020
Sabtu, 23 Mei 2020
Rabu, 20 Mei 2020
Kamis, 14 Mei 2020
Senin, 04 Mei 2020
Senin, 27 April 2020
Sabtu, 25 April 2020
Sabtu, 18 April 2020
Rabu, 15 April 2020
Jumat, 10 April 2020
Senin, 06 April 2020
Sabtu, 04 April 2020