Selasa, 29 Juni 2021 11:33:26

Polisi Out of Box

Polisi Out of Box

Beritabatavia.com - Berita tentang Polisi Out of Box

Semua tahu, polisi adalah aparat penegak hukum. Tetapi    undang-undang Nomor 2 tahun 2002 tentang Polri juga menyebut peran dan ...

Polisi Out of Box Ist.
Beritabatavia.com -

Semua tahu, polisi adalah aparat penegak hukum. Tetapi    undang-undang Nomor 2 tahun 2002 tentang Polri juga menyebut peran dan fungsi Polri untuk memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).  Serta melindungi, melayani dan mengayomi masyarakat. Oleh karena itu, Polisi merupakan profesi yang memerlukan kemampuan dan keahlian khusus yang tentu diperoleh dari pendidikan khusus atau sekolah-sekolah kepolisian.

Dalam menjalankan peran dan fungsi serta tugas dan tanggungjawabnya, Polri diberikan kewenangan besar dari mulai pengawasan, pelarangan, pemanggilan, pemeriksaan hingga upaya paksa atau penahanan. Wewenang yang besar itu diimplementasikan melalui sistem manajerial dan operasional serta pengawasan yang ketat. Sejatinya, dengan jumlah personil dan dukungan anggaran serta kewenangan yang besar, hendaknya Polri dapat lebih maksimal mengantisipasi semua potensi gangguan Kamtibmas.Sekaligus menjawab beragam pertanyaan dari masyarakat yang masih menggantung.

Meskipun, laporan hasil survey Cyrus Network menyebutkan opini publik terhadap institusi Polri terus semakin membaik dan cenderung positif. Secara top of mind sebanyak 22,9% responden menjawab “Menjaga Keamanan” dan 19,8% menjawab “Melindungi dan Mengayomi” saat ditanya apa yang terlintas dibenaknya jika mendengar kata polisi. Namun masih ada opini spontan menyebut “Takut” sebanyak 9,9% dan menyebut “razia/tilang sebanyak 5,6%.

Hasil survey menyebut , opini publik terhadap Polri relatif positif. Citra positif Polri ini selaras dengan penilaian publik terhadap kepuasan pelayanan publik yang dilakukan Polri. Publik mengaku puas terhadap pelayanan Polri  seperti mengurus Surat Izin Mengemudi (SIM), membuat Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), dan laporan pengaduan masyarakat.

Bahkan menurut  survey Cyrus Network yang dilakukan secara tatap muka pada periode 28 Mei- 1 Juni 2021 dengan jumlah responden sebesar 1.230 tersebar secara proporsional pada 123 desa/kelurahan terpilih di 34 Provinsi. Dengan  menggunakan metode multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan (significant level) survei ini adalah 95% dengan _margin of error_sebesar +/- 2,85%.

Dalam empat bulan terakhir, secara umum opini publik terhadap pelayanan Polri sudah cukup baik. Tercermin dari persepsi responden yang mengaku pernah mengurus SIM, mengurus SKCK, dan membuat pengaduan penegakan hukum.  Dari seluruh layanan Polri yang diuji, pelayanan mengurus SIM memiliki tingkat kepuasan tertinggi yaitu sebesar 90,3%, di ikuti dengan layanan membuat SKCK sebesar 82,8%, dan mengurus proses pengaduan masyarakat sebesar 79,4%.

Tetapi hingga memasuki usia ke 75 tahun pada 1 Juli 2021, publik masih menunggu jawaban atas pertanyaan beragam yang sering dilontarkan setiap perbincangan tentang Polri.
Misalnya, "Kenapa Masih Ada Yang Enggan Bahkan Takut Berurusan dengan Polisi?" Kemudian  “Apakah Segera Bisa Didapat  Apabila Butuh Bantuan polisi  lalu  Bagaimana Caranya dan Berapa Biayanya ?

Selain mengucapkan selamat HUT Bhayangkara ke 75 tahun,publik ingin memastikan agar institusi Polri tetap menjadi tempat kumpulan orang-orang baik. Konsisten memelihara Kamtibmas serta melayani,melindungi dan mengayomi masyarakat. Serta selalu berupaya memperbaiki perilaku dan sikap maupun tindakan oknum personil Polri yang terkadang melukai hati rakyat.Publik yakin dan percaya masih banyak polisi yang baik, jujur dan berhati nurani serta tulus menjalankan tugas dan tanggungjawabnya sebagai penjaga kehidupan.
 
Pandemi virus Covid-19 selain berdampak luas juga mengancam keselamatan jiwa, meluluh lantakkan roda ekonomi dan merubah kehidupan sosial secara drastis.  Untuk itu Pemerintah menetapkan sejumlah kebijakan sebagai upaya mengendalikan  pandemic virus Covid-19,  seperti PSBB, PPKM Mikro, hingga larangan mudik. Serta program vaksinasi untuk menumbuhkan heard immunity atau kekebalan kelompok.  

Tak dapat dipungkiri Polri benar-benar all out mendukung kebijakan pemerintah tersebut. Bahkan Polri tampil full power dan secara langsung untuk mencegah penyebaran dan penularan virus Covid-19 maupun upaya meyelamatkan jiwa masyarakat.
Ditengah pandemi yang sangat melelahkan, Polri benar-benar out of the box melakukan hal-hal yang sebelumnya diluar perkiraan. Polri menjadi inisiator pendirian Kampung Tangguh yang terbukti efektif mencegah berbagai masalah khususnya wabah Covid-19.  Polri berjibaku menahan arus mudik saat libur panjang hari Raya Idul fitri lalu. Polri turun langsung membagi masker kepada masyarakat, dan memberikan bantuan berupa sembako kepada warga yang terdampak langsung wabah covid-19.

