Rabu, 27 Oktober 2010 21:57:11

Kualitas Jenderal Polri

Kualitas Jenderal Polri

Beritabatavia.com - Berita tentang Kualitas Jenderal Polri

Sejak awal reformasi hingga pasca  pemisahan Polri dari TNI, jumlah Jenderal Polri terus bertambah. Tercatat, pada masa orde baru jumlah ...

Kualitas Jenderal Polri  Ist.
Beritabatavia.com - Sejak awal reformasi hingga pasca  pemisahan Polri dari TNI, jumlah Jenderal Polri terus bertambah. Tercatat, pada masa orde baru jumlah jenderal polri hanya 126 orang, kemudian memasuki awal reformasi 1999 bertambah menjadi 133 orang. Pada 2002, Jumlah jenderal Polri menjadi 153 orang, dua tahun kemudian 2004 membengkak hingga 173 Jenderal. Meski pada 2005 sempat turun menjadi 169, tapi pada 2006 kembali bertambah hingga jumlah jenderal sebanyak 182 orang. Jumlah itu terus bertambah hingga 201 orang pada tahun 2007, dan awal 2010 jumlah perwira tinggi Polri menjadi 210 orang.  Jumlah total hingga akhir 2010 sudah mencapai hingga 250 Jenderal.

Ratusan Jenderal itu saat ini menduduki sejumlah jabatan strategis diantaranya sebagai Kapolda di setiap Provinsi dan pos-pos lainnya di Mabes Polri.  Para Jenderal inilah yang memimpin sekitar 400 ribu anggota Polri dalam menjalankan tugas sebagai pemelihara ketertiban dan keamanan, sekaligus pelayan, pelindung dan pengayom masyarakat serta sebagai aparat penegak hukum.
Namun, bertebarnya  Jenderal Polri, tidak serta merta dapat memperbaiki citra dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Tapi, justru sebaliknya, citra Polri jauh menurun hingga ketitik paling rendah.  Demikian juga kepercayaan masyarakat yang semakin pupus, cenderung tidak memperdulikan keberadaan Polri. Kondisi itu, dipicu berbagai permasalahan internal dan prilaku oknum Polri sendiri.
Seperti, keterlibatan sejumlah oknum Polri dalam berbagai kasus pidana, dan kualitas pelayanan yang masih sangat jauh dari harapan masyarakat. Sehingga dituding, keberadaan polisi kerap menimbulkan permasalahan baru bagi masyarakat yang sedang berurusan dengan Polri. Bahkan, dalam perbincangan masyarakat sehari-hari sering terdengar nada kesal  terhadap Polri. Berbagai ungkapan sinis dari sebagian besar masyarakat kerap terdengar seperti  Apa Polisi Masih Ada di Negeri ini ? dan Polisi Tidur saja Bikin Susah, Apalagi Bangun

Padahal, dengan bertambahnya jenderal  hingga ratusan orang, diharapkan dapat meningkatkan kualitas kinerja Polri. Karena, seorang perwira yang menyandang pangkat Jenderal, tentu melewati seleksi yang ketat dari mulai prestasi hingga prilaku. Sehingga, kemampuan dan prilaku seorang Jenderal tidak perlu diragukan. Jumlah Jenderal yang terus bertambah, seharusnya berdampak baik terhadap kredibilitas dan profesionalisme Polri, termasuk peningkatan citra dan kepercayaan masyarakat. Karena, jumlah sosok yang dijadikan sebagai  panutan di tubuh Polri sudah  bertambah.

Namun, faktanya tidak seperti diharapkan. Lalu, apakah kualitas  ratusan Jenderal Polri itu masih dangkal atau diragukan  ?  Mantan Kapolda Metro Jaya Irjen purnawirawan Hindarto mengatakan, ada perubahan nilai bagi para Jenderal Polri saat ini, jika dibandingkan dengan era masih Polri dibawah TNI.  Saat itu, Hindarto menjelaskan, proses kenaikan pangkat untuk menjadi Jenderal sangat ketat, dan penilaiannya tidak hanya dilakukan oleh internal polri sendiri. Mendapat bintang, kita dinilai oleh orang lain, jadi tidak mudah mendapat pangkat Jenderal, kata Hindarto diselah-selah acara sertijab Kapolri dari Jenderal Bambang Hendarso Danuri kepada Komjen Timur Pradopo di halaman Mako Brimob, Kelapadua, Depok, Rabu (27/10).

Kalau dibandingkan  dengan sekarang, lanjut Hindarto, mendapat pangkat Jenderal sepertinya tidak perlu berkeringat. Duduk manis, dekat dengan pimpinan, rajin menyapa ya sudah jadi Jenderal, ujarnya. Sehingga, wajar jika ada keraguan terhadap kualitas seorang Jenderal Polri pada era sekarang. Hindarto berharap ini menjadi masukan penting bagi Kapolri Timur Pradopo.
Selain itu, lulusan Akademi Kepolisian tahun 1962 ini mengungkapkan para perwira Polri sekarang tidak suka belajar atau bertanya kepada seniornya. Kemudian, pria bertubuh besar yang saat ini berusia 73 tahun mengakui bahwa orientasi perwira Polri saat ini cenderung tidak sebagai seorang pelayan, pelindung dan pengayom masyarakat. Jenderal dan perwira Polri sekarang tidak dekat dengan masyarakat, kata Hindarto. 0 Edison siahaan

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Kamis, 04 Juni 2020
Kamis, 28 Mei 2020
Selasa, 26 Mei 2020
Sabtu, 23 Mei 2020
Rabu, 20 Mei 2020
Kamis, 14 Mei 2020
Senin, 04 Mei 2020
Senin, 27 April 2020
Sabtu, 25 April 2020
Sabtu, 18 April 2020
Rabu, 15 April 2020
Jumat, 10 April 2020