Minggu, 26 Juli 2020 17:01:11

Bunuh Diri

Bunuh Diri

Beritabatavia.com - Berita tentang Bunuh Diri

Editor Metro TV Yodi Prabowo terakhir terlihat di kantor pada selasa 7 Juli 2020 sekitar pukul 22.27 WIB. Yodi diperkirakan tewas pada Rabu 8 Juli ...

Bunuh Diri Ist.
Beritabatavia.com -

Editor Metro TV Yodi Prabowo terakhir terlihat di kantor pada selasa 7 Juli 2020 sekitar pukul 22.27 WIB. Yodi diperkirakan tewas pada Rabu 8 Juli 2020 sekitar pukul 00.00-02.00 WIB. Di lokasi mayat ditemukan, polisi menemukan dompet berisi KTP, NPWP, kartu ATM, motor Honda Beat warna putih bernomor B 6750 WHC, tiga STNK, uang sebesar Rp 40.000, helm, jaket, dan tas milik korban.

Sebelum ditemukan tewas, pada 10 Juli 2020 pukul 11.30 oleh tiga anak yang sedang bermain layangan. Yodi Prabowo sempat bertemu pacarnya dan perempuan lain di sebuah kafe di dekat lokasi Yodi ditemukan tewas di pinggir Tol JORR Pesanggrahan, Ulujami Raya, Jakarta Selatan.
 
Peristiwa penemuan mayat Yodi memicu keriuhan.Polisi bergerak cepat,melakukan penyelidikan dan penyidikan. Dua minggu berjalan, Polisi tidak menemukan bukti keterlibatan pihak lain. Jasad Yodi Prabowo yang ditemukan dalam kondisi telungkup  pada Jumat 10 Juli 2020, dinyatakan tewas akibat bunuh diri dengan cara menusuk dada dan lehernya sendiri menggunakan pisau khusus yang dibelinya di toko Ace Hardware.

Ajaib, kata Turinah ibu kandung Yodi, selain kecewa juga menolak anaknya disebut meninggal karena bunuh diri. Karena saat ditemukan, pisau itu tidak menancap ditubuh Yodi. Tetapi di pegang dengan tangan kiri dan posisinya di bawah mayat yang ditemukan tertelungkup. Kalau ditemukan sidik jari Yodi di pisau itu, tidak dapat dibantah. Sebab beberapa hari sebelum mayat Yodi ditemukan, pisau itu sudah ditaruh ditangan kiri Yodi.  

Sebutan bunuh diri bukan hanya membuat sesak dada keluarga Yodi. Kata bunuh diri juga menjadi topik pembicaraan serius di media sosial seperti group Whatspp.Sepanjang hari hingga larut malam, ruang-ruang media sosial disesaki aroma kecurigaan hingga  penolakan hasil penyelidikan dan penyidikan kasus kematian Yodi Prabowo yang dilakukan Polda Metro Jaya.  

Muncul keraguan, tentang kemungkinan Yodi yang bekerja di industri pers itu tewas akibat bunuh diri. Apalagi persyaratan sebagai pendukung untuk dapat meyakini Yodi tewas karena bunuh diri kurang lengkap dan sangat meragukan, sehingga perlu waktu dan bukti-bukti pendukung lainnya.  

Tidak hanya itu, publik juga menyebut serangkaian penyelidikan dan penyidikan itu ajaib karena bukan untuk mengungkap kasus kematian Yodi dan menemukan pelakunya.Tetapi seperti hanya untuk melengkapi persyaratan agar pernyataan bunuh diri tidak memicu polemik. Publik menyebut kronologis yang disampaikan seperti garis yang terputus-putus tidak tersambung dan mengalir. Berbeda dengan penuturan tentang bukti pembelian pisau dan rekaman CCTV serta transaksi pembayaran biaya konsultasi ke dokter spesialis kulit dan kelamin maupun penemuan zat ampetamin ditubuh korban, tersusun rapi. Seperti ingin memberikan sugesti agar sepakat menerima sebutan bunuh diri.

bunuhdiri

Foto : Direktur Reserse Kriminal umum PMJ menyampaikan kematian Yodi akibat bunuh diri.

Publik tidak mendengar penjelasan lengkap tentang hasil pemeriksaan 34 saksi.  Sebab yang disampaikan hanya keterangan saksi yang menguatkan adanya perbuatan bunuh diri. Sementara keterangan saksi yang mengetahui dan mendengar atau merasakan adanya peristiwa tindak pidana terkesan diabaikan. Seperti katerangan dua sosok pria yang sempat bertemu dengan warga di tempat kejadian perkara (TKP) kurang didalami akhirnya  seperti angin berhembus berlalu begitu saja. Begitu juga gerakan dan endusan anjing pelacak yang dibawa ke TKP tak memberikan arti apa-apa, dengan alasan anjing tidak bisa diajak bicara.

Publik juga meragukan, cara yang digunakan dan lokasi bunuh diri sekaligus tempat ditemukannya jenazah Yodi Prabowo, sangat berbeda dengan kasus-kasus bunuh diri yang pernah terjadi. Biasanya pemicu seseorang melakukan bunuh diri akan terungkap dari keterangan orang-orang dekatnya. Kasus bunuh diri Yodi Prabowo agak ajaib. Setelah ditemukan tewas, Yodi terkesan seperti sosok pendiam yang suka menyendiri, seakan tidak memiliki catatan atau ucapan yang dapat digunakan sebagai petunjuk.
 
Padahal, Yodi pernah menyampaikan kalimat "Kalau saya tidak ada bagaimana," kepada kekasihnya sebelum meninggal. Tetapi kurang mendapat perhatian untuk didalami apa maksud dari ucapan Yodi. Begitu juga peristiwa yang disampaikan orang tua almarhum. Apa dibalik permintaan kekasih Yodi kepada adiknya (calon adik ipar) untuk mengantarnya ke wilayah yang kemudian diketahui adalah tempat korban ditemukan tewas.Meskipun batal karena dilarang oleh orang tua Yodi.

Publik juga bertanya, apa pembicaraan pimpinan MetroTV saat bertemu dengan pihak Polda Metro Jaya pada Jumat 24 Juli 2020. Atau sehari sebelum Polda Metro Jaya menyampaikan bahwa kematian Yodi Prabowo akibat bunuh diri. Tentu dibutuhkan informasi yang dapat menjadi petunjuk untuk membuka kembali kasus kematian Yodi Prabowo. O Edison Siahaan

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Kamis, 04 Juni 2020
Kamis, 28 Mei 2020
Selasa, 26 Mei 2020
Sabtu, 23 Mei 2020
Rabu, 20 Mei 2020
Kamis, 14 Mei 2020
Senin, 04 Mei 2020
Senin, 27 April 2020
Sabtu, 25 April 2020
Sabtu, 18 April 2020
Rabu, 15 April 2020
Jumat, 10 April 2020