Jumat, 26 Agustus 2011 09:22:49

MAAF

MAAF

Beritabatavia.com - Berita tentang MAAF

 KINI , kita semua berada pada tempat dan waktu yang sama yaitu Idul Fitri 1432 Hijriyah. Dimana kata maaf tercurah, bersamaan dengan rasa ...

MAAF Ist.
Beritabatavia.com -  KINI , kita semua berada pada tempat dan waktu yang sama yaitu Idul Fitri 1432 Hijriyah. Dimana kata maaf tercurah, bersamaan dengan rasa kegirangan dan suka cita yang menenggelamkan amarah dan kesumat.

Perbedaan menjadi penuh warna dalam dekapan maaf yang terucap. Membuat semua penghalang yang sempat menjadi sekat dan batas luluh dengan kata maaf.
Begitulah Idul Fitri. Kita menyebutnya Hari Raya Lebaran.  Sebuah hari membuat semuanya terasa menjadi ‘lebar’. Saat dimana  semua terasa menjadi ‘suci’.Idul Fitri  membuat semua jadi ‘lebar’ untuk memulai  lembaran baru. Itulah makna Idul Fitri.

Semuanya dipenuhi dengan maaf yang terucap. Meskipun banyak cara kita dalam memandangnya. Tetapi, yang hampir sama agaknya cara kita memohon maaf. Bahwa, tak sekadar kata, ia adalah ikhtiar untuk memupus segala sesuatu yang membuat risau entah itu yang terang-benderang ataupun yang terselubung dan mengendap-endap.
Maaf merupakan niat untuk memperbaiki keadaan. Sebuah langkah ke depan dalam tulusnya niat untuk meninggalkan kelam dan nestapa. Sebuah  itikad yang tegas untuk menghalau prasangka dan beragam tipu daya.

Idul Fitri, bisa sangat personal. Namun, di batasnya  yang lain ia bisa berarti sangat universal bahkan sosial. Di saat kita melihat orang mudik yang berjejal-jejal berebut tempat di kereta ataupun bus.Tentu dengan beragam pola dan cara, yang terkadang dalam pandangan personal terasa tampak begitu egois.
Karena seakan hanya ada satu tujuan untuk semata-mata memuaskan hasrat personal. Namun, di batas yang sama mereka sesungguhnya dengan segenap hati ingin segera tiba untuk bersama sanak keluarga dan kerabatnya merayakan hari kemenangan sekaligus berbagi rejeki, di kampung halaman.

Dalam pandangan personal kita, sering  melihat dan merasa, hingga menuai pertanyaan, mengapa ada orang yang membagikan zakat dengan cara  seolah-olah seperti pamer. Bahkan kita menganggap betapa anehnya, ada yang ingin berbagi dengan cara menyakiti yang dibagi? Apa tak ada cara lain yang lebih ‘beradab’?
Tetapi, bisa saja pandangan personal kita yang salah. Karena, kita tak bisa menembus kondisi batin si pemberi dan penerima zakat. Meskipun mata kita melihat drama itu di layar kaca televisi dan membacanya di media-media massa.

Dimensi pandangan tentu tak sesederhana prasangka kita. Seperti dalam tayangan televisi yang mempertontonkan lautan orang, penerima zakat atau sedekah yang berdesak-desakan ini. Karena, sering juga terlihat senyum yang ikhlas dari mereka. bahkan dalam saling himpit ini sesekali tampak senda-gurau dari kerabat-kerabat kita ini.

Mungkin inilah yang dimaksud dengan Lebaran itu. Tempat di mana prasangka menjadi patah oleh sesuatu yang lebih bersahaja. Bahwa, terkadang kita yang melihat peristiwa, dengan jarak yang terlalu jauh tak mampu melihat nuansa dengan detil yang lebih khidmat.
Semoga, tiap-tiap suka cita dan nestapa dalam  beragam peristiwa membuat kita kembali pada akar sosial kita. Atas semua itu dengan segenap kerendahan hati, kami seluruh awak redaksi Tabloid Pro Batavia dan www.beritabatavia.com mengucapkan Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1432 H,  Minal ‘Aidin wal-Faizin, mohon maaf lahir dan batin. 0 Edison/Dadang


Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Kamis, 04 Juni 2020
Kamis, 28 Mei 2020
Selasa, 26 Mei 2020
Sabtu, 23 Mei 2020
Rabu, 20 Mei 2020
Kamis, 14 Mei 2020
Senin, 04 Mei 2020
Senin, 27 April 2020
Sabtu, 25 April 2020
Sabtu, 18 April 2020
Rabu, 15 April 2020
Jumat, 10 April 2020