Kamis, 08 September 2011 10:49:12

Korupsi Embryo Perpecahan

Korupsi Embryo Perpecahan

Beritabatavia.com - Berita tentang Korupsi Embryo Perpecahan

Belakangan berbagai permasalahan yang muncul ke permukaan khususnya kasus korupsi kian menyesakan dada. Bahkan memunculkan kekhawatiran akan ...

Korupsi Embryo Perpecahan Ist.
Beritabatavia.com - Belakangan berbagai permasalahan yang muncul ke permukaan khususnya kasus korupsi kian menyesakan dada. Bahkan memunculkan kekhawatiran akan kelangsungan bangsa Indonesia yang tetap berdiri dalam kerangka sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kita jangan meremehkan, praktik korupsi yang terus terjadi silih berganti, berpotensi embryo perpecahan. Karena, ketidak percayaan rakyat kepada penyelenggara negara dan pemerintahan. Apalagi, upaya hukum yang dilakukan tak juga mampu menimbulkan efek jera para pelaku korupsi.

Rakyat melihat, proses hukum terkesan buntu, apabila memasuki areal kalangan penguasa maupun kelompok berpengaruh. Sementara rakyat jadi korban akibat praktik korupsi yang terus berlangsung. Sekaligus menimbulkan pertanyaan, apakah kemerdekaan yang diproklamirkan  pada 17 Agustus 1945 silam, terlalu cepat. Sehingga kita sebagai bangsa Indonesia, belum siap menerima sebuah kemerdekaan ? Karena, hingga saat ini, prilaku penjajah masih mewarnai kehidupan para pemangku kebijakan dan elit politik negeri ini.

Padahal, jika membaca dan memahami serta menghayati teks proklamasi kemerdekaan Indonesia yang dibacakan proklamator Soekarno "Hatta saat 66 tahun lalu. Maka akan mengetahui bahwa isi teks kemerdekaan yang sangat singkat, padat adalah menunjukkan kecerdasan dan keimanan pembuatnya.
 
Seharusnya, kecerdasan yang ditunjukkan para pendiri negeri ini, hendaknya menjadi acuan para pemimpin era kini. Sehingga, menjalani usia kemerdekaan yang sudah 66 tahun, Indonesia seyogianya telah menjadi sebuah bangsa yang merdeka dari semua hal.
Tetapi, para penerus kemerdekaan masa kini, tak menunjukkan adanya peningkatan kualitas. Justru yang tampak adalah ketidak cerdasan para pemimpin untuk  mengelola negara yang sudah merdeka ini. Ditambah lagi kurangnya keimanan, membuat praktik korupsi terus berlangsung.

Bangsa Indonesia hanya merdeka secara pisyk dari tangan penjajah. Tetapi, masih terbelenggu oleh penjajahan moral. Seluruh elemen bangsa terutama para pemimpin dan elit politik harus memaknai kemerdekaan adalah lanjutan perjuangan yang harus dilaksanakan tanpa melenceng dari nilai-nilai kemerdekaan dan dasar negara Pancasila.0 edison siahaan

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Kamis, 04 Juni 2020
Kamis, 28 Mei 2020
Selasa, 26 Mei 2020
Sabtu, 23 Mei 2020
Rabu, 20 Mei 2020
Kamis, 14 Mei 2020
Senin, 04 Mei 2020
Senin, 27 April 2020
Sabtu, 25 April 2020
Sabtu, 18 April 2020
Rabu, 15 April 2020
Jumat, 10 April 2020