Selasa, 29 November 2011 18:11:02

Bangsa Pelupa

Bangsa Pelupa

Beritabatavia.com - Berita tentang Bangsa Pelupa

NATAL dan Tahun Baru sudah diambang pintu. Hendaknya, perayaan kedua moment tersebut tidak  dilakukan dengan menggelar pesta pora. Sebaiknya ...

Bangsa Pelupa Ist.
Beritabatavia.com - NATAL dan Tahun Baru sudah diambang pintu. Hendaknya, perayaan kedua moment tersebut tidak  dilakukan dengan menggelar pesta pora.
Sebaiknya kita jadikan untuk melakukan refleksi sekaligus untuk  melakukan perbaikan diri. Sebagai bangsa, Natal dan Tahun Baru adalah hal yang penting. Untuk melihat banyak hal yang masih harus diperbaiki.

Kita melihat masih banyak masyarakat yang membutuhkan kehidupan yang layak. Disusul berbagai musibah yang kian membuat bangsa semakin cemas.
Tak dapat disangkal pula, kita sebagai bangsa masih sangat rendah dengan sikap kepedulian, apalagi perawatan. Sehingga berbagai musibah kerap terjadi dan menelan korban jiwa, karena kelalaian dan ketidak pedulian.

Lihat saja runtuhnya jembatan di Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Jembatan yang melintasi Sungai Mahakam itu ambruk, padahal baru sekitar 10 tahun digunakan. Puluhan warga menjadi korban meninggal dunia dan hilang saat sedang melewati jembatan yang rubuh itu.
Musibah ambruknya jembatan merupakan sesuatu yang jarang terjadi. Jika terjadi, berarti ada hal yang alpa kita kerjakan. Hal yang selama ini menjadi kelemahan kita adalah kemampuan untuk melakukan pemeliharaan.

Kita sebagai bangsa, memang pintar dalam hal membangun, namun kita lemah dalam memelihara apa yang kita miliki. Bahkan seringkali kita lupa menganggarkan biaya pemeliharaan dari aset-aset yang kita miliki, sehingga umur produktif dari barang yang kita miliki lebih pendek.

Tetapi, paling sering kita lupa menggunakan anggaran perawatan untuk semestinya. Bahkan, sering menganggap dana anggaran perawatan itu sebagai milik sendiri, sehingga digunakan untuk perawatan barang pribadi.

Setelah kejadian seperti rubuhnya jembatan di Kutai Kartanegara, atau Situ Gintung di Tangerang Selatan. Barulah kita sadar pentingnya  pemeliharaan dan pengawasan. Lalu menyesali bahkan menangisi musibah yang sudah terjadi.
Seperti biasanya, pasca musibah jembatan Kementerian Pekerjaan Umum langsung memerintahkan aparat jajarannya untuk melakukan pemeriksaan terhadap semua konstruksi jembatan yang ada di seluruh Indonesia.

Kebiasaan itu menjadi cermin dari sikap kita yang seringkali tidak peduli dan menganggap remeh  pengawasan. Tetapi pemeliharaan dan pengawasan dan sikap waspada mendadak menjadi sangat penting, jika terjadi bencana. 
Kemudian, sikap waspada itu kembali menghilang seiring dengan  berjalannya waktu. Kita sebagai bangsa, kembali lupa akan tugas dan tanggungjawab dan kembali kepada kebiasaan lama yakni teledor.

Kita sebagai bangsa hendaknya terus memelihara dan meningkatkan sikap waspada dan telaten serta tanggungjawab terhadap tugas dan kewenangan, menjadi kebiasaan sehari-hari.
Karena dengan kesungguhan dan penuh tanggungjawab untuk melaksanakan setiap tugas pekerjaan masing-masing .Kita dapat mencegah berbagai bencana atau peristiwa yang mengenaskan, akibat keteledoran.  0 edison siahaan


Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Kamis, 04 Juni 2020
Kamis, 28 Mei 2020
Selasa, 26 Mei 2020
Sabtu, 23 Mei 2020
Rabu, 20 Mei 2020
Kamis, 14 Mei 2020
Senin, 04 Mei 2020
Senin, 27 April 2020
Sabtu, 25 April 2020
Sabtu, 18 April 2020
Rabu, 15 April 2020
Jumat, 10 April 2020