Senin, 18 April 2011 09:50:45

Hipnotis Chaiyya-Chaiyya Briptu Norman

Hipnotis Chaiyya-Chaiyya Briptu Norman

Beritabatavia.com - Berita tentang Hipnotis Chaiyya-Chaiyya Briptu Norman

Polri mengekploitasi bakat dan kemampuan Briptu Norman Kamaru berdendang India, untuk membangun citra buruk yang selama ini di keluhkan masyarakat. ...

Hipnotis Chaiyya-Chaiyya Briptu Norman Ist.
Beritabatavia.com - Polri mengekploitasi bakat dan kemampuan Briptu Norman Kamaru berdendang India, untuk membangun citra buruk yang selama ini di keluhkan masyarakat.

Sederat anggota Polri yang berprestasi dibidang seni khususnya tarik suara diantaranya  Komisaris Jenderal (pur) Togar Sianipar, Inspektur Jenderal (pur) Soaloon Simatupang bernyayi dan mencipta puluhan lagu pop Batak. Kemudian Polwan AKP Vivik Changkung selain pernah masuk dapur rekaman juga sempat menjadi presenter sebuah televisi swasta. Lalu Polwan Kompol Nurul yang sempat populer dengan ‘Cicak Rowo’. Sayangnya, mereka  tak pernah mendapat kesempatan yang begitu bebas dari pimpinan Polri, untuk mengembangkan bakat seninya menjadi artis profesional.
Justru, langsung mendapat ultimatum dari pimpinan, agar memilih, apakah menjadi artis atau tetap menjadi anggota Polri. Tentu, keempat anggota Polri tadi dan masih banyak lagi yang berbakat seni, memilih tetap menjadi anggota Polri, sekaligus memendam bakat seninya.

Memang, kehadiran para ‘Artis Polri’ tadi berbeda situasinya dengan kemunculan nama Briptu Norman Kamaru anggota Brimob Polda Gorontalo, Sulawesi Tenggara. Pasca pisahnya Polri dari TNI, institusi Polri dihujani hujatan hingga membuat rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum berseragam coklat itu. Disusul dengan keterlibatan sejumlah perwira Polri dalam kasus mafia hukum dan berbagai kasus lainnya. Membuat, insan Bhayangkara itu gamang saat melaksanakan penegakan hukum, termasuk pemberantasan premanisme.

Saat citra Polri berada dalam kondisi yang memprihatinkan, muncul vidoe Youtube Briptu Norman dengan dendang India bertajuk ‘Chaiyya-Chaiyya’.  Sontak, masyarakat terhipnotis,  dan mengelu-elukan kepiawaian Briptu Norman mengekpresikan isi hatinya lewat lagu. Seperti biasanya, masyarakat Indonesia sangat mudah suka tetapi juga amat cepat lupa. Begitu juga sikap dan perhatian masyarakat dengan munculnya dendang dan tarian menghibur Briptu Norman. Masyarakat memberikan perhatian yang sangat besar terhadapnya. Dengan sekejap pula, masyarakat lupa akan prilaku dan berbagai tindakan oknum anggota Polri, yang selama ini dikeluhkan.
Bahkan, masyarakat memandang, Briptu Norman  sebagai wujud nyata perwakilan bahwa Polri  mampu menghibur lewat dendang ‘Chaiyya-Chaiyya nya. Sesaat, masyarakat terlupakan akan peran dan partisipasinya untuk mendorong  agar tercipta Polri yang profesional dalam melaksanakan tugas sebagai pemelihara ketertiban dan keamanan, pelayan, pelindung dan pengayom masyarakat serta sebagai aparat penegak hukum. 

Kondisi masyarakat yang sedang terhipnotis dendang Briptu Norman dimanfaatkan Polri untuk mencuri perhatian masyarakat. Lewat Briptu Norman, Polri membangun imej dengan harapan bisa lebih dekat dan dicintai masyarakat. Seluruh pimpinan Polri hingga Kapolri Jenderal Timur Pradopo seakan ikut melarutkan diri menjadi bagian dari kemampuan dan bakat Briptu Norman. Pimpinan Polri mendorong dan berharap, kecintaan terhadap Briptu Norman hendaknya menjadi titik awal terwujudnya kecintaan masyarakat terhadap Polri.

Tampak kesan, Polri mengeksploitasi bakat dan kemampuan Briptu Norman berdendang, untuk dijadikan sebagai sarana, agar masyarakat ‘jatuh cinta’ terhadap Polri. Sehingga, pimpinan Polri lupa memberikan ultimatum terhadap Briptu Norman untuk memilih apakah menjadi artis atau tetap sebagai anggota Polri.

Justru sebaliknya, Polri berupaya mendorong dan memfasilitasi agar bakat dan kemampuan Briptu Norman terus dikembangkan. Hal itu terlihat dari kebebasan Briptu Norman tampil diberbagai stasiun televisi dan kegiatan lainnya, layaknya seperti selebritis yang berseragam polisi. Tanpa pernah mempersoalkan bahwa Briptu Norman telah alpa dari tugas dan tanggung jawab sebagai anggota Polri. Begitulah masyarakat sebuah bangsa yang mudah terhipnotis, hingga  lupa tugas dan tanggung jawab pokok yang menjadi kewajibannya. 0 Edison Siahaan 


Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Kamis, 04 Juni 2020
Kamis, 28 Mei 2020
Selasa, 26 Mei 2020
Sabtu, 23 Mei 2020
Rabu, 20 Mei 2020
Kamis, 14 Mei 2020
Senin, 04 Mei 2020
Senin, 27 April 2020
Sabtu, 25 April 2020
Sabtu, 18 April 2020
Rabu, 15 April 2020
Jumat, 10 April 2020