Selasa, 09 Februari 2021 16:52:57

Doa Mengharukan HPN 2021

Doa Mengharukan HPN 2021

Beritabatavia.com - Berita tentang Doa Mengharukan HPN 2021

Semoga doa mengharukan dilantunkan H. Amiruddin saat Hari Pers Nasional (HPN) pada 9 Februari 2021 di Jakarta, terus bergema pada setiap ...

Doa Mengharukan HPN 2021 Ist.
Beritabatavia.com -

Semoga doa mengharukan dilantunkan H. Amiruddin saat Hari Pers Nasional (HPN) pada 9 Februari 2021 di Jakarta, terus bergema pada setiap kesempatan. Doa pengakuan hanya Allah Yang Maha Besar dan Perkasa yang mampu menyelamatkan Bangsa Indonesia dari ancaman pandemi virus corona atau covid-19, menyejukkan sekaligus mengingatkan agar tidak hanya mengandalkan kemampuan manusia semata. Doa juga seirama dengan tema HPN 2021 "Bangkit dari Pandemi, Jakarta Gerbang Pemulihan Ekonomi,Pers Sebagai Akselerator Perubahan"

Undang-undang No 40 tahun 1999 tentang Pers disebutkan organisasi pers adalah  organisasi wartawan dan organisasi perusahaan pers. Sedangkan pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik. Sementara perusahaan pers adalah badan hukum Indonesia yang menyelenggarakan usaha pers baik cetak,elektronik dan kantor berita maupun perusahaan media lainnya.

Pada puncak perayaan HPN 2018 silam, ketua dewan pers Yosep Adi Prasetyo, menyampaikan kegelisahannya karena banyak pengelola media dan wartawannya tidak memiliki  pengetahuan jurnalistik. Bahkan ribuan media massa tetap beroperasi meskipun tidak memenuhi syarat, karena dibantu APBD. Saat itu, jumlah media massa mencapai 47.000 yang terdiri dari media cetak, radio, televisi dan online.

Majalah Tempo edisi 5 April 2010 menulis judul "Jurnalisme Lawan Juraganisme" mengutip pernyataan penulis bahwa jurnalisme sudah berubah menjadi juraganisme yang disampaikan  saat berjuang bersama puluhan wartawan surat kabar Berita Kota yang dipecat sepihak oleh pemilik yang nota bene pengusaha hiburan malam. Karena merek Berita Kota dibeli oleh kelompok perusahaan media besar di Tanah Air.

Hendaknya setiap perayaan HPN mendengungkan dan memulai  tindakan untuk menyelamatkan sesama insan Pers. Kemudian memastikan proses hukum atas kasus-kasus penganiayaan hingga pembunuhan terhadap wartawan, telah berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku. HPN juga harus menjadi solusi efektif untuk meningkatkan taraf kehidupan para insan pers. Serta terus berupaya mendeteksi dan mencari solusi sebagai garansi bahwa Jurnalisme akan bebas dari cengkeraman Juraganisme yaitu para pemilik modal yang menggunakan Pers  untuk kepentingan bisnis dan politiknya. Selanjutnya HPN juga menjelaskan arti Pers perjuangan yang kini disebut Pers industri. Serta memastikan Pers tetap memiliki kebebasan melakukan aktivitas jurnalistiknya.

Patutkah HPN dirayakan ? Tentu perlu untuk memaknai kebebasan Pers yang sulit diperoleh sebelum tahun 1999. Tentu lebih bermanfaat bila dijadikan momentum untuk mengevaluasi kinerja dan kehidupan Pers agar lebih baik dan dipercaya masyarakat luas. HPN akan lebih bermakna bila diisi dengan kegiatan-kegiatan seperti diskusi ataupun evaluasi kinerja pers. Ataupun menyemarakkan penyelenggaraan lomba karya jurnalistik oleh insan pers dengan beragam topik. Sehingga memotivasi insan Pers untuk meningkatkan kreatifitas dan mempertajam kualitas jurnalistiknya.

Puncak perayaan HPN hendaknya didominasi dengan pemberian penghargaan bagi insan Pers yang menginspirasi masyarakat. Serta memberikan apresiasi kepada insan Pers yang berjuang luar biasa membangun dan mempertahankan kelangsungan usaha Pers. Serta terus memotivasi pers agar tetap konsisten pada perannya yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus sebagai pilar keempat demokrasi. HPN juga menjaga fungsi Pers sebagai media  informasi, pendidikan, hiburan, serta kontrol sosial.

Perayaan HPN 2021 ini seharusnya menjadi momentum kegembiraan sekaligus evaluasi bagi insan pers dan perusahaan pers untuk terus belajar. Agar siap dan mampu menghadapi segala kendala dan tantangan dalam upaya menghadirkan informasi ditengah masyarakat. Serta menjadi semangat baru untuk terus memelihara kebebasan yang dimilikinya.

Bukan insan pers yang cenderung menggadaikan independensi atau kebebasan yang dimilikinya dengan berlomba menyandarkan kelangsungan hidupnya kepada pemerintah atau juragan.  
HPN tidak pula menjadi sebuah eforia yang ditandai dengan pemberian penghargaan kepada para kepala daerah. HPN bukan momentum menunggu belas kasihan pemerintah lewat kebijakan yang meringankan industri pers dari kewajiban seperti pajak penghasilan dan pembebasan biaya abunement listrik. Tentu akan ada konsekuensi atas kebijakan terhadap industri pers yang diberikan.  Jangan pula kesuksesan HPN diukur hanya dari siapa dan berapa jumlah pejabat negara yang hadir. Tetapi HPN harus mengobarkan perjuangan untuk mengembalikan jurnalisme tetap jurnalisme bukan berubah menjadi juraganisme. 0 Edison Siahaan  

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Senin, 17 Agustus 2020
Kamis, 13 Agustus 2020
Jumat, 31 Juli 2020
Senin, 27 Juli 2020
Minggu, 26 Juli 2020
Jumat, 03 Juli 2020
Senin, 29 Juni 2020
Selasa, 23 Juni 2020
Senin, 15 Juni 2020
Selasa, 09 Juni 2020
Kamis, 04 Juni 2020
Kamis, 28 Mei 2020