Sabtu, 04 Januari 2020 19:06:31

Slogan Anies Yang Hanyut

Slogan Anies Yang Hanyut

Beritabatavia.com - Berita tentang Slogan Anies Yang Hanyut

Slogan maju kotanya bahagia warganya,  diseret derasnya arus air dan hilang ditelan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Ibukota Jakarta. ...

Slogan Anies Yang Hanyut Ist.
Beritabatavia.com -

Slogan maju kotanya bahagia warganya,  diseret derasnya arus air dan hilang ditelan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Ibukota Jakarta. Arus air dan banjir juga merubah kegembiraan warga saat menyambut tahun baru 2020 menjadi kecemasan dan derita. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut, selain merusak harta benda warga, banjir bandang yang melanda wilayah Jabodetabek juga menelan korban jiwa sebanyak 30 orang dan sekitar 35.000 warga mengungsi.
Banjir yang memporakporandakan malam pergantian tahun baru, disusul dengan banjir kemarahan, tudingan dan caci maki kepada pimpinan baik itu Gubernur hingga Presiden. Beruntung, tudingan tidak becus dan hujatan tidak mengganggu kejernihan hati dan fikiran serta kinerja para petugas dan pemimpinnya saat memberikan bantuan pada korban banjir.  
Justru para petugas dilapangan seperti tidak kehabisan energy dan terus melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya. Semangat mereka semakin tinggi dengan kahadiran sebagian warga yang memiliki kepedulian terhadap sesama. Mereka mengulurkan tangan memberikan bantuan hingga ke tempat-tempat pengungsian. Bantuan beraroma kemanusiaan mengalir dan terasa hingga di lokasi yang terkena banjir. Tak perlu apa Agama nya, partainya, warna kulitnya, setiap warga yang tak berdaya, dibantu menuju tempat yang aman atau rumah pengungsian.  
Banjir Jabodetabek seperti di awal 2020, bukan sesuatu yang baru dan mudah diselesaikan. Selain letak geografis di pesisir, ibukota Jakarta sudah sejak lama menderita penyakit komplikasi. Dari mulai tata ruang yang sudah lama rusak, kawasan resapan air yang minim lantaran disesaki pembangunan gedung yang mengabaikan Amdal. Kemudian ketidak jelasan system drainase, eksplorasi air tanpa kendali. Serta kesadaran masyarakat yang harus ditingkatkan agar tidak membuang sampah sembarangan. Sebagai indikasi wilayah Jabodetabek menderita penyakit kronis. Dan membutuhkan diagnosa untuk memperoleh  solusi efektif yang bisa menyembuhkannya.

Kompleksitas persoalan yang sudah ada sejak lama menjadi pemicu lemahnya daya tahan bumi wilayah Jabodetabek. Apalagi terhadap curah air dengan intensitas besar, seperti yang terjadi pada akhir 2019 hingga awal 2020. Tetapi jangan menjadi alasan apalagi pembenaran atas kelalaian dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab.
Jumlah korban dan kerugian serta dampak banjir dapat diminimalisir apabila semua pihak khususnya pemerintah peka dan peduli. Sehingga merespon cepat early warning akan turun hujan dengan intesitas sangat besar dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang sudah disampaikan beberapa hari sebelumnya.

Faktanya, ada kegugupan dan kegagapan serta kegagalan pemerintah saat air melanda kawasan Jabodetabek. Tak terlihat ada persiapan atau langkah pencegahan pasca early warning yang telah disampaikan BMKG beberapa hari sebelumnya. Pemerintah seharusnya bergerak cepat melakukan upaya antisipasi untuk mengurangi jumlah kerugian dan korban. Evakuasi baru maksimal setelah air mengepung wilayah pemukiman warga.  
Kemarahan, hujatan, caci maki serta cara –cara lain berekspresi dan menyampaikan pendapat, menjadi pemicu kepekaan dan kepedulian pemerintah. Dinamika dan segala konsekuensi akibat banjir di awal 2020, hendaknya berdampak pada peningkatan kualitas koordinasi  semua steakholder membangun sinergi untuk kepentingan memenuhi kebutuhan masyarakat. Koordinasi yang kuat menjadi modal utama mengimplementasikan inovasi dan kreasi dalam mewujudkan Jakarta menjadi kota maju warganya bahagia. O Edison Siahaan

Berita Terpopuler
Kamis, 28 Mei 2020
Berita Lainnya
Senin, 06 April 2020
Sabtu, 04 April 2020
Kamis, 02 April 2020
Minggu, 22 Maret 2020
Minggu, 08 Maret 2020
Senin, 02 Maret 2020
Sabtu, 22 Februari 2020
Kamis, 20 Februari 2020
Rabu, 05 Februari 2020
Senin, 03 Februari 2020
Kamis, 23 Januari 2020
Jumat, 10 Januari 2020