Bahkan Polri mengakselerasi program vaksinasi dengan menargetkan satu juta dosis perhari yang telah dilaksanakan Sabtu 26 Juni 2021.  Polri juga menyiapkan personil handal untuk melakukan pengawalan proses evakuasi warga yang terpapar virus Covid-19. Serta mengerahkan armada ambulance milik Polri untuk menjemput pasien covid-19 dan mengantarnya ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

Siapapun akan memprediksi kondisi wabah Covid-19 pasca libur panjang Hari Raya Idul Fitri akan jauh lebih buruk, bila Polri tidak all out. Maka  tidaklah berlebihan pada masa akhir jabatan Kasatgas Penanganan Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Polri yang telah berperan aktif dan luar biasa dalam upaya mencegah penyebaran dan penularan virus Covid-19. Polri benar-benar membuktikan kepedulian serta ketulusan cinta Polri kepada seluruh bangsa Indonesia

Sosok Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pengusung konsep Presisi atau prediktif, responsibilitas, transparansi, berkeadilan mampu mendongkrak kepercayaan publik terhadap Polri.Sebanyak 16 program prioritas dan 8 komitmen yang dipaparkannya saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR RI, Rabu 20 Januari 2021 lalu menoreh pujian berbagai pihak.

Hasil Survey Alvara menyebut, kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 86,5 persen. Sementara, tingkat kepuasan publik di angka 82,3 persen. Sedangkan capaian kinerja 100 hari Kapolri sejak dilantik Presiden Joko Widodo pada 27 Januari 2021 lalu, secara umum dinilai menyentuh 100 persen.

Polri dinilai sukses meraih sejumlah prestasi tanpa keriuhan, misalnya, saat Jenderal Sigit menabuh genderang perang melawan premanisme dengan memerintahkan seluruh jajarannya menindak tegas segala bentuk aksi premanisme yang meresahkan masyarakat. Tetapi sikap tegas Jenderal Sigit tidak mengundang kegaduhan, sehingga dia dihujani pujian.

Usai membereskan aksi premanisme dan kasus pungli di Pelabuhan Tanjungpriok, Jakarta Utara. Lagi kinerja Polri menuai pujian atas keberhasilan Polda Metro Jaya  membongkar sindikat narkoba Internasional dengan menyita barang bukti sabu 1,129 ton yang diselundupkan dari Timur Tengah.

Tetapi puja- puji ditengah kesuksesan yang diraih, tidak disambut dengan eforia, semua mengalir seperti air, kerja dan terus bekerja.Tak terdengar hingar bingar meski riuh pujian dan apresiasi atas kinerjanya.

Sosok Jenderal Listyo Sigit Prabowo tampil low profil tapi tegas serta tetap fokus, bukan menepuk dada atas kinerja yang terbilang sukses itu.Justru Jenderal Sigit memberikan apresiasi kepada seluruh jajarannya dan meminta agar prestasi yang diraih itu tetap dijaga dan ditingkatkan.

narkoba

Foto : Polda Metro Jaya berhasil menyita 1,29 ton narkoba jenis sabu yang diselundupkan dari Timur Tengah

Disisi lain, publik berharap sosialisasi program Presisi yang diusung Kapolri tidak berhenti hanya untuk kalangan para perwira tinggi (Pati) Polri. Tetapi perubahan harus mengalir ke level menengah dan bintara agar seluruh anggota Polri memahami dan mampu menjadi insan Bhayangkara yang prediktif, responsibilitas, transparansi, berkeadilan atau Presisi.

Kemudian, dalam kondisi yang serba terbatas tetapi tugas dan tanggungjawab semakin berat, pimpinan Polri tidak boleh alfa untuk memastikan kecukupan anggaran seluruh jajaran hingga tingkat paling rendah. Agar tidak dijadikan alasan mencari uang untuk biaya operasional. Karena anggaran yang tersedia hanya cukup untuk enam atau delapan bulan saja.

Publik juga menyampaikan, agar reward and punishment hendaknya didasari dengan penilaian objektif sehingga menjadi motivasi dan edukasi yang efektif untuk meningkatkan kinerja seluruh personil Polri. Memberikan apresiasi, tentu bukan semata berdasarkan penilaian jumlah tahanan atau perkara yang dilaporkan maupun diselesaikan. Tetapi justru layak mendapat apresiasi apabila sel rumah tahanan tidak ada penghuni dan jumlah perkara sedikit, tetapi kondisi kamtibmas kondusif karena kesadaran hukum masyarakat sudah baik.

Sebagai penjaga kehidupan, polisi akan semakin dicintai dan dihormati apabila Polisi tidak kemana-mana tetapi ada dimana-mana. Jayalah selalu Polisiku. Dirgahayu Bhayangkara.  O Edison Siahaan

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Kamis, 07 Januari 2021
Sabtu, 02 Januari 2021
Rabu, 23 Desember 2020
Kamis, 19 November 2020
Senin, 16 November 2020
Kamis, 12 November 2020
Minggu, 13 September 2020
Senin, 17 Agustus 2020
Kamis, 13 Agustus 2020
Jumat, 31 Juli 2020
Senin, 27 Juli 2020
Minggu, 26 Juli 2020